<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355</id><updated>2012-02-16T01:32:43.443-08:00</updated><title type='text'>Dakwah Rasulullah SAW</title><subtitle type='html'>Bergerak mendatangi umat keseluruh alam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-2471242797943118268</id><published>2009-03-22T18:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T18:45:03.486-07:00</updated><title type='text'>Bukti Bahwa Bulan pernah Terbelah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/ScbpJFIy5bI/AAAAAAAAAH4/QZurfMrFUM8/s1600-h/bulan-terbelah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/ScbpJFIy5bI/AAAAAAAAAH4/QZurfMrFUM8/s320/bulan-terbelah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316192752364610994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekaligus ini membuktikan kebenaran dari Al-Qur'an surat Al-Qamar, ayat 1 :&lt;br /&gt;"Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah "&lt;br /&gt;(Q.S. Al-Qamar: 1)" Di bawah ini adalah kisahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.&lt;br /&gt;Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan, .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan.&lt;br /&gt;Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dansaling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:&lt;br /&gt;Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....sampai akhir surat Al-Qamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati."&lt;br /&gt;Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget danberkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-2471242797943118268?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/2471242797943118268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=2471242797943118268' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2471242797943118268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2471242797943118268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/bukti-bahwa-bulan-pernah-terbelah.html' title='Bukti Bahwa Bulan pernah Terbelah'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/ScbpJFIy5bI/AAAAAAAAAH4/QZurfMrFUM8/s72-c/bulan-terbelah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-3886252769691870038</id><published>2009-03-17T02:21:00.001-07:00</published><updated>2009-03-17T02:21:53.665-07:00</updated><title type='text'>Mudzakarah Usaha Masturah</title><content type='html'>&lt;h2&gt;mudzakarah usaha masturoh&lt;/h2&gt;    &lt;h4&gt;Desember 2, 2008&lt;!-- by rkn2003 --&gt; · &lt;a href="http://rkn2003.wordpress.com/2008/12/02/mudzakarah-usaha-masturoh/#comments"&gt;&amp;amp; Komentar&lt;/a&gt;&lt;/h4&gt;         &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;alhamdulillah, ini kutipan dari muzkarah masturah dari jama’ah Pakistan tadi malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mudah-mudahna Allah azza wa jallamemudahkan kita untuk buat usaha da’wah dengan dukungan dari istri-istri kita. aamiin…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah azza wa jalla menjadikan kita umat Rasulullah saw&lt;br /&gt;Ada orang yang beriman dari kalangan laki-laki dana ada yang beriman dari kalangan wanita&lt;br /&gt;Dari saat pertama Rasulullah saw diberikan tanggung jawab da’wah, maka pada saat itu jugalah seorang wanita mengikuti da’wah beliau&lt;br /&gt;Yang paling pertama bersyahadat adalah istrinya Nabi Muhammad saw, Khadijah Al kubra r.ha.&lt;br /&gt;Yang paling pertama bekorban harta untuk agama adalah kalangan wanita yaitu Khadijah Al Kubra r.ha&lt;br /&gt;Yang pertama kali syahid untuk agama adalah dari kalangan  wanita yaitu Sumayah r.ha&lt;br /&gt;Yang paling pertama memberikan kabar gembira tentang diterimanya da’wah Nabi Muhammad saw dan mendukung pengorbanan Rasulullah saw yaitu Khadijah Al Kubra r.ha&lt;br /&gt;Ketika detik pertama DA’wah dimulai, maka yang pertama bekorban adalah keluarga Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw berda’wah hingga di lempari tanah dan ludah, maka yang membersihkan wajahnya adalah putrinya, Zainab r.ha.&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw shalat dan dilempari dengan kotoran unta, maka yang membersihkannya adalah putrinya. Ketika da’wah dimulai, maka Ruqayyah dan Ummu Kultsum r.ha dihadapan Rasulullah saw telah diceraikan oleh para suaminya yang masih kafir.&lt;br /&gt;Ketika seorang Nabi diutus untuk berda’wah dan da’wah mereka dibantu oleh istrinya, maka da’wah berkembang sangat cepat. Tetapi jika mereka berda’wah sedangkan istrinya tidak mengikuti da’wah mereka, maka da’wah akan berkembang sangat lambat bahkan dari keluarga mereka akan ada penentang dari pada da’wah agama.&lt;br /&gt;Nabi Nuh a.s ketika buat usaha da’wah tidak dibantu oleh istrinya, maka da’wah beliau sangat lama waktunya bahkan anaknya sendiri tidak mau menyertai beliau.&lt;br /&gt;Nabi Luth a.s ketika buat da’wah sedangkan istrinya tidak mendukungnya maka istri beliau menjadi seorang penentang da’wah Nabi Luth a.s dan tidak beriman kepada Allah azza wa jalla.&lt;br /&gt;Sebaliknya, Nabi Ibrahim a.s ketika buat da’wah dan didukung oleh istrinya, dimana istrinya buat da’wah seperti juga yang dibuat oleh Nabi Ibrahim a.s maka Allah azza wa jalla telah lahirkan Nabi Ismail a.s yang punya kedudukan tinggi. Bahkan karena istri nabi Ibrahim a.s buat da’wah, maka istrinya sendirilah yang mentarbiyah Nabi Ismail a.s dalam hal agama. Bahkan Allah azza wa jalla telah membanggakannya di dalam Alqur’an dan ajaran Nabi Ibrahim a.s telah diperintahkan untuk kita ikuti hingga sekarang yaitu millah-nya Ibrahim a.s. Ini adalah dikarenakan da’wah Nabi Ibrahim a.s diikuti oleh istrinya sehingga lahir nabi Ismail a.s dan dari keturunan-keturunan beliau lahirlah Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;Apabila kaum lelaki buat da’wah, sedangkan istrinya tidak dilibatkan, maka ketika suami keluar di jalan Allah azza wa jalla maka sang istri akan mengeluh kepada orang lain bahwa suaminya tidak bertanggung jawab dan sebagainya.&lt;br /&gt;Sebaliknya apabila istri dilibatkan dalam da’wah, ketika sang suami sedang lemah dalam berda’wah, maka sang istri akan menjadi penyemangat bagi suaminya dan akan selalu mendukungnya dalam keadaan susah maupun senang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-3886252769691870038?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/3886252769691870038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=3886252769691870038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/3886252769691870038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/3886252769691870038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/mudzakarah-usaha-masturah.html' title='Mudzakarah Usaha Masturah'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-4645926822073634918</id><published>2009-03-17T02:17:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T02:18:04.852-07:00</updated><title type='text'>Bayan Nasehat Nabi</title><content type='html'>&lt;div id="primary"&gt;    &lt;div class="entry"&gt;   &lt;div class="post-meta"&gt;    &lt;h1 class="post-title" id="post-142"&gt;Bayan Nasehat Nabi saw Sebelum Memberangkatkan Rombongan&lt;/h1&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="post-metadata"&gt;20 Desember 2008 in &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/tertib-dakwah/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Tertib Dakwah" rel="category tag"&gt;Tertib Dakwah&lt;/a&gt; | Tags: &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/dakwah/" rel="tag"&gt;Dakwah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/kisah-dakwah/" rel="tag"&gt;Kisah Dakwah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/religion/" rel="tag"&gt;Religion&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/tertib-dakwah/" rel="tag"&gt;Tertib Dakwah&lt;/a&gt;   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="post-content"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Abdurrahman bin A’id ra, dia berkata, “Adalah Rasulullah saw apabila hendak mengirimkan pasukan, maka Beliau memberi nasehat, ‘Bersikap lembut dan sayanglah kepada orang-orang! Jangan menyerang mereka sebelum kalian BERDAKWAH kepada mereka, dan janganlah menghancurkan rumah-rumah mereka! Jangan biarkan satu orang penghuni rumah pun yang ada di kota-kota maupun di desa-desa, kecuali kalian membawa mereka ke hadapanku dalam keadaan muslim (telah memeluk Islam), karena yang demikian itu lebih aku sukai daripada kalian datang padaku dengan membawa istri-istri dan anak-anak mereka setelah kalian membunuh suami-suami mereka!’ “. (HR. Ibnu Mandah dan Ibnu Asakir dalam kitab Al Kanz jilid II halaman 294. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Syahin dan Al Baghawi seperti terdapat dalam kitab Al Ishaabah jilid III halaman 153, juga Tirmidzi dalam kitabnya jilid I halaman 195).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-142"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Buraidah ra, dia menceritakan, “Adalah Rasulullah saw apabila mengirim rombongan jihad atau pasukan tentara, maka Beliau saw memberikan nasihat kepada pemimpin mereka supaya menjaga ketakwaan dirinya kepada Allah SWT dan berlaku baik terhadap orang-orang Islam yang di bawah pimpinannya. Beliau juga berpesan kepada pemimpin rombongan, “Apabila engkau bertemu dengan musuhmu orang-orang musyrik, maka ajaklah mereka kepada salah satu dari tiga perkara, jika mereka menerima salah satu dari tiga pilihan yang engkau ajukan, maka terimalah pilihan mereka dan tahanlah serangan kepada mereka!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pertama, ajaklah mereka untuk memeluk Islam! Jika mereka menerima, maka terimalah keIslaman mereka dan janganlah menyerang mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedua, ajaklah mereka untuk meninggalkan kampung halaman mereka  dan tinggal di perkampungan kaum muhajiriin, lalu beritahukan kepada mereka bahwa apabila mereka melakukan yang demikian, maka mereka memperoleh perlakuan dan hak yang sama dengan kewajiban kaum muhajirin; tetapi apabila mereka menolak dan lebih suka memilih untuk tinggal di tempat mereka sendiri, maka katakan pada mereka bahwa mereka akan diperlakukan seperti orang-orang Islam Badwi, dan berlakulah ke atas mereka hukum Allah seperti yang berlaku atas orang-orang mukmin umumnya, yakni mereka tidak akan mendapat bagian dari harta rampasan perang, kecuali jika mereka ikut berjihad bersama kaum muslimin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, jika mereka tidak mau menerima tawaran yang kedua, maka perintahkan kepada mereka supaya membayar jizyah! Jika mereka bersedia membayar jizyah, maka terimalah dan janganlah engkau menyerang mereka ! Tetapi jika mereka menolak membayar jizyah, maka mintalah bantuan kepada Allah  dan perangilah mereka! Apabila engkau telah mengepung mereka dalam sebuah benteng, lalu mereka memintamu untuk memberlakukan hukum Allah atas mereka, maka jangan engkau penuhi permintaan tersebut, karena sesungguhnya kalian tidak mengetahui hukum apa yang akan ditetapkan Allah atas mereka. Akan tetapi berlakukanlah pada mereka hukum kebijaksanaan kalian, kemudian putuskanlah perkara mereka setelah itu menurut kebijaksanaan yang kalian kehendaki.” (HR. Abu Daud)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-4645926822073634918?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/4645926822073634918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=4645926822073634918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/4645926822073634918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/4645926822073634918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/bayan-nasehat-nabi.html' title='Bayan Nasehat Nabi'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-7531794114460337089</id><published>2009-03-17T02:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T02:16:14.044-07:00</updated><title type='text'>Point - Point Pesan Masyaikh di Ijtima’ Tonggi</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Point - Point Pesan Masyaikh di Ijtima’ Tonggi&lt;br /&gt;29/01 s/d 01/02 2009&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.Maulana Syamim&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Amalan haji adalah ijtima umat islam terbesar dan kewajiban hanya sekali saja. Jika berhaji dengan betul, akan jadi wali Alloh. Jika niat berhaji tak betul, haji tanpa kesan, akan dilempar balik seperti kain kotor yang dilemparkan. Begitupun ijtima, jika datang dengan niat baik, maka satu ijtima cukup membuat cinta kepada Alloh SWT. Satu ijtima yang betul cukup bagi Alloh SWT untuk membuat keputusan memberi hidayah untuk seluruh alam.&lt;br /&gt;Ijitima bukan untuk menghimpun manusia sebanyak-banyaknya, tapi untuk mengumpulkan dua usaha, sebelum ijtima (ruh ijtima), setelah ijtima (perhiasan ijtima).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Usaha sebelum ijtima adalah menjumpai setiap orang islam agar hatinya berpaling kepada Alloh SWT sehingga ada kemanisan untuk ta’at. Dikarenakan adanya pengorbanan orang-orang sebelum ijtima, maka yang hadir di ijtima mendapat hidayah, dan hidayah juga akan tersebar ke seluruh alam. Usaha dalam ijtima adalah agar setiap orang terlibat dalam amal ijtimai dan infirodi. Semakin terjaga amalan, maka semakin cepat turunnya hidayah. Hidayah ada 2 tahap : untuk diri sendiri dan asbab hidayah untuk orang lain. Untuk menjadi asbab hidayah maka niatkan untuk bergaul dengan semua orang dari semua negara, kita merasa sebagai satu umat, hilangkan ashobiyah. Ashobiyah ini sangat dibenci Alloh dan menyebabkan tertolaknya amal seseorang. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk menghilangkan ashobiyah : Alloh SWT perintahkan ibadah haji, shalat dan shaum. Dalam haji diperintahkan untuk menyebarkan salam (untuk menghilangkan sifat sombong, merasa sebagai penanggung jawab. Sehingga Nabi SAW selalu mendahului dalam memberi salam, tidak pernah didahului oleh sahabat), bersikap lemah lembut, dan suka memberi makanan (jangan menunggu untuk diikrom, tapi beri ikrom untuk satukan hati). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di negara-negara anda akan diadakan ijtima dan jika anda bersungguh-sungguh usaha atas ijtima ini, maka ijtima anda akan menjadi asbab hidayah ke seluruh alam. Tanggal ijtima bukan awal ijtima, tapi itu tanggal berakhirnya ijtima. Ijtima bermula sejak tanggal ijtima ditetapkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2.Maulana Ihsan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alloh SWT beri agama dan usaha atas agama, untuk menghindarkan  manusia dari tersiksa selama-lamanya di dalam neraka.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW dilebihkan dari nabi-nabi terdahulu, hal ini telah tercantum dalam kitab-kitab terdahulu. Wajah Nabi SAW itu lebih terang daripada bulan purnama. Umat Muhammad SAW juga dilebihkan dari umat-umat terdahulu, karena umat ini diberi 2 keistimewaan, yaitu untuk ibadah dan untuk mengambil kerja Nabi. Umur nabi-nabi terdahulu panjang akan tetapi usahanya lokal dan berjangka. Umur Nabi Muhammad SAW pendek, tapi usahanya kekal sampai kiamat, dikarenakan umatnya dilibatkan. Hari pertama kenabian, Muhammad SAW langsung melibatkan orang tua, wanita dan anak-anak/pemuda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para sahabat telah memahami akan tanggung jawab ini, dan mereka menggunakan 100% hidup mereka untuk agama. Tapi hari ini kita habis-habisan untuk perkara dunia, sehingga kita menjadi budak orang kafir. Maka kita perlu istighfar dan taubat sebanyak-banyaknya, karena seseorang yang beristighfar dan bertaubat dengan ikhlas, seolah-olah tak berbuat dosa dan kita juga mengajak orang lain juga untuk taubat. Saat kita ajak orang lain, kita perlu bersabar, seperti lautan yang selalu menerima segala sesuatu dan mencucinya menjadi bersih.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.Maulana Ahmad Lat&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hamba yang paling dicintai Alloh SWT adalah hamba yang paling cinta kepada keluarga-Nya, yaitu seluruh makhluk-Nya. Manusia akan merasakan rugi jika tidak ada iman. Harta dan diri hendaknya senantiasa dipakai untuk usaha iman. Ashabul kahfi pergi keluar rumah untuk selamatkan iman, maka Alloh telah bantu, bentangkan rahmat walau di tempat sempit (gua) tidak diberi makan, tapi dibebaskan dari sifat lapar. Bahkan anjing mereka (yang hanya nusroh mereka) pun dimuliakan. Seharusnya hewan tidak masuk surga, tapi nanti anjing ini akan dimasukkan surga, dan dirubah menjadi manusia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apalagi jika kepergian seseorang keluar rumah untuk fisabilillah, tidak hanya untuk selamatkan iman dirinya sendiri, tapi untuk memperjuangkan dan menyebarkan iman kepada seluruh manusia, maka anjing yang hanya nusroh saja kepada jamaah akan diberi rahmat, dihilangkan sifat hewani dari dirinya. Bayangkan apa yang diberikan kepada orang yang khuruj itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.Maulana Ismail&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam keletihan dan pengorbanan amal, ada pahala dan ketenangan dari Alloh SWT. Puasa menyebabkan lapar, berhaji menyebabkan letih, tapi mereka diberi ketenangan oleh Alloh SWT. Nampak zahir mereka sengsara, tapi hakekatnya mereka kuat dan sehat di mata Alloh SWT.&lt;br /&gt;Akan tetapi, tanpa da’wah, pertolongan Alloh tidak datang. Semua kesusahan dalam ibadah tidak mendatangkan pertolongan Alloh SWT, walaupun dengan berdo’a dan istighotsah, jika tidak ada da’wah maka pertolongan Alloh SWT tidak akan datang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk taat kepada Alloh SWT, zahirnya ada kesusahan dan keletihan, tapi hakekatnya Alloh SWT memberi ketenangan. Seperti orang makan sambal, zahirnya kepedasan, keringatan, kepanasan, tapi yang makan mau nambah lagi. Begitu juga ahli dunia melihat ahli da’wah sengsara dalam usaha agama, tapi mereka sendiri senantiasa bersyukur, Alloh SWT beri ketenangan dalam kehidupannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5.Maulana Saad&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika umat jalankan da’wah secara ijtimai, maka agama akan wujud dalam kehidupan umat ini. Jika tidak, umat Islam akan jadi mad’u, objek da’wah, ikut kesana kemari, waktu dan harta akan dipergunakan untuk yang sia-sia. Jika umat terlibat dalam usaha da’wah, maka harta dan waktu akan terpelihara dan akan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Da’i tidak akan terkesan dengan keadaan. Abdullah bin Quhafah dida’wahi untuk meninggalkan Islam, dirayu dengan kerajaan, ditakuti dengan kematian, tidak terkesan. Sehingga fardlu a’in bagi setiap umat untuk berda’wah. Jika dipikirkan kalau da’wah itu hukumnya hanya fardu kifayah, maka orang yang tidak berda’wah akan dida’wahi oleh orang lain/ hal-hal lain. Pindahnya agama seseorang itu dimulai jika da’wah ditinggalkan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Da’wah adalah penyelesain masalah infirodi dan ijtimai. Alloh SWT telah berfirman, “Siapa yang lebih baik perkataanya (yang lebih baik agamanya) dari orang yang menyeru kepada Alloh SWT dan beramal soleh”. Disini diterangkan bahwa agama terbaik hanya terwujud dengan menyatukan da’wah dan ibadah. Ini tidak hanya merupakan pertanyaan, tapi penjelasan dan penegasan bahwa da’wah itulah satu-satunya jalan untuk mendapatkan agama yang baik. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Da’wah menimbulkan isti’dat/kesiapan untuk berbuat baik, seperti membajak sawah agar siap untuk ditanami. Da’wah juga membuat istiqomah bagi yang telah beramal. Harus difahami, bahwa da’wah adalah fardu a’in. Jika da’wah itu fardhu kifayah, maka artinya niat da’wah itu untuk memperbaiki orang lain. Karena amalan fardu kifayah selalu untuk orang lain, seperti sholat jenazah untuk orang lain. Tapi sholat wajib itu untuk diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in. Demikian pula wajibnya da’wah adalah untuk menyelamatkan iman dalam diri sendiri, sehingga hukumnya fardu a’in, Maka bermujahadah dalam da’wah adalah untuk manfaat diri sendiri (waman jaahada fainnamaa yujaahidu linafsih). Jika da’wah bertujuan untuk orang lain, maka dalam berda’wah akan mencari cara-cara lain, seperti pakai Hand Phone, pakai internet, dsb, hal ini tidak bermujahadah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Da’wah dibuat agar hanya terkesan kepada Alloh SWT. Jika telah bisa menafikkan semuanya dan terkesan hanya kepada Alloh SWT, maka akan dapat pertolongan langsung dari Alloh SWT. Caranya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;a)Buat zikir dan da’wah sebanyak-banyaknya. Buat halakah iman&lt;br /&gt;b)Banyak bercerita tentang nabi-nabi untuk menguatkan iman kaum ini.&lt;br /&gt;c)Banyak cerita tentang nusrotullah dalam perjuangan agama para sahabat untuk memberi semangat umat ini&lt;br /&gt;d)Banyak baca ayat dan hadits tentang ciri-ciri orang yang beriman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nusrotullah akan datang dengan sabar dan taqwa (waintashbiruu watattaquu, laa yadurrukum kaiduhum syai’aa). Sabar saja tanpa taqwa, tidak akan turun pertolongan Alloh SWT. Sabar tanpa taqwa seperti sabarnya pencuri yang tertangkap dan dipukuli oleh polisi.&lt;br /&gt;Kita juga harus membawa yakin pada Alloh SWT dalam bermuamalah. Mengenai asbab kebendaan, ada dua hal:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;a)Masukkan hukum / perintah Alloh SWT dalam asbab kebendaan.&lt;br /&gt;b)Utamakan amal daripada asbab. Kejayaan ada pada perintah Alloh SWT, bukan pada asbab.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Arahan Para Masyaikh Nizamuddin&lt;br /&gt;Tentang Persiapan Ijtima Indonesia&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah sejak lama, sejak 13 tahun lalu (1996) ada ijtima di Indonesia yang dihadiri oleh para masyaikh. Jadi penting kita bersiap-siap. Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah niat dan azam yang kuat. Apa yang diniatkan, maka begitulah pertolongan Alloh SWT akan datang. Jangan niat hanya agar banyak orang yang berkumpul, maksud kita tidak hanya untuk kumpul-kumpul.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada 4 langkah yang perlu kita kerjakan dalam mempersiapkan ijtima:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.Setiap orang berusaha untuk menyempurnakan agama dalam hidupnya. Hari ini Islam hanya ada dalam buku-buku, tidak ada dalam contoh kehidupan. Maka kita usahakan mulai dari diri kita dan rumah kita untuk hidupkan agama dan amal sunnah secara sempurna, sebagai contoh. Untuk amalkan ini, perlu keluar 3 hari masturat tiap 3 bulan, menjaga semangat agama bagi isteri kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2.Kemudian, hidupkan mesjid dengan 5 amal. Datangi tiap rumah di kampung kita, bukan untuk i’lan ijtima, itu mudah, tapi untuk taskil mereka keluar di jalan Alloh. Bicara da’wah secara sempurna dengan semua laki-laki di tiap rumah tersebut, sehingga mereka siap untuk hidupkan agama secara sempurna di rumah-rumah mereka juga. Maulana Umar sampaikan, ada 3 jenis kerja di mahalah:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;a). Kepada da’i yang aktif, agar mereka tambah pengorbanan&lt;br /&gt;b). Kepada da’i yang kurang aktif, agar kembali terlibat dalam da’wah&lt;br /&gt;c). Kepada orang awam, agar mereka terlibat dalam amal mesjid, apa yg mereka mampu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.Kemudian usaha ke masjid lain yang belum ada amal masjid. Juga kampung-kampung lain, walaupun tidak ada masjid. Rombongan bisa berteduh di bawah pohon, atau dimanapun, di Indonesia tidak ada musim panas dan dingin, tidak perlu bergantung pada bangunan masjid. Pernah rombongan menginap di stasiun bis. Siapkan mereka untuk bangun masjid juga, dengan kayu-kayu atau bambu-bambu yang ada di kampung tersebut. Jadi siapkan mereka untuk terima rombongan-rombongan da’wah.&lt;br /&gt;Apabila amal masjid hidup di kampung tersebut, maka mereka juga akan usaha atas rumah-rumah di seluruh kampung tersebut, sehingga tiap rumah juga akan amal agama secara sempurna, dan semua pahala akan mengalir pada kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.Dengan cara yg sama, kirim juga jamaah ke seluruh Indonesia, dan seluruh dunia.&lt;br /&gt;Jadi dengan demikian kita tidak hanya i’lan tentang ijtima dan usaha terus untuk mengeluarkan rombongan itu tidak perlu menunggu ijtima. Tapi usaha atas ijtima bermula ketika tanggal ijtima telah ditetapkan, dan dibuat usaha mengirimkan jamaah sejak saat itu juga. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, mengenai safari masyaikh dalam ijtima di Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia, tidak diperkenankan ada yang ikut berkeliling, baik karkun lama, baru, sendiri ataupun berjamaah. Yang ikut berkeliling hanya yang diputuskan dengan musyawarah. Jika ingin mendapat manfaat dari syuhbah dengan masyaikh, caranya dengan pergi ke Nizamuddin, atau Raiwind, atau Kakrail. Tertib dalam usaha ini, yang ingin berkorban, maka ia kerja atas kaumnya, lalu bawa mereka sebanyak-banyaknya keluar di jalan Alloh. Sebagaimana di jaman Nabi, ada yg masuk Islam, maka dia tidak terus-menerus bersama Nabi, cukup beberapa saat saja. Tapi dia segera pulang dan membawa 80 keluarga dari kaumnya untuk masuk Islam bersama-sama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="tagged"&gt;&lt;strong&gt;Kategori:&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/dawah/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Da'wah" rel="category tag"&gt;Da'wah&lt;/a&gt; ·  &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/dawah-dan-tabligh/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Da'wah dan Tabligh" rel="category tag"&gt;Da'wah dan Tabligh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tagged:&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/musyawarah/" rel="tag"&gt;musyawarah&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-7531794114460337089?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/7531794114460337089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=7531794114460337089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7531794114460337089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7531794114460337089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/point-point-pesan-masyaikh-di-ijtima.html' title='Point - Point Pesan Masyaikh di Ijtima’ Tonggi'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-7842515940424707392</id><published>2009-03-17T02:10:00.001-07:00</published><updated>2009-03-17T02:12:48.366-07:00</updated><title type='text'>Maksud Hidup Umat  Akhir Zaman</title><content type='html'>&lt;h2&gt;MAKSUD HIDUP UMMAT AKHIR ZAMAN&lt;/h2&gt;    &lt;h4&gt;Agustus 5, 2008&lt;!-- by rkn2003 --&gt; · &lt;/h4&gt;    &lt;div style="text-align: justify;" class="entry"&gt;     &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;MAKSUD HIDUP UMMAT AKHIR ZAMAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sebuah benda jika tidak digunakan sesuai dengan &lt;strong&gt;maksud&lt;/strong&gt; yang menciptakannya, maka benda ini tidak berguna dan lama-lama akan rusak. Begitu juga manusia, tidak ada gunanya dan akan rusak jika tidak sesuai dengan &lt;strong&gt;maksud&lt;/strong&gt; penciptaannya. Yang mengetahui &lt;strong&gt;maksud hidup&lt;/strong&gt; manusia, bukanlah isterinya, anaknya, ayahnya, pemerintahnya dsb. Mengapa ? karena mereka tidak mempunyai andil dalam penciptaan manusia.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Maksud hidup&lt;/strong&gt; manusia adalah&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Manusia diciptakan untuk ibadah&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan (hanya untuk) beribadah.” (QS. Adz Dzariyat : 56 )&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Manusia untuk menjadi khalifah&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;“Sesungguhnya Aku akan menjadikan di muka bumi ini khalifah (manusia)” (QS. Al Baqarah : 30 )&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Manusia untuk ber’amar ma’ruf nahi mungkar dan sebagai naibnya Rasulullah SAW&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;“Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk manusia, yaitu untuk ber’amar ma’ruf dan nahi mungkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran : 110)&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Jika manusia berhasil mewujudkan &lt;strong&gt;maksud hidupnya&lt;/strong&gt;, maka akan dijadikan raja-raja di Jannah/Surga. “Jika kamu melihat Jannah seolah-olah adalah kenikmatan dan kerajaan yang besar” (QS. Al Insan: 20).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Keperluan hidup&lt;/strong&gt; manusia adalah :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Makan Minum&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Rumah&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kendaraan&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pakaian&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pernikahan&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Para sahabat Nabi &lt;strong&gt;keperluannya&lt;/strong&gt; rendah tetapi &lt;strong&gt;maksud hidup&lt;/strong&gt; tinggi. Sementara kita memiliki &lt;strong&gt;keperluan&lt;/strong&gt; tinggi tetapi &lt;strong&gt;maksud hidupnya&lt;/strong&gt; rendah. Keseharian kita hanya memikirkan bagaimana mendapatkan &lt;strong&gt;keperluan&lt;/strong&gt;, tetapi para sahabat berpikir untuk selalu mengorbankan &lt;strong&gt;keperluan&lt;/strong&gt; untuk mendapatkan &lt;strong&gt;maksud hidup&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perbedaan orang beriman dengan orang kafir dalam menggunakan &lt;strong&gt;keperluan &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;maksud hidup&lt;/strong&gt; adalah :&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;MAKAN MINUM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;em&gt;Orang kafir : &lt;/em&gt;Makan dan minum untuk kesehatan dan kekuatan sebagaimana kaum A’ad sehingga mereka berkata : “Siapakah yang lebih kuat daripada Kami ……?”(QS. Fushsihlat: 15)&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;em&gt;Orang beriman :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Makan Minum untuk beribadah &lt;/strong&gt;agar bisa berdiri shalat dan mengerjakan ibadah lainnya. Jika makan dengan cara adab sunnah Rasulullah SAW maka akan diberi pahala oleh Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Makan Minum untuk Khalifah&lt;/strong&gt; adalah agar bisa berkhidmat kepada sesama. Nabi SAW bersabda, “jika kalian mengangkat beban saudaramu ke punggung kudanya, maka akan dihitung sedekah, jika kalian mengisi ember saudaramu dengan air maka dihitung sedekah”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Makan Minum untuk dakwah, &lt;/strong&gt;suatu jamaah diantar ke suatu rumah di Pakistan maka dihidangkan kepadanya air yang rasanya asin. Karena jamaah berniat dakwah maka Amir(sebutan untuk pemimpin jamaah) mengatakan, “Habiskan air asin tadi”.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Setelah jamaah pulang isteri pemilik rumah terlihat pucat, suaminya bertanya, “ada apa?”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Isterinya berkata,”Aku salah memasukkan gula ternyata aku memasukkan garam ke air minum mereka, bagaimana keadaan mereka?”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Suaminya berkata.”Tidak masalah, mereka biasa saja bahkan tampak senang.”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Isterinya berkata,”kalau begitu bapak harus ikut mereka karena mereka bukan orang biasa tetapi seperti malaikat yang berjalan-jalan di bumi.”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;PAKAIAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;em&gt;Orang kafir :&lt;/em&gt; tujuan menggunakan pakaiannya seperti burung merak yaitu untuk menarik lawan jenis dan untuk dipuji-puji.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;em&gt;Orang beriman : &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Ibadah&lt;/strong&gt; yaitu menutup aurat karena malu kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Khalifah &lt;/strong&gt;yaitu untuk melayani umat sebagaimana kisah Hasan r.a cucu Nabi SAW. Beliau memakai pakaian mahal sehingga seorang Yahudi datang kepadanya dan berkata, “Ya Hasan, benarkah engkau cucu Rasulullah ?”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Hasan r.a. menjawab,”Ya, Kenapa ?”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Kata si Yahudi, “mengapa engkau menyelisihi kakekmu dengan berpakaian mewah padahal dunia adalah penjara bagimu dan surga bagi orang kafir?”. Si Yahudi melanjutkan, “kini kau lihat, aku berpakaian compang camping sementara kamu seperti di Surga?”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Hasan r.a. berkata,”Wahai Yahudi, seandainya kamu tahu pakaian apa yang akan kamu dapatkan di neraka, niscaya kamu akan memakai pakaian paling mewah di dunia ini karena tak merasakan lagi di akhirat. Aku memakai pakaian bagus ini agar orang miskin tahu kalau aku orang kaya agar mereka tak sungkan-sungkan meminta sedekah kepadaku.”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Dakwah,&lt;/strong&gt; dengan pakaian yang digunakan orang akan mendapat hidayah dan ingat kepada Allah. Itulah sebabnya orang beriman mencontoh pakaian Rasulullah SAW dan para sahabat.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;RUMAH&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;em&gt;Orang kafir :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Rumah untuk kesombongan dan fungsinya hanya untuk restoran (untuk tempat makan keluarga), hotel (tempat tidur/istirahat) , WC (tempat buang air), gallery (tempat menyimpan barang-barang mewah), bioskop mini (tempat nonton TV keluarga), gedung pertemuan keluarga.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;em&gt;Orang beriman:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk ibadah, &lt;/strong&gt;Nabi SAW bersabda,”Shalatlah kamu (shalat sunnah) di sudut-sudut rumah kamu niscaya rumah kamu akan dipandang oleh penduduk langit bercahaya sebagimana kamu memandang bintang-bintang di langit.”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Khalifah&lt;/strong&gt;, yaitu melayani ummat sebagaimana hadits yang menunjukkan bahwa hak tamu untuk dilayani adalah tiga hari, setelah hari ketiga maka dihitung sedekah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Dakwah,&lt;/strong&gt; yaitu bagaimana orang masuk ke rumah kita mendapat hidayah sebagaimana rumahnya Fatimah binti Khaththab. Umar bin Khaththab masuk ke rumahnya langsung mendapat hidayah, mengapa ? karena di dalam rumah hidup amalan masjid yaitu &lt;em&gt;dakwah&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;ta’lim&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;ibadah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;khidmat&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;KENDARAAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;em&gt;Orang kafir :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Menggunakan kendaraan hanya untuk menyelesaikan urusan dunia saja, juga sebagai kesombongan dan status sosial.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;em&gt;Orang beriman :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Ibadah,&lt;/strong&gt; seperti dipakai untuk pergi ke Masjid, silahturahmi dll.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Khalifah,&lt;/strong&gt; yaitu untuk melayani saudara muslimnya, dipinjamkan untuk hajat muslimin&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Dakwah, &lt;/strong&gt;yaitu untuk berjuang di Jalan Allah. Nabi SAW bersabda, “seseorang yang memelihara kuda untuk digunakan jihad maka semua makanan, kotoran dan kencingnya dihitung sebagai kebaikan oleh Allah SWT”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Nabi SAW juga bersabda,”ada tiga hasil orang memiliki kendaraan, yaitu (1) orang yang mendapatkan Surga dari kendaraannya karena digunakan di jalan Allah SWT. (2) mendapat neraka karena dipakai untuk bermaksiat kepada Allah. (3) tidak memperoleh apa-apa di Akhirat karena hanya digunakan untuk keperluan dunia semata.”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;PERNIKAHAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;em&gt;Orang kafir :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;Pernikahan mereka hanya untuk menyempurnakan nafsu saja dan mendapatkan keturunan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;em&gt;Orang beriman :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Ibadah, &lt;/strong&gt;sesuai sabda Nabi SAW, “orang yang sudah menikah shalat 2 rakaatnya lebih baik dari pada 70 rakaat orang yang belum menikah.”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Khalifah, &lt;/strong&gt;yaitu dengan memiliki isteri kita bisa berkhidmat kepada tetangga sebagaimana hadis,”jika kamu masak, perbanyaklah kuahnya dan kirimkan kepada tetangga kamu.”&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Dakwah,&lt;/strong&gt; yaitu wanita/isteri dapat berdakwah sampai ke dapur-dapur tetangga kita, sedangkan laki-laki hanya sampai depan pintu saja. Kewajiban dakwah termasuk untuk wanita. Do’a-do’a wanita dalam dakwah sangatlah hebat melebihi do’a 70 wali Allah.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;strong&gt;Kategori:&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/tashihun-niat/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Tashihun Niat" rel="category tag"&gt;Tashihun Niat&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-7842515940424707392?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/7842515940424707392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=7842515940424707392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7842515940424707392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7842515940424707392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/maksud-hidup-umat-akhir-zaman.html' title='Maksud Hidup Umat  Akhir Zaman'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-7385501137188068781</id><published>2009-03-14T21:03:00.001-07:00</published><updated>2009-03-14T21:03:56.704-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-7385501137188068781?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/7385501137188068781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=7385501137188068781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7385501137188068781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7385501137188068781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/blog-post.html' title=''/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-2482063042255488149</id><published>2009-03-12T20:33:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T21:06:33.482-07:00</updated><title type='text'>Sahabat2 yang ambil bagian usaha nabi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnXL-GFLiI/AAAAAAAAAHo/ESLy8zsHd70/s1600-h/Kapolda--anton-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnXL-GFLiI/AAAAAAAAAHo/ESLy8zsHd70/s320/Kapolda--anton-dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312513836107247138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                               Kapolda Jatim&lt;br /&gt;Bridjen Anton Bahrul Alam                                                    &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnXLh6-bMI/AAAAAAAAAHg/dYS8LSXwSos/s1600-h/kasat+brimob.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnXLh6-bMI/AAAAAAAAAHg/dYS8LSXwSos/s320/kasat+brimob.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312513828544474306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                Kepala Brimob Lampung&lt;br /&gt;Drs.Waris Angono.MSi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnWiOAI6VI/AAAAAAAAAHY/ZxrB1vd8ep4/s1600-h/Gito-rolies2005-01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnWiOAI6VI/AAAAAAAAAHY/ZxrB1vd8ep4/s320/Gito-rolies2005-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312513118822787410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                almarhum Gito rollies&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnWRzBnrSI/AAAAAAAAAHQ/Rpc7q3nGmxw/s1600-h/sakti_sheila.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 236px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnWRzBnrSI/AAAAAAAAAHQ/Rpc7q3nGmxw/s320/sakti_sheila.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312512836703333666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                      Shakti sheila on 7&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnWR6oalOI/AAAAAAAAAHI/ghkyl99p16g/s1600-h/hengky_tornado_baby_silvia-20070927-001-wawan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 100px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnWR6oalOI/AAAAAAAAAHI/ghkyl99p16g/s320/hengky_tornado_baby_silvia-20070927-001-wawan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312512838745101538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hengky Tornado&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnWRz2fMQI/AAAAAAAAAHA/otg_2zJ9SqE/s1600-h/rano-karno.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 179px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnWRz2fMQI/AAAAAAAAAHA/otg_2zJ9SqE/s320/rano-karno.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312512836925075714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                        Ratno Karno&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;           &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span&gt;Kegiatan Program Itikaf &amp;amp; Silahturahmi Bridjen Anton Bahrul Alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;                                                          Sumber : Website Polda Kaltim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnV4-mS1lI/AAAAAAAAAG4/RBUwuFRNTMg/s1600-h/poltabes2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnV4-mS1lI/AAAAAAAAAG4/RBUwuFRNTMg/s320/poltabes2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312512410313217618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnV47cngZI/AAAAAAAAAGo/edHcTo1EKCk/s1600-h/kunker41.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 203px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnV47cngZI/AAAAAAAAAGo/edHcTo1EKCk/s320/kunker41.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312512409467322770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnV4QgX5xI/AAAAAAAAAGg/0oRH9gVJ6uY/s1600-h/kintap.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnV4QgX5xI/AAAAAAAAAGg/0oRH9gVJ6uY/s320/kintap.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312512397940352786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVj2HyEmI/AAAAAAAAAGY/uzGFVVnV1ds/s1600-h/kapolres-hss-kesan1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVj2HyEmI/AAAAAAAAAGY/uzGFVVnV1ds/s320/kapolres-hss-kesan1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312512047260504674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVj6mQmzI/AAAAAAAAAGQ/dfi6LB0HsXA/s1600-h/kapolda-taysyiah-tanbu-web.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 228px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVj6mQmzI/AAAAAAAAAGQ/dfi6LB0HsXA/s320/kapolda-taysyiah-tanbu-web.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312512048462076722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVjnvtdkI/AAAAAAAAAGI/2HbgUCdn3rg/s1600-h/kapolda-tausiah-lp8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVjnvtdkI/AAAAAAAAAGI/2HbgUCdn3rg/s320/kapolda-tausiah-lp8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312512043401442882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVQSaDLnI/AAAAAAAAAGA/g8OmX18Sdtc/s1600-h/kapolda-penutupan-itikaf3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 231px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVQSaDLnI/AAAAAAAAAGA/g8OmX18Sdtc/s320/kapolda-penutupan-itikaf3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312511711255932530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVQVU-6JI/AAAAAAAAAF4/BC1XP9SwGkk/s1600-h/kapolda-itikaf-4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVQVU-6JI/AAAAAAAAAF4/BC1XP9SwGkk/s320/kapolda-itikaf-4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312511712039987346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVQGGdSqI/AAAAAAAAAFw/Cz4bnKYQq_c/s1600-h/kapolda-bukapuasa-web27-300x203.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 203px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnVQGGdSqI/AAAAAAAAAFw/Cz4bnKYQq_c/s320/kapolda-bukapuasa-web27-300x203.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312511707952532130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnUt2AsMTI/AAAAAAAAAFo/lrsQE54GMGw/s1600-h/galeri-03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnUt2AsMTI/AAAAAAAAAFo/lrsQE54GMGw/s320/galeri-03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312511119517823282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnUtDPKtsI/AAAAAAAAAFg/-QOKLyX7ZkI/s1600-h/aluh-aluh1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnUtDPKtsI/AAAAAAAAAFg/-QOKLyX7ZkI/s320/aluh-aluh1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312511105888335554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-2482063042255488149?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/2482063042255488149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=2482063042255488149' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2482063042255488149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2482063042255488149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/sahabat2-yang-ambil-bagian-usaha-nabi.html' title='Sahabat2 yang ambil bagian usaha nabi'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QCOYOFzORuA/SbnXL-GFLiI/AAAAAAAAAHo/ESLy8zsHd70/s72-c/Kapolda--anton-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-7162072508378833527</id><published>2009-03-12T19:57:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T20:58:33.614-07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Kepala Brimob Lampung dalam dakwah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NAMA Kepala Satuan Brimobda Lampung AKBP Drs Waris Agono Msi mungkin agak terkesan unik. Jarang orang bernama Waris, kebanyak adalah Aris. Demikian dengan Agono, kebanyakan Wagono. Namun, rupanya dalam nama ini terkandung arti tersendiri. “Kata orangtua saya artinya anak sederhana,” ungkap lelaki kelahiran Boyolali 28 April 1968 ini.  &lt;br /&gt;   Selain nama yang unik, Kasat Brimob Lampung ini termasuk sedikit dari pejabat di kalangan Polri yang fasih berbicara masalah agama. Bahkan bila kita berbincang dengannya terasa ada nuansa agamis yang membuka cakrawala kita bahwa urusan manusia bukanlah masalah dunia, pangkat dan jabatan belaka.&lt;br /&gt;     Dan, nuansa agamis pula yang dikembangkannya dalam membina kesatuan, terutama anggota Brimob. “Tak kalah pentingnya adalah kita memberikan makanan ruhani kepada anggota, karena kalau makanan jasmani saja maka akan timbul ketidakstabilan,” ujar Waris.&lt;br /&gt;    Disadari akar dari tindakan penyimpangan negatif manusia adalah timbul karena per-soalan moral dan ethika. Makanya, pendidikan moral dan ethika menjadi sangat urgen sekarang&lt;br /&gt;      Waris menjadi polisi sudah meru-pakan keinginan sejak masih duduk dibangku SD. Terpikat melihat penampilan pamannya yang gagah dengan uniform Akabri, tertanam dalam diri Waris ingin pula menjadi polisi. Makanya ketika orangtuanya menyuruh dirinya masuk SPG atau SMEA, dirinya bersikukuh masuk SMA. “Lulusan SPG dan SMEA kan nggak bisa masuk Akpol,” bathinnya.&lt;br /&gt;       Setamat SMA dia masuk Akpol dan langsung lulus. “Saya memang telah menyiapkan diri.Pagi-pagi disuruh lari sama bapak kos saya itu. Dibangunkan diajak lari-lari, saya pun ikut lari terus kemudian diajari kalau tes jasmani, seperti ini, pisikologi begini-begini diajari sama beliau. Terus kemudian saya mengikuti tes pada saat tes itu saya yakin sajalah.”&lt;br /&gt;      Dan Waris benar-benar lulus tanpa didampingi sama sekali. Dia mengaku orangtuanya orang kampung, waktu disodori surat pernyataan kesanggupan mengembalikan biaya apabila meninggalkan pendidikan, ayahnya tak mau tanda tangan. Karena takut dari mana harus mencarikan uangnya nanti. Akhirnya waris mengadu ke ibunya dan akhrinya ibunya yang tanda tangan setelah diubah di formulir.&lt;br /&gt;      Sejak lulus Akpol 1990 sampai sekarang Waris melulu tugas di kesatuan Brimob. Mula-mula Danton di Satbrimob Pus sampai menjadi Komandan Kompi di sana, walau sempat diselang-selingi pendidikan PTIK dan KIK UI. Setamat KIK UI, Waris menjadi Dan Yon Sat Brimobda Polda Jawa timur berkedudukan di Malang. Tahun 2005 mengikuti Sespim, setamat Sespim menjadi Kaden A Brimob Polri dan sejak 2007 menjadi Kasat Brimobda Lampung. Sebagaimana galhibnya Brimob, Waris pun kerap mengikuti penugasan operasi. Mula-mula Tahun 1994 Dalam Operasi Pulau Galang pemulangan pengungsi Vietnam di Riau, Tahun1998 Komandan Kontingen ABRI Masuk Desa antar Pulau di Aceh Barat, Tahun 1999 Operasi PPRM di Aceh, 1009 juga Operasi Sadar Renjong Aceh, 2003 Operasi Tegak Rencong, Tahun 2003 Operasi Darmil, 2006 Operasi Mutiara di Maluku, lalu Operasi Perdamaian Poso. Berikut wawancara dengan Waris. Petikannya: &lt;br /&gt;Ada pengalaman yang menarik sewaktu mengikuti operasi?&lt;br /&gt;      Banyak. Setiap penugasan punya kesan sendiri-sendiri. Namun yang berkesan sekali sewaktu Operasi Mutiara tahun 2006 di Maluku. Di situ saya bertemu dengan ustad-ustad, kepada saya disampaikan bahwa setiap manusia mempunyai kewajiban untuk berdakwah. Karena itu dulu para nabi diutus berdakwah untuk mengagungkan asma Allah namun karena nabi sudah tidak ada lagi siapa yang akan meneruskan usaha dakwah,yah umat manusia akhir jaman ini.Dakwah dapat dilakukan dengan bermacam-macam.Ustad menawarkan untuk ikut dalam usaha dakwah tersebut.&lt;br /&gt;     Apabila usaha dakwah berjalan maka tugas polisi enak, karena tugas ini diemban oleh setiap orang. Bukan ulama saja. Jika setiap orang tidak akan lagi mengenal agama, azab terjadi dimana-mana, bila ada kerusakan maka ini bukan salah siapa-siapa karena manusia tidak punya iman lagi.&lt;br /&gt;       Karena ini ada hubungan dengan tugas kepolisian lalu saya bertanya bagaimana tehnik dakwahnya, dijelaskan sama seperti Rasul SAW. Rasul berdakwah tidak minta bayaran tapi mendatangi umat, seperti polisi. Polisi yang mendatangi masyarakat bukan masyarakat didatangi polisi.&lt;br /&gt;       Mulaiilah saya tertarik. Apalagi di dakwah ada batasan-batasan yang sama dengan batasan di kepolisian, misalnya tidak bicara politik, tidak bicara aib masyarkat, tidak boleh bicara khilafiyah, lalu mendekati ulama, ahli tasauf dsb.&lt;br /&gt;  Berapa lama proses sampai Anda mengikutinya ?&lt;br /&gt;      Dua bulan. Sebenarnya saat di Kelapa Dua (Mako Pus Brimob, red) saya melihat jamaah selesai salat membaca hadis tentang keutamaan salat, dakwah baca Al Quran. Menurut saya itu bagus, kemudian di Ternate mulailah saya berjaulah dengan ustad. Saya ikut berpakaian sunnah (gamis, red), orang tidak tahu bahwa saya adalah Kaden Satbrimob.       Ternyata bermanfaat untuk tugas kepolisian. Dari sini saya tahu bagaimana citra polisi di lapangan. Informasi yang saya dapat ini saya sampaikan ke bapak Kapolda&lt;br /&gt;Adakah perubahan prilaku dan kebijakan dalam diri Anda kemudian?&lt;br /&gt;      Ya. Kita kan belajar, bahwa dalam hadis disebutkan bahwa orang yang kuat adalah orang  mampu mengendalikan amarahnya. Saya sempat terkejut dengan bunyi hadis ini. Sebab selama ini kalau lihat anggota yang bersalah langsung saya hantam saja. Nah dengan dakwah ini saya dapat memberikan peringatan dengan lemah lembut. Kalau dulu saya keras kini saya sering ajak anggota salat berjamaah. Yang tidak salat saya tanya masak kita dipanggil komandan cepat, apalagi Allah yang memanggil. Nah dengan cara ini ternyata anggota mendidiknya lebih mudah.&lt;br /&gt;Dan keuntungan lain?&lt;br /&gt;      Ada perubahan yang besar dalam diri saya menyangkut keimanan. Saat operasi di Aceh kalau tidak ada keyakinan kepada Allah yang menolong mungkin saya sudah meninggal, karena kita disana sering disanggong, dan saya tidak pakai pakaian anti peluru.&lt;br /&gt;Apakah dakwah ini sejalan dengan tugas ?&lt;br /&gt;      Justru ini saya sangat tertarik dengan dakwah ini. Saat saya di Malang mendirikan Polmas kami sendiri yang mendatangi warga dari rumah ke rumah untuk melatih anjing milik warga dengan anjing pelacak herder. Nah tehnik mendatangi warga dari rumah ke rumah adalah tehnik dakwah yang saya ikuti artinya sejalan.&lt;br /&gt;Memimpin Brimobda Lampung ini, apa saja yang Anda lakukan?&lt;br /&gt;      Sebenarnya saat saya ditugaskan Mabes di sini, saya bertanya dengan diri saya apakah saya mampu untuk melaksanakannya. Saya salat dan percaya bahwa Allah menolong saya. Saya lalu melakukan audit kesehatan organisasi, terutama kondisi seputar manusianya bagaimana, kemampuannya, disiplinnya, kondisi fisik terutama rohaninya. Saya melihat dalam masalah pembinaan rohani telah berjalan namun hanya membaca yasin kemudian mendengarkan ceramah. Ini lalu kita tingkatkan setiap Jumat anggota kita sebarkan untuk salat berjamaah dengan masyarakat, sehingga tidak ada lagi kesan ekslusif.&lt;br /&gt;      Jika satuan itu eksklusif  atau  tidak mengenal masyarakat ia akan cenderung arogan, merasa paling hebat. Tapi dengan mengenal masyarakat polisi mempunyai akan menjalankan sifat pelindung dan pengayoman. Ternyata tanggapan masyarakat terhadap program ini positif. Dan sebelum di Lampung, program ini sudah dijalankan di Ternate dan juga di Kelapa Dua  tanggapan masyarakat pun baik. Jadi yang kita jalankan di sini meneruskannya saja.&lt;br /&gt;Ada umpan balik setelah mereka berbaur dengan masyarakat, misalnya laporan atau sebagainya?&lt;br /&gt;      Sebenarnya mereka diberi satu kewajiban untuk mengenal satu orang saat mereka berbaur dengan masyarakat. Dan untuk diingat kegiatan pendekatan diri ke masyarakat juga berlaku juga bagi non muslim, sebagai contoh umat Kristen setelah saat mereka ke Gereja pun harus kenal dengan satu orang itu. Nah, kalau satu tahun berapa banyak dia kenal orang. Sudah mengenal 365 teman. Itu satu detasmen. Jadi tiada hari tanpa kawan baru, itu untuk bidang rohani.&lt;br /&gt;Untuk peningkatan fisik?&lt;br /&gt;      Untuk pembinaan fisik dengan bela diri. Saya buktikan di Malang dan Kelapa Dua. Sebab bila setiap anggota memiliki kemampuan bela diri rata-rata sama maka dia mampu untuk ditugaskan kemana saja. Kalau di sini kita memilih olah raga bela diri Tarung Derajat karena ternyata sebelumnya di sini sudah ada, namun belum maksimal pembinaannya. Hanya beberapa personal saja. Maka kita masalkan. Seluruh anggota Brimob ikut. Dan olah raga Tarung Derajat ternyata filosofinya sangat tinggi. Misalnya di sana ditanamkan menghormati orang, walau kita mempunyai kemampuan tapi kita harus bersikap ramah. Aku ramah bukan berarti takut, aku tunduk bukan berarti takhluk.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan hasil program selama ini, apa bisa dilihat dari penurunan angka pelanggaran disiplin misalnya?&lt;br /&gt;      Saya lihat tingkat kedisiplinan meningkatlah. Fisik juga demikian, dulu waktu saya pertama kali datang bertugas di daerah ini mereka diajak lari, lima belas menit mereka sudah teriak-teriak. Sekarang nggak lagi. Tapi pelanggaran tergantung kita melihatnya. Begini tahun 2006 lalu, banyak yang melanggar namun hukuman belum diberikan sehingga tahun ini kita berikan sanksi, jadi pelanggaran tahun ini terkesan banyak padahal pelanggaran tahun lalu. Kalau ini tidak kita berikan hukuman maka kasihan dengan anggota yang lain. Kita juga memberikan penindakan untuk memperbaiki anggota itu sendiri hukuman ini bukanlah balas dendam, tapi demi kebaikan anggota itu sendiri.&lt;br /&gt;Pelaksanaan Polmas di Brimob bagaimana?&lt;br /&gt;      Polmasnya sama sebagaimana kami terapkan di Ternate dulu, Polmas untuk Brimob sudah ada pedoman pelaksanaan Polmas sudah diterbitkan Kakor Brimob dan itu memang berbeda dengan Polmas dengan satuan kepolisian wilayah. Brimob Polmasnya Brimob ikatan regu atau kelompok, Polmasnya wilayah kan sendirian. Makanya dengan digabungnya dengan kegiatan agama itu dia ada posko ditempat-tempat ibadah itu. Kalau poskonya di warga masyarakat kita nggak bisa ngontrol.        Dengan kegiatan agama maka dia belajar silaturahmi dari ke rumah-rumah, mengenalkan diri nama. Misalnya nama saya Haris saya dari Masjid Mujahidin Brimob Rawa Laut, saya menawarkan bapak ke mesjid untuk salat berjamaah. Lalau setelah salat diajak ngobrol. Ngobrolnya agama memang awalnya cerita tentang dunia kamtibmas dan bicara agama&lt;br /&gt;Anda sekarang masih menjalani kegiatan dakwah ini ?&lt;br /&gt;      Insyaallah masih.&lt;br /&gt;Banyak nggak anggota yang tertarik?&lt;br /&gt;      Banyak. Tiap akhir minggu, sebanyak 14 sampai dengan 20 orang kita keluarkan jemaah untuk ikut kegiatan agama bersama santri, anggota masyarakat luar. Jadi tidak untuk anggota kita saja. Dengan demikian masyarakat kenal dengan warga. Kalau kita tanya setelah mereka iktikaf tiga hari itu anggota sudah bisa mengaji salat, pulang lebih santun dan jaringan lebih luas. Nah, bicara jaringan, empat bulan saya di sini jaringan saya sudah banyak, sebab jaringan ini diperoleh dari pendakwah-pendakwah itu, jadi informasi kita lebih banyak  Dan untuk diketahui ikut dakwah ini bukan untuk ketenaran dunia. Saya ikut untuk memperbaiki diri saya dan bersilaturahmi dengan warga. Karena janji Allah bagi orang yang bersilaturahmi maka akan dipanjangkan umurnya, diampuni dosa-dosanya, diluaskan rezekinya. Bagaimana tidak panjang umurnya kalau saya saja bertemu dengan Anda bawaannya guyon-guyon, tertawa melulu, nah dengan demikian lupa dengan berbagai masalah-masalah,sebab kita berbicara iman dan amal saleh, tidak bicara kejelekan orang, bicara iman maka iman kita meningkat. Diluaskan rezekinya mana tahu kalau saya bersilaturahmi ke rumah bapak, bapak ada jeruk, apel. Kita tidak berharap demikian namun kita hanya berharap kepada Allah. Lalu diampuni dosa-dosanya, dan ini adalah janji Allah.&lt;br /&gt;Lalu dari visi, misi ini Brimob mendukung?&lt;br /&gt; Ya. Sebab menurut saya pembinaan rohani penting. Bukan hanya pembinaan fisik, administrasi, operasional, jasmani. Rohani paling penting karena kalau orang hanya mementingkan jasmani saja dan tidak memikirkan rohani maka orang tersebut akan bersipat hedonisme lalu materialistis. Tapi kalau kebutuhan rohani telah diberi makan maka tersebut akan pandai bersyukur, Alhamdulillah ada rezeki. Hidupnya akan lebih makmur dan bahagia. Karena bahagia bukan karena jabatan dan harta, kebahagian itu bila seseorang menjalankan agama dengan cara sempurna. Kalau Allah letakkan kebahagian hidup dalam harta maka hanya orang berharta saja yang bahagia. Kalau Allah meletakkan kebahagian dalam pangkat maka hanya orang memiliki pangkat saja yang bahagia yang tidak mempunyai pangkat maka tidak akan bahagia. Kalau rohani polisi tidak kuat maka dia akan mencari tambahan dengan cara melenceng, tapi bila rohaninya kuat maka dia akan cari tambahan dengan cara yang halal.   Apalagi polisi ini banyak yang jadi ‘kontraktor’, rumah mengontrak lalu kredit motor. Brimob ditata rohaninya agar menjadi baik. Karena Brimob juga banyak yang ‘kontraktor’,rumah kontrak kredit motor. Hanya 20 persen yang memiliki rumah sementara 80 persen kontrak.  Yang menjadi persoalannya, biasanya godaan, karena ada imej masak polisi miskin? Itulah dengan ilmu agama tadi anggota dapat menjelaskan kepada warga bahwa tidak setiap polisi miskin, ada yang kaya mungkin pintar berbisnis, polisi banyak temannya mungkin juga dia dapat warisan dari orang tuanya, atau disokong oleh keluarganya.Kalau ada imej bahwa polisi itu kaya dengan cara yang kurang baik maka itu harus dibuktikan dan kita suuzon lagi.&lt;br /&gt;Dalam beberapa bulan ini, setelah Anda bertugas di sini apakah ada anggota yang berubah prilaku?&lt;br /&gt;   Insyaallah ada. Kemarin saya mengajak anggota ikut kegiatan pesantren kilat tiga hari, ada yang berubah prilakunya.Yang merubah sifat ini bukan kita tapi Allah, kita hanya berdoa ya Allah rubahlah sifat si A ini.&lt;br /&gt;Ada yang menolak kegiatan?&lt;br /&gt; Ada. Kita telah memperintahkan tapi dia nolak-nolak begitu. Alasannya istri sakit, padahal istrinya tidak sakit. Tapi begitu dia keluar rumah katanya kepada isterinya dia ikut program agama. Nggak tahunya dia bergaul diluar, timbul masalah, dia dugem.Uang habis nggak mau bayar akhirnya ribut. Diajak ibadah nggak mau tapi maksiat mau akhirnya ketangkap juga. Itulah hukuman yang ditunjukkan Allah, dia mendapat tarbiyah (pendidikan) sendiri.&lt;br /&gt;Anda sendiri mempunyai motto dalam hidup?&lt;br /&gt; Banyak. Saya menerapkan prinsip, tiada hari tanpa kawan baru. Lalu, jiwa ragaku demi kemanusiaan. Dan dalam berbuat saya punya motto, orang lain baru berfikir kami sudah berbuat. Dan, kami juga berprinsip, “Kami bukan yang terbaik, tapi kami akan lakukan yang terbaik.”(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-7162072508378833527?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/7162072508378833527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=7162072508378833527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7162072508378833527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7162072508378833527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/pengalaman-kepala-brimob-lampung-dalam.html' title='Pengalaman Kepala Brimob Lampung dalam dakwah'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-7347783331959668383</id><published>2009-03-12T19:56:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T20:59:43.176-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Dakwah mahasiswa di amerika</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman Seorang Mahasiswa di Amerika Serikat&lt;br /&gt;Maha besar Allah yang telah menciptakan manusia berbangsa bangsa, bersuku suku, dan bermacam macam bahasa dan agama atau keyakinan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Setiap benda yang diciptakan oleh Allah dan kita lihat adalah cantik dan indah, lihatlah bermacam warna warni bunga2, lihatlah pula bermacam warna dan warni ikan di laut, lihat pula lah bermacam wajah dan warna kulit manusia, dan terakhir kita lihat pula bermacam macam keyakinan dan bermacam cara pengabdian kepada Tuhan. Subhanallah, Maha suci Allah yang menciptakannya.&lt;br /&gt;Lain lubuk lain ikannya, lain kepala lain pendapatnya. Jemaah Tablig adalah sebuah jemaah Islam yang berpusat atau lahir di India yang mayoribeg penduduknya adalah beragama Hindu. Pemimpin Rohani jemaah Tabligh adalah Maulana Muhammad Ilyas lahir tahun 1885 dan meninggal tahun 1944 di kota Khanda, India .&lt;br /&gt;Waktu saya tinggal di USA, salah seorang jemaah Tabligh mendekati saya, seorang pemuda yang fasih berbahasa English, dengan ramah tamah, senyumnya yang menawan, ia ingin berkenalan dengan saya dan saya diundang kerumahnya.&lt;br /&gt;Ia menerangkan tentang pentingnya umat islam melakukan dakwah secara sungguh sungguh dan terpadu. Sebab kalau tidak demikian katanya, umat islam makin hari makin lemah keimanannya, karena mereka sibuk dengan segala aktivibeg sehari hari, baik sibuk bekerja, sibuk belajar, mereka lupa akan Tuhan, lupa bershalat berjemaah di Mesjid dll.&lt;br /&gt;Dan bahkan mereka bisa lupa bershalat sebagai tiang agama dan akhlaq Islam. Inilah kami dari Jemaah yang sangat concern sekali terhadap pentingnya berdakwah mengajak teman2 kita untuk kembali kejalan yang di ridhoi Allah swt.&lt;br /&gt;Sedangkan Rasulullah dan sahabat2 beliau mati matian, dan bahkan Nabi sendiri tidak jarang dilempari oleh batu2 sampai tubuh Nabi berlimang darah karena luka2. Tapi beliau tidak menyerah, beliau tidak marah dan membalas, beliau tetap tegar menyampaikan wahyu wahyu Allah dengan sopan santun, lemah lembut dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;Dan sampai sekarang berkat perjuang karena Allah semata mata, umat Islam sudah mendunia dengan jumlah umatnya lebih dari satu milyar orang. Kita bisa hidup beriman dan beragama Islam berkat perjuangan beliau yang mati matian.&lt;br /&gt;Kemudian ia meneruskan penjelasannya tentang dakwah Tabligh yang dilakukannya. Mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabat berdakwah maka jemaah Tabligh 3 hari dalam sebulan, mulai hari Jumat sore sampai hari minggu berikutnya, menyediakan waktu, berkorban tenaga, meninggalkan keluarga pergi berdakwah ke kota kota lainnya. Ia dan kawan kawan pergi mengunjungi kota kota lain dan tinggal disana, apakah di mesdjid atau di sebuah rumah jemaah. Ia mengajak saya untuk ikut untuk bertabligh.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, pada suatu hari, saya mengikutinya pergi ke sebuah kota Tulsa , berjarak 3 jam naik mobil. Kami (4 orang jema?ah)tinggal disebuah rumah jemaah Pakistan yang sudah lama tinggal di Amerika.&lt;br /&gt;Selama tiga hari kami pergi mengunjungi teman teman seiman, orang orang Islam yang tinggal disekitar kota Tulsa . Kami di guide oleh seorang Jemaah yang tinggal di Tulsa . Kami bersama sama mengunjungi rumah rumah atau apartemen2 atau sekolah sekolah dimana orang orang islam kemungkinan bisa bertemu, tanpa memberitahu lebih dahulu.&lt;br /&gt;Seperti seorang salesman menjualkan dagangannya dari pintu ke pintu rumah,door to door marketing?&lt;br /&gt;Suatu trategi yang baik dan sukses, walaupun berat melakukannya bagi orang yang kurang kuat kecintaannya kepada Rasulullah saw, tapi bagi mereka-mereka yang sudah biasa dan karena kecintaan kepada Tuhan dan agama Islam, bagi mereka saya lihat adalah suatu yang lezat, suatu perjuangan, kalau ada orang yang dapat ikut, itulah suatu kebahagian yang besar.&lt;br /&gt;Tapi kalau tidak berhasil pada hari itu, juga suatu hal biasa dan diterima dengan hati yang besar pula , mungkin pada suatu hari ada orang yang terbuka hatinya untuk ikut bersama. Sesuatu yang dikerjakan dengan kasih sayang dan cinta, semua akan indah dan ringan melakukannya.&lt;br /&gt;Kadang kadang kami bisa berberjumpa dengan penghuni rumah dan berbicara tentang kebesaran agama islam serta mengajak mereka untuk shalat berjemaah di mesjid, dan terkadang pula kami tidak bisa diterima, karena penghuni rumah ada kesibukan yang lain atau ada tamu dan sebagainya.&lt;br /&gt;Tapi bagi kami semua tidak menjadi masalah, lain kali kami datang lagi. Semua sudah ditentukan oleh Allah swt.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kesan kesan saya selama mengikuti bertabligh dengan jemaah Tabligh ini sangat menarik hati saya.&lt;br /&gt;Semua kami mengerjakan tabligh ini hanya karena Allah semata mata, valonteer, suka rela untuk bekerja mengajak teman2 untuk bersama sama berjemaah di mesdjid, tanpa ada maksud tertentu, tanpa ada orang yang membiayai perjalanan dll, hanya untuk kebaikan saja, agar teman teman yang se islam, seiman jangan lupa akan Allah, jangan lupa shalatnya, jangan hilang keimanannya sewaktu tingal di negeri non muslim.&lt;br /&gt;Subhanallah, bukan main cantik dan indahnya mereka- mereka ini berdakwah untuk kepentingan orang lain agar orang jangan berdosa, agar orang lain jangan mendapat azab di akhirat nanti, subhanallah. Suci dan indah sekali niatnya.&lt;br /&gt;Kesan- kesan yang menarik dan indah saya alami sendiri adalah hidup sederhana, tinggal di mesjid atau di rumah jemaah, tidur dilantai, terkadang kita memasak sendiri. Kalau makan bersama sama dari piring yang besar, terasa akrab.&lt;br /&gt;Dalam makan bersama ini yang menarik perhatian saya adalah betapa bersihnya piring tempat kita makan, karena tidak satu biji nasipun yang tertinggal, begitu pula kuah2nya habis dimakan dengan nimatnya. Maha Suci Allah dengan nikmat dan karunianya yang banyak.&lt;br /&gt;Kemudian shalat bersama sama dan membaca Hadits.&lt;br /&gt;Kita dapat merasakan betapa beratnya mengajak orang kepada kebaikan secara lahiriah karena meningalkan keluarga, makan sederhana mungkin. Tapi ada sesuatu hadiah yang diberikan oleh Allah dalam menjalan tabligh seperti ini antara lain; dapat bersilahturahmi dengan kawan2 seiman dan bertambahnya teman2 baru.&lt;br /&gt;Kedua pikiran menjadi fresh dari pekerjaan rutin yang biasa dikerjakan dirumah. Dapat merasakan betapa beratnya Rasulullah saw bedakwah karena Allah semata mata untuk mengajak manusia ke jalan Allah.&lt;br /&gt;Terakhir menambah keimanan kita, kesayangan kita kepada Rasulullah saw dan para sahabat2nya.&lt;br /&gt;Maha Suci Allah, hebatnya, cantik dan indahnya perjuangan teman-teman dari jemaah tabligh semoga Allah menambahkan rahmat dan karunianya kepada mereka dalam mengembangkan, menjaga, dan mejayakan umat Islam di tengah masarakat dunia yang terbuka.&lt;br /&gt;Demikianlah, kesan kesan indah kami, semoga ada manfaatnya, sekiranya ada kesalahan2 kami mohon dimaafkan karena kelemahan kami dalam memahami sesuatu, yang benar adalah milik Allah semata. Terimakasih.&lt;br /&gt;Wasalamu?alaikum wr wb&lt;br /&gt;Abdul Latif&lt;br /&gt;http://www.mail-archive.com/hidayahnet@yahoogroups.com/msg01724.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-7347783331959668383?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/7347783331959668383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=7347783331959668383' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7347783331959668383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7347783331959668383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/perjalanan-dakwah-mahasiswa-di-amerika.html' title='Perjalanan Dakwah mahasiswa di amerika'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-5937805193534107489</id><published>2009-03-12T19:49:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T20:59:02.395-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Sakti Sheila on Mendapat Hidayah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hati Hidayah sungguh sumringah saat di layar telepon selular muncul nama Sakti. Sedari siang Hidayah yang mencari Sakti di kota Bandung agak panik, karena telepon selular mantan pemetik gitar Sheila on 7 itu tak bisa dihubungi. Sehari sebelumnya ia bilang bahwa tengah berada di daerah Ujung Berung Bandung, tapi setelah didatangi ternyata dia sudah tidak ada.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum…maaf Mas, sekarang saya udah pindah. Ada di masjid Jami Al-Ukhuwwah kompleks Bumi Panyileukan…,” begitu bunyi sms-nya.&lt;br /&gt;Sakti ternyata tengah mengikuti satu kegiatan dakwah dan tarbiyah sebuah organisasi Islam bernama Jamaah Tabligh selama 40 hari. Kegiatanyang dinamai khuruj itu mengharuskan pesertanya berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain, dari satu masjid ke masjid lain, guna berdakwah dan melatih diri dalam beribadah secara ihklas kepada Allah SWT. Sehari sebelumnya Sakti memang berada di Ujung Berung namun pada hari itu ia sudah berpindah ke Panyileukan yang jaraknya tidak terlalu jauh.&lt;br /&gt;Mengenakan gamis putih bergaris-garis, berkopiah dan bercelana hitam, ia tampak tengah berwudhu bersama para jamaah yang lain. Dari kejauhan, Sakti terlihat lebih kurus, namun wajahnya tampak bersih. Jenggot hitam lebat yang memenuhi dagu dan sebagian pipinya tak mampu menyembunyikan wajah mudanya yang tampan.&lt;br /&gt;Selepas sholat Ashar , Sakti tampak bersalaman dengan imam sholat, ia lalu beranjak ke pojok masjid mengambil buku Fadhilah Amal. Sesaat kemudian, pria bernama lengkap Sakti Ari Seno itu duduk menghadap jamaah dan mulai membacakan beberapa hadist dari buku itu. Jamaah lain mendengarkan dengan seksama. Suara Sakti terdengar lancar sekalipun volumenya terdengar perlahan.&lt;br /&gt;Bila mengingat Sakti pernah merajai panggung musik tanah air bersama Sheila on 7, pemandangan itu menghadirkan perasaan yang lain. Mengawali karier musik lewat album Sheila on 7 ( 1999 ), yang dilanjutkan dua album lainnya yang meledak di pasaran, Kisah Klasik Untuk Masa Depan ( 2000 ) dan Anugerah Terindah yang pernah Kumiliki ( 2000 ), Sakti bersama empat orang karibnya, Erros, Duta, Adam dan anton, adalah ikon penting musik tanah air waktu itu.&lt;br /&gt;Di setiap sudut negeri, lagiu-lagu Sheila seperti Sephia, Jadikanlah Aku Pacarmu, Dan, Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki, dan masih banyak yang lainnya diperdengarkan dan dinyanyikan siapa saja. Kini pemandangan Sakti yang seperti itu tentulah menghadirkan sebuah kontras karena orang tahunya ia adalah pemetik gitar kalem. perannya menjadi warna sendiri di panggung mendampingi permainan gitar Erros yang atraktif di setiap show Sheila.&lt;br /&gt;“Saat ini saya tetaplah seniman, dan sesekali masih memegang gitar,” ujar Sakti yang jari-jarinya refleks memperagakan chord-chord gitar di dekat perut seperti memainkan gitar betulan. namun Sakti mengaku memang mengurangi kegiatan-kegiatan bermusik dan memperbanyak kegiatan agama karena ia merasa harus lebih banyak belajar.&lt;br /&gt;Menurut Sakti, setiap profesi adalah sah saja hukumnya asal setiap orang mengetahui apa kebutuhan Allah baginya. ” Artinya berprofesi sebagai seniman, dosen, dokter atau apa saja, selama kita mengetahui apa kebutuhan Allah bagi kita, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia di dunia dan akherat. Seperti almarhum Gito Rollies , beliau seniman tapi juga berusaha mengerti apa kebutuhan Allah abeg dirinya, ” ujar Sakti lagi.&lt;br /&gt;Maut dan Pakistan&lt;br /&gt;Sakti memetik cahaya hidayah di kotaa Adisucipto, Yogyakarta, lima tahun lalu. Saat itu ia bersama Erros akan terbang ke Malaysia untuk menerima penghargaan musik di negeri jiran itu. Saat menunggu pesawat, ia masuk ke sebuah toko buku. Matanya tertumbuk pada sebuah buku berjudul “Menjemput Sakaratul Maut Bersama Rasulullah”.&lt;br /&gt;“Saat itu sedang musim kecelakaan pesawat. Hati jadi tidak menentu, kepikiran bagaimana kalau pesawat yang saya tumpangi jatuh dan saya mati, bagaimana nanti jadinya,” ujarnya mengenang.&lt;br /&gt;Buku itu lalu ia beli dan ia bawa kembali saat pulang. Di rumah, perasaannya semakin trenyuh karena mendapati ibunya sedang sakit lantaran sebelah paru-parunya mengecil. Pikirannya makin lekat pada kematian setelah seorang bibinya yang datang menjenguk membawakan sebuah majalah keagamaan yang juga bicara kematian.&lt;br /&gt;Rentetan peristiwa itu membuat Sakti merasa diingatkan Allah tentang kematian, hal yang dulu sama sekali tak pernah ia pikirkan.&lt;br /&gt;“Kita semua akan mati. Masalah waktunya, kita tak pernah tahu,” ujarnya pelan.&lt;br /&gt;Ia seperti tersadar bahwa amal di dunia sangat menentukan kebahagiaan di akherat. Pikirannya semakin fokus pada kematian setelah dalam pengajian-pengajian yang ia ikuti ia memperoleh pengetahuan betapa dahsyatnya kepedihan akherat, dan sebaliknya betapa indahnya kebahagiaan disana.&lt;br /&gt;“ Bila semua kesengsaraan di dunia ini dikumpulkan apa itu sakit parah, kecelakaan, tangan putus, tsunami dan sebagainya tidak ada artinya jika dibandingkan kesengsaraan di akherat yang paling ringan sekalipun, bagai setitik air di lautan. begitupun sebaliknya, jika semua kebahagiaan di dunia di kumpulkan tak ada artinya jika dibandingkan dengan kebahagiaan yang ada di surga Allah,” ujarnya serius.&lt;br /&gt;Hal itu menjadi motor dalam dirinya untuk terus belajar agama. Ia juga mulai tahu bahwa amal itu tak hanya untuk diri, tapi juga untuk orang lain. Karenanya, ia ingin seutuh mungkin masuk ke dalam agama Allah yang rahmat ini, hingga seluruh bagian dirinya termasuk di dalamnya. Sakti mengibaratkan itu seperti masuk kedalam mobil.&lt;br /&gt;“Kan tidak mungkin tubuh kita sudah masuk mobil tapi kaki kita tertinggal.” ujar ayah Asyiah Az-Zahra ( 1 tahun ) dan suami Miftahul Jannah ( 23 tahun ) ini menegaskan.&lt;br /&gt;Dengan segala kekuatan hati itu, bisa dimengerti mengapa Sakti sampai mau melepaskan posisinya sebagai anggota Sheila on 7, posisi yang diimpikan jutaan anak muda di Indonesia. Menjadi bisa dimengerti pula mengapa Sakti sampai mau berkeliling dari masjid ke masjid untuk berdakwah.&lt;br /&gt;Keutuhan Islam itu yang kini ia kejar dengan segiat mungkin belajar dan beribadah. Ia sempat belajar di beberapa pengajian dari berbagai aliran Islam yang ada. Tapi hatinya kemudian merasa cocok dengan Jamaah Tabligh/ kepergiannya ke Pakistan tahun 2006 lalu untuk belajar yang banyak diberitakan media sebagai alasan ia keluar dari Sheila, ternyata tak lain untuk mengejar keutuhan itu.&lt;br /&gt;“Saya ke India, Pakistan dan Baghdad, disana saya melihat bagaimana agama dijalankan dengan sebenar-benarnya. Dari situ saya tahu ada hak tetangga dalam diri kita, ada ajaran kasih sayang pada sesama.” ujarnya sambil menceritakan bagaimana ia bertemu dengan muslim dari segala bangsa disana.&lt;br /&gt;Sakti sempat ditanya seorang ustadz saat di Pakistan. bagaimana perasaannya jika melihat orang dekat,keluarga, dan lain sebagainya jauh dari agama Allah? bagimana rasa kasih sayang itu harus diwujudkan dalam konteks ini? bagimana rahmat bagi seluruh alam yang menjadi merk agama ini dapat kamu perankan. Bagaimana perasaan cinta Nabi kepada Allah yang ditransfer kepada umatnya dapat pula ditransfer kepada orang di sekeliling kita? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi kesan tersendiri di hatinya untuk semakin kukuh di jalan ibadah dan dakwah.&lt;br /&gt;Jalan Menuju Kekasih Allah&lt;br /&gt;Hubungan karib dengan teman dan para penggemar memembuat dua pihak inilah yang paling dulu mengerti dengan jalan hidup yang ditempuh Sakti sekarang. Sementara pihak keluarga sebelumnya agak sulit mengerti, tapi kemudian bisa memaklumi. Dari penggemarnya, Sakti bahkan menerima buku-buku agama yang dikirim khusus untuknya.&lt;br /&gt;Sampai saat ini, Sakti mengaku masih sering bersilaturahmi dengan teman-temannya di Sheila. Di milis Sheila gank milik para penggemar Sheila, nama Sakti juga masih sering disebut. Sekalipun frekuensi pertemuan sudah mulai berkurang, Sakti mengaku masih saling berpaut hati dengan teman-temannya yang sama sama merintis karier dari Yogyakarta itu.&lt;br /&gt;“Dalam doa, saya selalu menyebut teman-teman agar mereka bisa di dekatkan dengan Allah,” ujarnya.&lt;br /&gt;beberapa kali Sakti tercatat menjadi bintang tamu konser Sheila. Dua diantaranya saat konser di sebuah sbegiun swasta dan konser 1000 Gitar yang diadakan di Yogyakarta tahun lalu. Acara yang melibatkan beberapa gitaris ternama tanah air itu antara lain Ian Antono ( God Bless ) , Eet Sjahranie ( Edane ) dan Teguh ( Coconut Treez ) itu, turut dimeriahkan Sakti yang menjadi tamu misterius berduet dengan Erros membawakan lagu Little Wings milik Jimi Hendrix. Sakti tampil dengan menggunakan baju muslim yang sudah jadi pakaiannya sehari-hari.&lt;br /&gt;Dengan seorang temannya, Sakti kini tengah menggarap sebuah album religi yang ia harapkan dapat dirilis Ramadhan tahun ini. Misinya mengeluarkan album kali ini dengan mantap, ia sebut sebagai wujud ibadahnya kepada Sang Rabb.&lt;br /&gt;“Materi sedang disiapkan yang isinya tentang pengalaman dan penyampaian saya tentang keberislaman,” ujarnya seraya berharap album itu bisa jadi asbab hidayah bagi yang mendengarkan.&lt;br /&gt;Lalu seberapa bahagia Sakti sekarang ? Ia hanya tersenyum seraya mengucap tahmid. Menurutnya, mengutip perkataan seorang ulama yang pernah didengarnya, semakin kita mengenal makhluk semakin kita mengenal allah semakin kita tahu kesempurnaan-Nya dan siapa saja yang semakin tahu kesempurnaan Allah ia akan tenang dan bahagia.&lt;br /&gt;“Dulu saya tak tahu dimana harus bersandar bila ada masalah, saya juga tak tahu apa sebenarnya tujuan hidup ini. Tapi setelah diberi kesempatan semakin mengenal Allah, kita sadar bahwa Dia Maha pengasih, Maha Penyayang semua makhluk, Maha penjawab setiap doa, kita jadi tahu bahwa Dialah tempat bersandar yang paling tepat”, ujarnya pasti.&lt;br /&gt;Dalam hidup, menurutnya manusia mengejar rasa. Ketika seseorang ingin punya mobil, kemudian mendapatkannya, ia pun ingin merasakan merk mobil yang lain. Begitu pula dalam hal-hal lain. Tapi jika rasa itu diarahkan sepenuhnya kepada Allah SWT, maka ketenangan dan kejernihanlah yang diraihnya.&lt;br /&gt;“Itu kata teman saya, ibarat antena bagi televisi. Bila kita benar mengarahkan antena ke satelit, maka siaran akan jernih dan sebaliknya. Jika arahnya tak benar maka gambar akan buram. Seperti itu juga kita, apapun kegiatan kita, jika itu sepenuhnya mengarah kepada Allah maka hati kita akan jernih, dan jika sudah berpaling maka hati akan menjadi kotor,” ujarnya lagi.&lt;br /&gt;Bagi Sakti, ketenangan itu adalah fitrah yang dicari semua orang di dunia. Tak ada jalan lain meraih itu selain mendekatkan diri kepada Allah, karena Dialah sumber kebahagiaan. Dan pendekatan itu harus dibuktikan dengan amal, harus dicicipi oleh pribadi-pribadi yang memang menginginkan itu.&lt;br /&gt;Untuk menghidupi keluarganya, Sakti membuka sebuah minimarket dan jasa Laundry. baginya itu sudah cukup, sekalipun jika dibandingkan dengan uang yang ia peroleh semasa menjadi artis tentulah tak seberapa. Jalan hidupnya saat ini adalah sebuah ketentuan-Nya yang ingin selalu istiqomah ia jalani.&lt;br /&gt;“Selalu akan ada ujian dan friksi, tapi bagi saya itu adalah jalan agar saya selali istiqomah. Ini barangkali sudah takdir. Jika dulu saya sering pegang gitar sekarang jadi sering pegang begbih,” ujarnya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Tak ada harapan di hatinya selain bisa terus lebih dekat dengan-Nya dan semakin tahu apa yang Allah kebutuhani abeg hidupnya. Harapan yang juga pernah dipesankan oleh seorang penggemar kepadanya, ” Semoga Mas Sakti jadi kekasih Allah….”, Amin ya Robbal Alamien.&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Hidayah Edisi 85, September 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-5937805193534107489?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/5937805193534107489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=5937805193534107489' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/5937805193534107489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/5937805193534107489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/perjalanan-sakti-sheila-on-mendapat.html' title='Perjalanan Sakti Sheila on Mendapat Hidayah'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-6771284946320223573</id><published>2009-03-12T19:48:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T21:00:51.791-07:00</updated><title type='text'>Kisah Alm Gito Rolies menuju Taubat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bangun Sugito Tukiman, adalah salah satu nama dari sekian juta penduduk negeri ini yang terhipnotis oleh musik rock (barat). Figur The Rolling Stones, dengan lead vocal-nya Mick Jagger, menjadi idola remaja yang lahir di kota Biak dan besar di kota Bandung ini. Bahkan aksi nekatnya di tahun 1967, memmembuat kota Bandung gempar, ketika dirinya yang mendapat cap “Siswa Bengal” termasuk salah satu siswa yang lulus dari SMA-nya, melakukan aksi tanpa busana sambil naik sepeda motor mengelilingi kota kembang tersebut. Kesukacitaannya dilampiaskan dengan gaya ala rocker, maklum, daftar kenakalannya lebih panjang dari daftar absen murid, sehingga ia tak yakin jika namanya akan tertulis di papan pengumuman seperti teman-temannya yang lulus (tempointeraktif.com).&lt;br /&gt;Selepas SMA, di kota yang sama, Bangun Sugito Tukiman (vokal) bersama rekan-rekannya, Teuku Zulian Iskandar Madian (saxophone, gitar), Benny Likumahuwa (trombone, flute), Didiet Maruto (trumpet), Jimmie Manoppo (drum), dan Oetje F. Tekol (bas) mendirikan band yang bernama The Rollies. Di era 1970-an, The Rollies semakin eksis dan menunjukkan taringya sebagai grup band rock handal di tanah air. Belakangan, setelah sukses dengan beberapa hits yang sempat bertengger di belantika musik Indonesia, namanya pun berganti menjadi Gito Rollies. Waktu terus berjalan, anak tangga karir perlahan-lahan ditapaki satu demi satu. Sanjungan dan pujian, memmembuat dirinya telah merasa menjadi seorang Mick Jagger Indonesia, sosok yang dikagumi dan diidolakannya.&lt;br /&gt;Pria yang sempat mengenyam kuliah dua tahun di Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), terus larut bersama kebesaran The Rollies. Aksi panggungnya mirip dengan sang idola, suara serak ala James Brown, bapak moyang soul dan funk, menjadikannya pusat perhatian. Kesuksesan di panggung telah mengantarkan diri dan kelompoknya di industri rekaman, pun mengantarkannya menjadi hedonis sejati.&lt;br /&gt;“Tiap Jumat siang kami berangkat ke daerah Puncak Bogor untuk pesta miras dan narkoba,” Ungkap Gito dengan nada sesal.&lt;br /&gt;Di masa ketenarannya, pada awal tahun 1980, ia menjalin hubungan intim dengan putri seorang aktor dan komedian besar, Uci Bing Slamet, dan darinya dikaruniai seorang anak lalu berpisah setelahnya. Bahkan setelah menikah dengan perempuan impor, wanita keturunan Belanda, Michelle Van der Rest, tahun 1983, ia masih belum bisa melepaskan diri sepenuhnya dari pengaruh narkotika (AntaraNews).&lt;br /&gt;Setelah bersolo karir, dia menelorkan sejumlah album solo, yakni Tuan Musik (1986), Permata Hitam/Sesuap Nasi (1987), Aku tetap Aku (1987), Air Api (1987) dan Tragedi Buah Apel (1987) dan Goyah (1987).&lt;br /&gt;Sebagai aktor Gito memulai debutnya di dunia film lewat Buah Bibir (1973) sebagai figuran. Setelah benar-benar menjadi aktor ia bermain dalam Perempuan Tanpa Dosa (1978), Di Ujung Malam (1979) dan Sepasang Merpati (1979), dan Permainan Bulan Desember (1980), dan Kereta Api Terkahir (…). Namun kekuatan aktingnya terlihat pada Janji Joni yang mengantarkannya meraih piala Citra untuk kategori Aktor Pembatu Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2005.&lt;br /&gt;Awal Kesadaran&lt;br /&gt;Tahun 1995, atau tepat setelah 10 November, Sang Rocker baru benar-benar berhenti mengkonsumsi drugs dan alkohol, setelah mengalami sebuah peristiwa yang memmembuatnya shock lahir batin. Sepulang dari konser Hari Pahlawan di Surabaya, di bawah pengaruh narkoba, selama tiga hari ia mengalami fly, tak bisa makan dan tak bisa tidur, dan selama tiga hari itu semua kelakuannya di masa lalu seperti diputar di depan mata. “Saya takut sekali,” ujarnya seperti diungkap kepada koran Tempo. Namun yang paling memmembuatnya ciut justru menyangkut segala omongan yang pernah terlontar dari mulutnya. Fitnah dan gunjingan terhadap musisi lain, termasuk melakukan ghibah (membicarekan kejelekan orang lain).&lt;br /&gt;Pengalaman tiga hari itulah yang menjadi titik balik dirinya untuk kembali kepada Allah. Khabar tentang kekuasaanNya, telah diwartakan ke segenap penjuru bumi kepada seluruh manusia, hanya saja tidak banyak orang yang menyadarinya, “Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz-Dzaariyaat, 51 : 20-21).&lt;br /&gt;Jika seseorang memperhatikan tanda-tanda itu, dan Allah SWT telah membukakan jalan masuk untuk memahami, tentu tidaklah sulit. Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kelalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kelalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Yunus, 10 : 23).&lt;br /&gt;Bisa jadi peristiwa yang ia alami, karena Allah hendak mengabarkan hal itu kepadanya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Di usia kepala empatnya, seorang Gito Rollies diingatkan Allah SWT melalui sebuah peristiwa spiritual yang memmembuatnya bergidik ketakukan. Nyalinya ciut, gemetar badannya, kekuatan musik cadas tak mampu menyangga hatinya yang terkoyak kala tanda-tandaNya telah diterima saat dirinya fly. Kesadaran bathinnya bergolak untuk bangkit dari masa-masa kelam yang telah mengotori jiwanya.&lt;br /&gt;Sang Rocker kini dalam kesadaran awal setelah puluhan tahun terlelap bersama kesuksesan, polularibeg, dan kenikmatan duniawi. “Saya harus hijrah, bukan ini tujuan saya dilahirkan ke muka bumi, tetapi ada tugas lain yang harus saya lakukan sebagai bekal pertemuan dengan Sang Pemilik jiwa ini,” ujar hati itu berkata lirih.&lt;br /&gt;Hatinya telah terbuahi cintaNya yang tulus dan suci sehingga sang hati sejati berkata, “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yusuf, 12 : 53).&lt;br /&gt;Sebelum merasakan ke-Mahaan Allah dalam dirinya, Bangun Sugito hidup dalam serba kecukupan. Bergelimang kemewahan, bergiat dalam kehidupan malam, bertemankan jarum neraka. Begitulah hari demi hari yang dilalui seolah pakaian yang tak pernah lepas dari badannya.&lt;br /&gt;Bahagiakah hidup seperti itu? Mendatangkan ketenangankah semua itu? Sebuah pertanyaan yang belum terjawab, sebuah rasa yang belum pernah ada dan sebuah keinginan yang belum tercapai. Pada akhirnya semuanya hanya menghantarkannya ke alam risau, resah dan gelisah.&lt;br /&gt;Klimaks terjadi kala ia merayakan ulangtahunnya yang ke-50 pada 1997. Di situ, Gito mengundang seluruh karibnya untuk berpesta alkohol dan obat sepuasnya.&lt;br /&gt;Dalam kerisauan panjang, beriring desah dan keluh kesah, daerah Puncak Bogor –Puncak dikenal sebagai tempat rekreasi di daerah Jawa Barat– selalu menjadi tempat menumpahkan penat, mengubur kegundahan yang membuncah. Wal hasil bukan ketenangan yang didapat bahkan gelisah itu makin menjadi. Namun dari daerah inilah benih hidayah itu mulai mekar membesar. Puncak menjadi tempat bersejarah, tempat solusi menjawab segala kerisauan.&lt;br /&gt;Saat itu hari Jumat siang. Pria dengan rambut awut-awutan ini masih memegang botol miras, duduk di tempat yang tinggi sambil sesekali memandang ke arah bawah. Pandangannya tertuju kepada beberapa warga desa yang banyak menuju mesjid, hatinyapun bergetar, kerisauanpun kembali mengusik hati.&lt;br /&gt;Mereka dengan kesahajaan bisa menemukan kebahagiaan. Apakah di Masjid ada kebahagiaan?!” Pertanyaan itu selalu mengusik Gito.&lt;br /&gt;Sungguh pemandangan indah di hari Jumat itu, memberi arti tersendiri bagi kehidupan Gito Rollies. Sulit dibedakan keterusikan karena sekedar ingin tahu atau ini adalah awal Allah membukakan hatinya bagi pintu tobat.&lt;br /&gt;Dicobanya untuk mendekati Masjid itu, subhanallah, seperti ada magnit yang memendekkan langkahnya untuk tiba. Mungkin di sana ada kebahagiaan. Terlihatlah sebuah pemandangan yang meluluhlantakan kegelisahannya selama ini.&lt;br /&gt;“Rasanya seluruh otakku tiba-tiba dipenuhi oleh kekaguman. Dan entah kenapa, aku seperti mendapatkan ketenangan melihat orang-orang ruku, sujud dalam kekhusuan,”&lt;br /&gt;“Bukankah apa yang kulakukan selama ini untuk mendapatkan ketenangan, tapi kenapa tidak? Ya, aku telah bergelut dengan kesalahan dan tetek bengeknya yang semuanya adalah dosa. Benarkah Allah tidak akan mengampuni dosaku? Lanbeg membuat apa aku hidup jika jelas-jelas bergelimang dalam ketidakbahagiaan.” Pikiran itu terus bergelayut seakan haus jawaban.&lt;br /&gt;“Malam itu aku benar-benar tidak dapat memejamkan mata. Aku gelisah sekali. Ya, ternyata aku yang selama ini urekan, permisive ternyata masih takut dengan dosa dan neraka. Berhari-hari aku mengalami kegelisahan yang luar biasa. Hingga suatu malam, di saat kegelisahanku mencapai “puncaknya”, aku memutuskan untuk memulai hidup baru.&lt;br /&gt;“Selama hidupku, baru kali ini aku diliputi suatu perasaan yang belum pernah aku rasakan semenjak mulai memasuki dunia selebritis. Maka, aku pun segera berwudlu dan melakukan shalat. Ketika itu, untuk pertama kalinya pula aku merasakan kebahagiaan dan kedamaian. Dan sejak hari itu, aku memutuskan untuk tekun memperdalam agama sekalipun masih banyak sekali tawaran-tawaran menggiurkan yang disodorkan kepadaku atau pun beragam ejekan dari sebagian orang. Aku pun melaksanakan haji seraya berdiri dan menangis di hadapan ka’bah memohon kepada Allah kiranya mengampuni dosa-dosa yang telah aku lakukan pada hari-hari hitamku.”&lt;br /&gt;Ketika mentari terbit, Gito langsung mengajak istrinya untuk pergi ke Bandung, menjenguk sang ibunda. Di sana, ia mengutarekan niatnya untuk tobat yang disambut tangis haru sang ibu. Sejak saat itu, Gito resmi meninggalkan dunia kelam.&lt;br /&gt;Satu yang disyukuri Gito adalah, dukungan dan kesabaran sang istri, Michelle, yang tak pantang habis.&lt;br /&gt;“Saat aku sudah belajar agama, aku tidak berupaya menyuruhnya shalat. Ia tiba-tiba belajar shalat sendiri, begitu juga anak-anak. Suatu hari, ketika aku pulang, tiba-tiba aku mendapatinya tengah mematut diri di depan kaca sambil mengenakan jilbab. Padahal aku tidak pernah menyuruhnya. Subhanallah, istriku memang yang terbaik yang pernah diberikan Allah,” kata ayah dari empat putra ini.&lt;br /&gt;Tobatnya Gito juga disyukuri oleh sang mertua, warga negara Belanda yang berimigrasi ke Kanada. Meski berbeda keyakinan, ibu mertuanya justru senang dengan perubahan yang dialami Gito.&lt;br /&gt;“Kata beliau, aku jadi lebih kalem ketimbang dulu, meski sekarang pakai jenggot segala. Bahkan aku jadi menantu favoritnya lho,” tuturnya sambil terkekeh.&lt;br /&gt;“Mengapa Allah memberikan hidayah kepada diriku yang kerdil ini? Mengapa Allah menciptakan makhluk yang penuh dosa ini?”&lt;br /&gt;Gito mengaku harus merenung lama untuk menemukan jawaban itu. Setelah dia menjalankan shalat dan menunaikan haji, jawaban itu baru mampir di benak dan pikirannya. “Ternyata, Allah menciptakanku untuk menjadi manusia baik. Semula mengikuti idolaku, Mick Jagger. Aku menjadi penyanyi dan rekaman lalu mendapat honor. Tapi itu bukan kebahagiaan sepenuhnya membuatku.”&lt;br /&gt;“Mick Jagger itu dulu menjadi idolaku. Ikut mabok, main cewek, dan seabrek dunia kelam lain. Tapi sekarang aku mengidolakan Nabi. Dan sekarang, aku menemukan nikmat yang tiada tara.”&lt;br /&gt;Kalimat itu meluncur dengan lugas dari Gito Rollies, artis ndugal yang kini memilih ke pintu pertobatan. Penampilan Gito tak lagi urekan dengan rambut awut-awutan dan celana jin belel. Bukan pula pelantun lagu-lagu cadas yang berjingkrak-jingkrak tidak keruan.&lt;br /&gt;“Aku sudah mendapatkan banyak hal di dunia ini. Sekarang saatnya mengumpulkan amal untuk persiapan menghadapi hari akhir ,” katanya ketika memberi testimoni tentang perubahan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Setelah mengalami pengalaman rohani, dirinya mulai banyak bergaul dengan kalangan ulama, mengaji, serta mempelajari Al-Qur’an dan Hadits secara mendalam. Perlahan-lahan Allah SWT tanamkan pemahaman arti hidup sebenarnya. Sang Gito Rollies merasa telah menemukan hujjah yang mendasari hidupnya. “Dulu saya suka Mick Jagger, saya bahagia kalau populer. Ibaratnya, dulu tuhan saya adalah popularibeg. Nabi saya adalah para idola saya, dan rocker-rocker luar negeri, sekarang saya begitu mencintai Nabi Muhammad SAW dan ajaran-Nya,” ujarnya.&lt;br /&gt;ALLAH MAHA BESAR, demikian kira-kira satu ungkapan yang cocok dialamatkan kepada legenda musik rock Indonesia tersebut. Ketika Gito memutuskan berputar haluan 180 derajat dari dunia rocker yang hingar bingar menuju kehidupan Islami yang sarat dengan dakwah, banyak sahabat yang kaget, seolah tak percaya. Apalagi bagi sahabat yang sangat mengenal Gito, rasa-rasanya “mustahil” ia berubah seperti itu. Dengan kata lain, apa yang dilakukan Gito ketika itu adalah “aneh bin ajaib”. Apalagi jika membandingkan gaya hidup dan penampilan Gito dulu yang “compang-camping” ala rocker, berubah menjadi seorang yang sangat Islami. Bahkan pakaian sehari-harinya pun bukan celana jins robek lagi, melainkan pakaian gamis lengkap dengan peci, layaknya umat Islam.&lt;br /&gt;Dakwah dan Tabligh&lt;br /&gt;Tidak ada yang tidak mungkin selain mengecat langit! Demikian kira-kira perumpamaan yang sedikit nyeleneh untuk mengungkapkan fenomena hijrahnya Gito Rollies ke dunia dakwah. Sejak 1997 ia mulai menapaki “karir” dalam dunia karkun Jamaah Tabligh (pekerja dakwah yang rela mengorbankan harta dan kehidupan dunia semata-mata untuk berdakwah di jalan Allah). Selama rentang waktu 1997-Februari 2008 ini, Gito telah malang melintang keliling Indonesia untuk menyebarkan dakwah kepada umat Islam. Berpindah dari mesjid satu ke mesjid lainnya.&lt;br /&gt;”Awalnya, saya hanya melihat orang-orang yang pergi ke masjid dan belum menunaikan shalat, meskipun saya beragama Islam. Selanjutnya saya beranikan diri masuk ke rumah Allah itu. Wah, kali pertama rasanya malu sekali dan menakutkan tempat itu. Lama-lama Allah berkenan memberikan hidayah kepada saya,” ungkap Gito semasa hidup. Hal itu ia ungkapkan seraya mengenang awal mula kembali ke jalan Allah. (dikutip dari suaramerdeka.com. Berita Edisi 17 April 2004. Diakses Sabtu, 01 Maret 2008)&lt;br /&gt;Khuruj fi Sabilillah (pergi ke luar rumah/kampung halaman) semata-mata untuk senantiasa memperbaiki iman dan ketakwaan bagi dirinya sendiri dan seluruh umat, diputuskan Gito sebagai jalan hidup. Seorang artis ibukota dalam salah satu siaran televisi Nasional mengungkapkan suatu pernyatan Gito yang mengharukan sekaligus membahagiakan, “Gito dulu pernah berkata kepada saya, bahwa ia ingin mati di panggung sebagai seorang rocker. Tapi suatu saat ia justru berubah pikiran. Gito bilang ia ingin mati di panggung, tapi bukan sebagai rocker melainkan saat berdakwah,” ungkapnya dengan nada haru dan berlinang air mata, seraya menjelaskan bahwa keinginan Gito tersebut dikabulkan Allah lewat jalan lain, yaitu Gito meninggal sesampainya di Jakarta setelah beberapa hari melaksanakan dakwah khuruj fi sabilillah di Padang, Sumatera Barat.&lt;br /&gt;Demikian pula Da’i kondang Arifin Ilham, kepada wartawan, sembari tak kuasa menahan air mata, ia mengungkapkan bahwa Gito Rollies adalah teladan bagi umat. Ia juga mengungkapkan semasa hidup Gito telah berjuang di jalan Allah dengan membawa misi dakwah, meskipun penyakit yang diderita Gito cukup berat.&lt;br /&gt;Luar biasa memang sosok Gito, penyakit nan ganas, kanker kelenjar getah bening yang telah ia derita sejak beberapa tahun lalu (ia bahkan pernah dirawat di Singapura), tidak menyurutkan semangat dakwahnya. Bahkan, dengan berkursi roda, ia tetap semangat mengumbar dakwah dari mesjid ke mesjid.&lt;br /&gt;Berdakwah Di Kalangan Artis&lt;br /&gt;Toh, meski sudah berada di jalan Allah, Gito tak pernah merasa dirinya yang paling benar. Ia selalu menolak jika disebut kyai, atau diminta untuk berceramah. Menurutnya, ia hanyalah orang yang masih terus belajar agama. Apapun yang diucapkannya di depan umum adalah upayanya berbagi cerita.&lt;br /&gt;Bahkan, Gito masih merasa belum cukup bertobat hingga akhir hayatnya. Tak pernah sekalipun ia merasa dosa-dosanya telah terhapuskan. Dalam suatu pengajian ia sempat bertanya kepada ustadz yang berceramah, apakah dosa-dosanya di masa lalu bisa berkurang dengan permembuatannya saat ini.&lt;br /&gt;Ia pun berdakwah di kalangan artis, baik penyanyi maupun bintang film. Allah seolah telah mengirim seorang utusan dari kalangan mereka sendiri, komunibeg yang sangat rentan terhadap segala bentuk kemaksiatan, seperti minuman keras, narkoba, bahkan seks bebas. Profesinya sebagai artis didayagunakan untuk syi’ar agama Allah, mengajak mereka dengan cinta kasih, tidak pernah memaksa, bahkan tidak merasa dirinya paling baik dan paling benar. Baginya, teladan lebih utama dari sekedar retorika religi belaka.&lt;br /&gt;Penbeg musik dengan beberapa kelompok band muda terus dijalani. Bedanya, penbeg kali ini tanpa alkohol dan drugs serta menyelipkan syi’ar Islam di setiap penampilannya. Juga di balik layar lebar, film-film bertema religius sanggup dilakoni dengan satu semangat, yaitu menggemakan ajaranNya yang dibawa oleh Baginda Rasulullah. “Lalu Kami utus kepada mereka, seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata) : Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain dariNya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya).” (QS. Al-Mu’minuun, 23 : 32).&lt;br /&gt;Beberapa tahun belakangan, orang mulai memanggilnya Ustadz Gito, meski ia menolak panggilan itu. Banyak kalangan artis yang tersadarkan setelah menyimak penuturan pengalaman hidupnya. Teladan dan ucapannya yang lemah lembut memmembuat semakin banyak orang yang simpatik dengan isi dakwah, syi’ar yang diangkat dari pengalaman pribadinya. Ia pun sempat mendaur ulang album lawasnya, Cinta yang Tulus, bukan lagi tema cinta antara sepasang manusia tetapi antara makhluk dan Khalik.&lt;br /&gt;Kini Kang Gito telah berubah, masa lalu memang tidak mungkin terhapus dari diary-nya, dan akan menjadi catatan sejarah panjang. Tetapi itulah kehidupan, segalanya belum titik, tapi masih koma. Dan baru mencapai titik bila ajal menjemput. Jalan hidupnya mengingatkan kita pada sosok Cat Stevens yang pernah tersandung sebuah kejadian luar biasa, lanbeg banting setir ke arah tidak terduga setelah selamat dari gulungan ombak besar di pantai Hawaii. Cat Stevens meninggalkan agama lamanya dan dunia yang memungkinkan segalanya kecuali spiritualibeg. Ia pun berganti agama dan namanya dengan jati diri yang baru, yaitu Yusuf Islam. Gito Rollies tidak perlu ganti nama, namun dirinya bermetamorforsis menjadi hambaNya yang memahami tujuan hidupnya serta berusaha menjadi bermanfaat bagi orang lain walaupun harus berceramah di abeg kursi roda dan melawan penyakit kanker getah benih yang menderanya sejak 2005.&lt;br /&gt;Wafat Dengan Tersenyum&lt;br /&gt;Perjalanannya terhenti pada pukul 18.45 WIB, Kamis (28/02), setelah Sang Rocker menghembuskan nafasnya yang terakhir. “Beliau meninggal setelah melakukan shalat Maghrib dan melakukan do’a terakhir,” ujar rekan artis yang turut melayatnya. Dua belas tahun lebih di sisa usianya dihabiskan untuk melayani dan mengajak orang lain melakukan kebaikan. Sakitnya tidak begitu dirasakan, bahkan pada akhirnya beliau nikmati sebagai peluntur sisa-sisa kekotoran dirinya dan menjadi musabab kematiannya.&lt;br /&gt;Ia tersenyum saat Sang Malaikat maut mengepakkan sayapnya dan hadir di hadapannya untuk mencabut nyawa sang Rocker. Ikhlas menerima takdirNya, melepaskan segala bentuk atribut keduniawian. Kekelaman hidup terbayar tunai dengan amal permembuatan, dan senyum itu semakin menyeringai di wajahnya kala sang Malaikat perlahan-lahan mengambil ruh milikNya. Sehingga beliau masih mempunyai waktu untuk melafalkan lafadz tauhid. Dan sang Rocker pun meninggalkan dunia fana ini dengan rasa puas dan merasa tenang. “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu.” (QS. Al-Fajr, 89 : 27-30).&lt;br /&gt;Insya Allah, beliau meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Mudah-mudahan peristiwa ini memotivasi kita semua untuk bisa bermembuat sebaik-baiknya, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kita di sisa umur yang tidak lama lagi. Tiada pernah terucap kata putus asa, karena Dia pasti akan mengampuni segala kesalahan dan dosa-dosa hamba-hambaNya, karena Kasih SayangNya bak Samudera Tak Bertepi. Semoga kita termasuk orang-orang yang berakhir hidup dengan jiwa yang muthmainnah, sebagaimana mereka yang terpilih.&lt;br /&gt;Gito menigggalkan seorang isteri bernama Michelle dan lima anak, yakni Galih Permadi, Bintang Ramadhan, Bayu Wirokarma, dan Puja Antar Bangsa.&lt;br /&gt;Sebaik-baik usia tiap orang adalah pada penghujungnya. Dan ketahuilah, bagi kita, ujung-ujung usia akan selamanya menjadi misteri, karena seringkali di sanalah Allah memberikan kesudahan yang indah dari perjalanan taubat hamba-Nya.&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Dedy Rahmat, Gito Rollies Wafat, Tinggalkan Semangat Dakwah http://pelitanews.com/news/129/ARTICLE/1861/2008-03-01.html&lt;br /&gt;2. Fauzi Nugroho, Samudera Tak Bertepi, Kobegantri.com.&lt;br /&gt;3. Aidil Heryana, S.SosiJalan Taubat Sang Rocker, http://www.dakwatuna.com/2008/jalan-taubat-sang-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-6771284946320223573?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/6771284946320223573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=6771284946320223573' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6771284946320223573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6771284946320223573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/kisah-alm-gito-rolies-menuju-taubat.html' title='Kisah Alm Gito Rolies menuju Taubat'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-1540766385806129857</id><published>2009-03-12T19:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T21:01:24.511-07:00</updated><title type='text'>Kisah Hengky Tornado menuju Ridho Allah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keringat bermanik-manik di wajah. Tubuh menggigil. Napas pun tersengal-sengal, dan berada di puncak rasa sakit yang tak terperikan, bahkan hingga sakaw (ketagihan narkoba). Hidup menjadi orang yang tidak peduli dengan keluarga dan tidak tahu malu. Semua itu pernah dilakoni aktor Henky Tornando.&lt;br /&gt;“Sepuluh tahun yang lalu saya pernah terjerumus ke dalam narkoba. Dampaknya begitu hebat. Saya harus berpisah dari istri dan anak-anak saya. Ketika itu saya benar-benar merasa jadi orang yang paling hina,” kata Henky di hadapan jamaah yang hadir di Masjid Baiturrahman Simpanglima Semarang.&lt;br /&gt;Malam itu ia hadir sebagai pembicara didampingi oleh Gito Rollies (Almarhum).&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia menambahkan, menjadi seorang pecandu narkoba sungguh sebuah pengalaman yang sangat memalukan tapi sekaligus juga berharga. Pengalaman itu tak sekadar membekas di bilik hatinya, tetapi juga memicunya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus lebih menghayati agama Islam secara hakiki.&lt;br /&gt;“Narkoba bukan lagi bahaya bagi sekelompok orang, melainkan sudah menjadi bahaya nasional. Mungkin peringatan ini sudah ribuan kali didengar, terutama oleh para orang tua. Tapi hal ini benar-benar harus dicamkan,” kata Henky.&lt;br /&gt;Tragedi Narkoba&lt;br /&gt;Pada Mei 2001, Hengky Tornando ditangkap polisii. Berita ini sangat mengejutkan dunia hiburan saat itu. Apalagi, ketika diketahui bahwa narkotika dan obat-obatan berbahaya yang memmembuat Hengky berurusan dengan hukum. Aktor yang populer di era 90-an ini kedapatan membawa enam gram shabu saat disergap polisii di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;Pada Agustus 2001, Hengky mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakpus. Sepanjang proses hukum, sang istri, Baby Zelvia, tidak pernah sekalipun melewatkan jalannya sidang. Dia selalu berusaha berada di sisi sang suami untuk memberikan dorongan moril. Termasuk saat palu hakim diketuk dan memvonis Hengky dua tahun penjara&lt;br /&gt;Hengky pun mulai mengisi hari-harinya di balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Banten. Di tempat inilah benak Hengky sedikit demi sedikit terbuka. Akal sehatnya berpikir. Selain salah bergaul, imannya yang masih dangkal memmembuat dia terbujuk mencicipi narkoba “Boleh dibilang sedang tidak ada iman sehingga gampang tergoda,” kata Hengky.&lt;br /&gt;Satu tahun tiga bulan bukanlah waktu yang singkat. Setelah menjalani dua per tiga masa hukuman dan berkelakuan baik, Hengky akhirnya kembali dapat menikmati udara bebas. Ia pun mengambil pelajaran dari noda hitam yang mewarnai perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt;Penyebab Narkoba&lt;br /&gt;Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab mengapa banyak anak muda terjebak narkoba.&lt;br /&gt;Di antaranya adalah iman dan pergaulan. Meski sejak kecil ia sudah dibekali agama oleh orang tua, sebagai tirani pelindung diri, namun ternyata itu belum cukup untuk membentengi diri dari pengaruh narkoba.&lt;br /&gt;Sementara itu, Gito Rollies mengatakan, tujuan semua pemakai narkoba hanya satu, yaitu mencari kebahagiaan. Memang, tujuan hidup semua manusia adalah menggapai kebahagiaan.&lt;br /&gt;Namun, lanjut dia, jalan yang ditempuh untuk menggapai kebahagiaan itu bermuara pada kebahagiaan yang hakiki atau tidak.&lt;br /&gt;Aktivibeg Jamaah Tabligh Dan Ganti Nama&lt;br /&gt;Hengky yang dulu berbeda dengan yang sekarang ini. Saat ini aktivibeg Hengky lebih banyak diisi dengan bisnis dan keagamaan melalui Jamaah Tabligh. Dia rajin menghadiri taushiyah guna mengisi dan menambah ilmu agama, sekaligus meningkatkan iman dan takwa. Dia juga berdakwah keliling dari masjid ke masjid sebagaimana aktivibeg Gito Rollies. Hengky dan Baby berharap ridho Sang Khalik selalu menyertai setiap keluarga mereka. Karena itu, Hengky tiada henti bersyukur dengan apa yang dia dapatkan dan kerjakan sekarang ini&lt;br /&gt;Untuk memaknai perubahan hidupnya, Hengky juga berganti nama menjadi Husein Noor Rizki. Meski tak ada bubur merah-bubur putih, sebuah acara pengajian pun digelar untuk membaiat nama Hengky yang baru. Almarhum Sugito alias Gito Rollies, Camelia Malik dan sejumlah rekan di kelompok pengajian Jamaah Tabligh, hadir dalam acara pengajian tersebut.&lt;br /&gt;Mau tahu motivasi Hengky berganti nama? Katanya, itu lantaran ia ingin memulai hidup baru, setelah melewati perjalanan hidup yang dirasakan kelam selama ini. “Ibunya mbak Mia yang ngasih saran saya untuk mengganti nama. Dan, saya pikir kenapa tidak saya coba memperbaiki diri dimulai dengan mengganti nama,” katanya ditemui di sela-sela berlatih bulutangkis di studio Persari, Rabu (21/1) lalu.&lt;br /&gt;Nama Husein, terang Hengky, bukan lah nama baru baginya. Orang tuannya, memberi nama itu sedari lahir. Namun, setelah aktif terjun di layar lebar namanya dirombak total. Seorang produser menyarankan suami bintang film Beby Silvia itu mengganti nama yang lebih komersial. Jadilah Nazik Husein Habib Asgar berganti Hengky Tornando.&lt;br /&gt;Nah, sekarang nama lahirnya itu kembali dipakai. Hanya saja, Hengky memilih dua nama di belakangnya: Noor Rizki. “Noor itu nama almarhum ayah saya. Artinya cahaya. Sedangkan nama Rizki adalah pemberian ibunya Mbak Mia (Camelia Malik–red),” ungkap Hengky, eh Husein.&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Liputan6.com, Narkoba Membawa Hengky Tornando ke Penjara, Oktober 2005.&lt;br /&gt;2. Hengky Tornando Ganti Nama http://www2.kompas.com/gayahidup/news/0401/24/202558.htm&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-1540766385806129857?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/1540766385806129857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=1540766385806129857' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1540766385806129857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1540766385806129857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/kisah-hengky-tornado-menuju-ridho-allah.html' title='Kisah Hengky Tornado menuju Ridho Allah'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-1410648783738650561</id><published>2009-03-12T19:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T21:02:01.681-07:00</updated><title type='text'>Asbab Dakwah Cat Steven masuk islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.&lt;br /&gt;Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarekan perkara penting.&lt;br /&gt;Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”&lt;br /&gt;Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!&lt;br /&gt;Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifibegku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!&lt;br /&gt;Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khusus kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.&lt;br /&gt;Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lanbeg ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang memmembuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlinbeg olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.&lt;br /&gt;Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.&lt;br /&gt;Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.&lt;br /&gt;Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu…&lt;br /&gt;Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…” lanbeg akupun tertidur.&lt;br /&gt;Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut.&lt;br /&gt;Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menberjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim… kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.&lt;br /&gt;Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.&lt;br /&gt;Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menberjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.&lt;br /&gt;Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.&lt;br /&gt;Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya.&lt;br /&gt;Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lanbeg ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?”&lt;br /&gt;Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.”&lt;br /&gt;Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya.&lt;br /&gt;Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di abeg tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka.&lt;br /&gt;Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku.&lt;br /&gt;Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami.&lt;br /&gt;Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam.&lt;br /&gt;Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan memintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.”&lt;br /&gt;Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.” Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.&lt;br /&gt;Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.&lt;br /&gt;Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.”&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad Shalih al-Qaththani, seperti yang dinukilnya dari tulisan Dr. Abdul Aziz Ahmad Sarhan, Dekan fakulbeg Tarbiyah di Makkah al-Mukarramah, dengan sedikit perubahan. PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616)&lt;br /&gt;http://imanyakin.wordpress.com/2008/07/17/kisah-pendeta-masuk-islam/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-1410648783738650561?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/1410648783738650561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=1410648783738650561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1410648783738650561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1410648783738650561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/asbab-dakwah-cat-steven-masuk-islam.html' title='Asbab Dakwah Cat Steven masuk islam'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-6035198239802263461</id><published>2009-03-12T19:41:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T21:02:39.838-07:00</updated><title type='text'>Kisah Pendeta yang masuk islam karena dakwah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.&lt;br /&gt;Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarekan perkara penting.&lt;br /&gt;Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”&lt;br /&gt;Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!&lt;br /&gt;Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifibegku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!&lt;br /&gt;Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khusus kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.&lt;br /&gt;Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lanbeg ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang memmembuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlinbeg olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.&lt;br /&gt;Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.&lt;br /&gt;Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.&lt;br /&gt;Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu…&lt;br /&gt;Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…” lanbeg akupun tertidur.&lt;br /&gt;Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut.&lt;br /&gt;Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menberjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim… kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.&lt;br /&gt;Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.&lt;br /&gt;Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menberjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.&lt;br /&gt;Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.&lt;br /&gt;Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya.&lt;br /&gt;Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lanbeg ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?”&lt;br /&gt;Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.”&lt;br /&gt;Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya.&lt;br /&gt;Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di abeg tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka.&lt;br /&gt;Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku.&lt;br /&gt;Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami.&lt;br /&gt;Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam.&lt;br /&gt;Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan memintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.”&lt;br /&gt;Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.” Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.&lt;br /&gt;Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.&lt;br /&gt;Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.”&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad Shalih al-Qaththani, seperti yang dinukilnya dari tulisan Dr. Abdul Aziz Ahmad Sarhan, Dekan fakulbeg Tarbiyah di Makkah al-Mukarramah, dengan sedikit perubahan. PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616)&lt;br /&gt;http://imanyakin.wordpress.com/2008/07/17/kisah-pendeta-masuk-islam/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-6035198239802263461?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/6035198239802263461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=6035198239802263461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6035198239802263461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6035198239802263461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/kisah-pendeta-yang-masuk-islam-karena.html' title='Kisah Pendeta yang masuk islam karena dakwah'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-9055130737872176156</id><published>2009-03-12T19:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T21:03:41.536-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Dakwah TNI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi itu Jakarta cukup dingin. Jarum jam menunjuk pukul 06.00 WIB ketika Ustadz Agus Soetomo menjemput saya. “Mari kita berangkat. Kita pergi tiga hari ya,” ajaknya.&lt;br /&gt;Pak Haji Agus-panggilan akrabnya-adalah aktivis dakwah yang punya segudang pengalaman. Usianya sudah cukup tua namun ghirah-nya seperti pemuda belasan tahun. Penuh semangat. Itu mendorong saya untuk bergegas mengikuti ajakannya.&lt;br /&gt;Kami menuju Bogor, mengendarai Suzuki Carry warna merah menyusuri jalan tol Jagorawi yang saat itu masih sepi. Tempat yang kami tuju adalah Kompleks TNI Yonif 315 Bogor. Hari itu, Pak Haji Agus dan kawan-kawan akan menggelar acara yang cukup istimewa. Yaitu melakukan khuruj (keluar atau bepergian di jalan Allah) bersama para tentara.&lt;br /&gt;Tiba di tujuan, saya segera menangkap pemandangan yang terasa berbeda. Puluhan tentara sudah “apel” di masjid Nurul Amal Yonif 315. Sebagaimana tentara pada umumnya, mereka memakai seragam loreng. Namun yang bertengger di kepalanya bukan topi baja, melainkan surban. Ada pula yang memakai kopiah putih. Para prajurit yang “siap tempur” itu berbaur dengan belasan pria berjenggot yang rata-rata memakai gamis warna putih dan juga surban.&lt;br /&gt;“Ini Ustadz Hasanuddin, danton-(komandan peleton)-nya,” Pak Haji Agus memperkenalkan saya pada seseorang. Saya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan pria ramah itu.&lt;br /&gt;Semua “Letjen”&lt;br /&gt;Tepat pukul 09.00, “Danton” Hasanuddin memberi aba-aba agar pasukan segera berangkat. Gelar pasukan dibagi menjadi 13 kelompok. Masing-masing terdiri abeg 5 sampai 7 orang tentara dan 7 aktivis Jamaah Tabligh. Menurut Pak Haji Agus, mereka akan disebar ke berbagai masjid di kawasan Bogor, Jakarta, Sukabumi, dan Bandung.&lt;br /&gt;Ustadz Hasanuddin menjelaskan tentang apa yang mesti dilakukan oleh masing-masing amir atau ketua kelompok di “medan tempur” nanti. Suasana hening. Semua menyimak dengan seksama apa yang diperintahkan oleh komandan.&lt;br /&gt;Saya masuk ke dalam Kelompok Kalibata. Alhamdulillah, batin saya, berarti tidak jauh dengan rumah saya di kawasan Kampung Melayu (Jakarta Timur). Siapa tahu nanti saya punya waktu untuk sekadar menengok rumah di sela-sela acara. Apalagi esok harinya harus menghadiri pernikahan seorang teman, jadi saya mesti izin sebentar.&lt;br /&gt;“Saat ini kita semua letjen. Cepat-cepat, waktunya mendesak! Jendela satu, dua, tiga, dan selanjutnya mohon dibuka, supaya tidak merepotkan gerak kita,” kata Danton Hasanuddin.&lt;br /&gt;Batin saya langsung berdecak kagum, berarti tentara-tentara ini berpangkat letnan jenderal semua. Subhanallah! Tapi, kok tampangnya masih muda-muda?&lt;br /&gt;Kami berhamburan ke luar masjid, ada yang lewat pintu, ada yang lewat jendela. Kebetulan jendelanya rendah sehingga tidak sulit untuk dilompati. “Ayo keluar lewat jendela. Sekarang ini kita semua letjen, lewat jendela,” Hasanuddin terus memberi komando.&lt;br /&gt;Ealaaah, ternyata letjen itu singkatan dari “lewat jendela”. Saya cengar-cengir.&lt;br /&gt;Nyasar ke Sukabumi&lt;br /&gt;Sekitar pukul 10.00, pasukan meninggalkan masjid, menuju berbagai tempat yang telah ditentukan. Jika ada salah satu anggota kelompok yang mempunyai mobil, maka mobil itulah yang dipakai banyak-banyak. Bagi kelompok yang tak punya mobil, mereka harus iuran agar bisa menyewa kendaraan.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dua anggota Kelompok Kalibata punya mobil Panther dan Kijang kapsul. Saya berada di dalam Panther, bersama 5 orang tentara. Menilik pangkat yang tertempel di pundaknya, ada seorang yang berpangkat letnan satu, seorang sersan dua, dan lainnya sersan satu. Namun pada saat itu mereka bercanda seperti kawan akrab, seolah-olah tak ada perbedaan pangkat.&lt;br /&gt;Awalnya saya agak kikuk karena satu orang pun belum ada yang kenal, meskipun sudah berjabatan tangan. Saya masih memilih diam dan lebih banyak melempar senyum, sambil asyik mengamati pemandangan selama di perjalanan.&lt;br /&gt;Lama-lama hati saya bertanya-tanya, sebab Panther itu tidak mengarah ke Jakarta tetapi justru sebaliknya. Di kiri kanan jalan terhampar perkebunan teh, lalu hutan, dan pokoknya makin jauh dari suasana kebanyakan. “Lho, Pak, katanya mau ke Kalibata, kok lewat hutan begini? Apa tidak nyasar?” tanya saya.&lt;br /&gt;“Kita tidak ke Kalibata, tetapi ke Sukabumi,” jawab Ustadz Hasanuddin yang menjadi amir kami.&lt;br /&gt;Wah, salah sangka lagi! Terbayang, besok berarti saya tidak bisa menengok rumah dan menghadiri pernikahan teman. Tapi tak apalah, insya Allah ada hikmahnya.&lt;br /&gt;Tujuan rombongan ini ternyata ke Masjid Sekolah Polisii Negara (SPN) Lido, Sukabumi (Jawa Barat). Begitu tiba di lokasi, kami langsung berdoa, mohon petunjuk dan perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala agar perjalanan dakwah bisa lancar dan terhindar dari fitnah.&lt;br /&gt;Waktu itu hari Jumat. Kami bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat. Sebelum khatib naik mimbar, takmir masjid menyampaikan pengumuman kepada jamaah, “Selamat datang kepada rekan-rekan dari Jamaah Tabligh yang akan beri’tikaf di masjid kita ini selama tiga hari.”&lt;br /&gt;Perwira Ingin Masuk Surga&lt;br /&gt;Usai shalat Jumat, kami duduk melingkar sambil menunggu makan siang. Amir menerangkan tentang adab makan, adab bersuci, mandi, berwudhu, masuk masjid, dan tidur. Itulah di antara aktivibeg yang akan kami lakukan di lingkungan masjid. Usai ceramah, salah seorang teman mengkoordinir iuran untuk biaya makan sehari-hari.&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian ada beberapa pengurus masjid yang bergabung. Kami pun segera tenggelam dalam perbincangan yang akrab. “Masya Allah, terima kasih abeg kehadiran Bapak-Bapak. Kami sangat senang,” kata salah seorang di antara mereka.&lt;br /&gt;Takmir masjid lainnya menyajikan makanan. Tuan rumah segera mempersilakan kami untuk menikmati hidangan. “Makanan telah siap, teori sudah kita kuasai, sekarang tinggal praktiknya,” celetuk seorang teman yang segera disambut derai tawa.&lt;br /&gt;Makanan itu diletakkan dalam nampan. Ada nasi, beberapa potong ayam goreng, dan sayur kentang. Tiap nampan “diserbu” oleh 5 orang sehingga masing-masing akan mendapat jatah yang tidak begitu banyak. “Seperti inilah kalau Rasulullah makan, dan kita harus menapaktilasinya,” kata amir.&lt;br /&gt;Iseng-iseng saya bertanya, “Tentara apa biasa makan dengan menu sederhana dan cuma sedikit begini?”&lt;br /&gt;“Biasa. Malah kalau pas di hutan dan lapar, kami biasa makan seadanya. Kalau ada pisang ya dimakan semua, termasuk kulitnya,” kata Sertu Abdul Haris sambil tertawa.&lt;br /&gt;Usai makan siang, kami diberi kesempatan untuk istirahat setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam. Ada yang langsung tidur di lantai abeg masjid, ada yang membersihkan tempat makan, ada yang membaca Al-Qur`an, ada pula yang membaca kitab. Setelah itu, para tentara melepas seragam lorengnya. Mereka ganti dengan baju koko, sarung, dan kopiah.&lt;br /&gt;Seorang tentara mendatangi saya, lalu bertanya, “Islam itu yang seperti apa sih? Ada NU, Muhammadiyah, ada lagi yang lain. Mana yang benar?”&lt;br /&gt;Saya lalu terlibat obrolan cukup panjang. Saya mengatakan bahwa yang disebut itu hanyalah organisasi massa Islam. Islam yang benar adalah yang teguh memegang Al-Qur`an dan sunnah atau dikenal sebagai ahlus-sunnah wal-jama’ah.&lt;br /&gt;Pada hari kedua, Letnan Satu Lalu Syaifullah terjadwal menyiapkan makan atau kami menyebutnya ahlul khidmat (pelayan). “Wah, sungkan juga, orang seperti saya dilayani oleh calon jenderal,” saya melempar gurauan.&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa. Kalau kita ngandalin ego, nanti nggak bakal masuk surga!” tentara muda asal Lombok ini enteng menjawabnya. Tangannya tampak cekatan menata hidangan di abeg nampan.&lt;br /&gt;Pelayan Senior&lt;br /&gt;Tiap usai mendirikan shalat fardhu berjamaah, kami langsung memmembuat lingkaran halaqah ta’lim. Salah seorang di antara kami membacakan kitab Fadhilah Amal kira-kira sepuluh menit.&lt;br /&gt;Kemudian dilanjutkan dengan halaqah musyawarah. Ini adalah saat untuk melaporkan hal-hal yang dilakukan selama jeda dua waktu shalat. Amir selalu berpesan agar semua rombongan tak pernah lalai untuk dzikir. Kalau ada yang capai atau perlu istirahat, dzikir bisa dilakukan bergantian. “Jangan sampai ada waktu kosong tanpa dzikir. Dzikir inilah yang menguatkan diri kita ketika ada serangan yang tidak diinginkan dalam mengemban tugas yang mulia ini,” jelas amir.&lt;br /&gt;Akhirnya kami memmembuat jadwal dzikir di dalam masjid. Bagi yang tidak terjadwal, harus melakukan khuruj dan mengajak masyarakat sekitar agar aktif pergi ke masjid.&lt;br /&gt;Jadwal itu diatur sedemikian rupa sehingga semua mendapat giliran. Tidak memandang tua-muda, letnan, mayor, atau prajurit, semua sama. Seorang teman yang usianya sudah enam puluhan minta tugas secara khusus. Apa itu? Menjadi ahlul khidmat! Masya Allah, padahal beliau ini sudah cukup senior dan kaya pengalaman dakwah. Kami yang masih muda-muda sungguh malu dimembuatnya.&lt;br /&gt;Terus terang saya jadi tertarik untuk memperhatikan gerak-gerik kakek ini. Dan, dia selalu tersenyum setiap mengerjakan berbagai tugas yang menuntut stamina prima itu. Senyum yang tampak tulus.&lt;br /&gt;Pesan Amir&lt;br /&gt;Tentu saja kami tak cuma asyik dengan diri sendiri. Setiap bertemu seseorang, kami akan selalu mengajaknya berbincang, tentang pekerjaannya, keluarga, sampai aktif-tidaknya di masjid. Kami bahkan mendatangi kaum Muslimin door to door, tukang ojeg, sampai anak-anak muda yang nongkrong di pinggir jalan. “Kita ini saudara seiman. Mari kita bertemu di masjid, ada pengajian yang insya Allah bisa meningkatkan keimanan dan keilmuan kita,” begitu kata-kata kami kepada seseorang yang jarang ke masjid.&lt;br /&gt;Ada yang menerima kami dengan tangan terbuka dan senyum mengembang, ada yang bersikap dingin, ada pula yang terkesan menghindar. “Jangan heran jika jamaah kita ini dianggap aneh. Kita harus selalu bersyukur, dan kalau dianggap aneh maka semoga itu semakin meningkatkan kualibeg keimanan kita. Rasulullah dulu juga dianggap aneh,” pesan Ustadz Hasanuddin.&lt;br /&gt;Amir kami ini memang terus memberi nasehat, dimanapun dan kapanpun. Kami semua senang sebab Ustadz Hasanuddin menyampaikannya selalu dengan tersenyum ramah.&lt;br /&gt;“Kita harus mensyukuri nikmat ini dengan menyisihkan waktu untuk menghidupkan masjid dan mengajak umat supaya kembali ke jalan Islam. Kita luangkan waktu yang biasanya sibuk dengan kehidupan dunia ini, untuk berjuang di jalan Allah,” ujar pria tinggi kekar ini. Panbeglah kalau disebut Komandan Peleton.&lt;br /&gt;“Sampaikan bahwa kita ini sebenarnya juga bekerja, mencari nafkah, sebagaimana layaknya saudara-saudara yang jarang ke masjid karena sibuk dengan urusan dunianya itu. Sampaikan, bahwa kita, meskipun bekerja juga, tak melupakan kewajiban sebagai hamba Allah.”&lt;br /&gt;“Kerja seperti kita ini akan mengundang pertolongan Allah. Jadi, seharusnya kita ini berebut untuk melakukannya. Bahkan andaikan para raja atau presiden tahu tentang pahala dan kemuliaan perjalanan dakwah ini, niscaya mereka akan meluangkan waktu di antara pekerjaannya untuk berdakwah.”&lt;br /&gt;Hari Ahad sekitar pukul 17.00, kami meninggalkan Masjid SPN Lido. Perpisahan dengan takmir masjid terasa begitu mengharukan. “Insya Allah kita akan bertemu lagi,” kata amir.&lt;br /&gt;Kami segera meluncur ke Yonif 315 Bogor. Para tentara kembali mengenakan seragam loreng. Kami sempat berhenti sejenak di sebuah masjid untuk menunaikan shalat Maghrib.&lt;br /&gt;Sampai di Masjid Nurul Amal, kami langsung berpisah untuk pulang ke tempat asal masing-masing. Peluk cium terasa begitu erat. Beberapa tentara terisak-isak menahan haru. Sempat terbersit dalam benak saya, “Tentara ternyata juga bisa menangis!”&lt;br /&gt;Sebagai kata pelepasan, amir berpesan, “Jadikanlah masjid sebagai pusat kegiatan untuk meng-upgrade iman yang lemah dan mendongkrak semangat untuk cinta kepada Allah. Kita juga harus berkhidmat dan bermembuat baik kepada siapapun, bahkan kepada orang yang tak menyukai kita.”*&lt;br /&gt;(Dimuat di Majalah Hidayatullah edisi April 2003)&lt;br /&gt;http://hidayatullah.co.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=1842:khuruj-bersama-tentara&amp;amp;catid=73:features&amp;amp;Itemid=85&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-9055130737872176156?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/9055130737872176156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=9055130737872176156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/9055130737872176156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/9055130737872176156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2009/03/perjalanan-dakwah-tni.html' title='Perjalanan Dakwah TNI'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-1953578797704693285</id><published>2007-12-26T03:54:00.000-08:00</published><updated>2007-12-26T03:56:24.810-08:00</updated><title type='text'>Keutamaan Bersiwak</title><content type='html'>Termasuk sunnah yang paling sering dan yang paling senang dilakukan oleh Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam adalah bersiwak. Siwak merupakan pekerjaan yang ringan namun memiliki faedah yang banyak baik bersifat keduniaan yaitu berupa kebersihan mulut, sehat dan putihnya gigi, menghilangkan bau mulut, dan lain-lain, maupun faedah-faedah yang bersifat akhirat, yaitu ittiba’ kepada Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan mendapatkan keridhoan dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam, yang artinya: “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhoan bagi Rob”. (HR: Ahmad, irwaul golil no 66 [shohih]). (Syarhul mumti’ 1/120 dan taisir ‘alam 1/62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam begitu bersemangat melakukannya dan sangat ingin agar umatnya pun melakukan sebagaimana yang dia lakukan, hingga beliau bersabda, yang artinya: “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang artinya: “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat”. (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Daqiqil ‘Ied menjelaskan sebab sangat dianjurkannya bersiwak ketika akan sholat, beliau berkata: “Rahasianya yaitu bahwasanya kita diperintahkan agar dalam setiap keadaan ketika bertaqorrub kepada Alloh, kita senantiasa dalam keadaan yang sempurna dan dalam keadaan bersih untuk menampakkan mulianya ibadah”. Dikatakan bahwa perkara ini (bersiwak ketika akan sholat) berhubungan dengan malaikat karena mereka terganggu dengan bau yang tidak enak. Berkata Imam As-Shon’ani : “Dan tidaklah jauh (jika dikatakan) bahwasanya rahasianya adalah digabungkannya dua perkara yang telah disebutkan (di atas) sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Jabir, yang artinya: “Barang siapa yang makan bawang putih atau bawang merah atau bawang bakung maka janganlah dia mendekati mesjid kami. Sesungguhnya malaikat terganggu dengan apa-apa yang bani Adam tergaanggu dengannya” (Taisir ‘alam 1/63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam tidak hanya bersiwak ketika akan sholat saja, bahkan beliau juga bersiwak dalam berbagai keadaan. Diantaranya ketika dia masuk kedalam rumah… Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata, yang artinya: ”Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rosululloh jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab :”Bersiwak”. (HR: Muslim, irwaul golil no 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika bangun malam…&lt;br /&gt;Dari Hudzaifah ibnul Yaman, dia berkata, yang artinya: “Adalah Rosululloh jika bangun dari malam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak”. (HR: Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam setiap keadaan pun boleh bagi kita untuk bersiwak. Sesuai dengan hadits di atas. Dalam hadits ini Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam memutlakkannya dan tidak mengkhususkannya pada waktu-waktu tertentu. Oleh karena itu siwak boleh dilakukan setiap waktu (Syarhul mumti’ 1/120, fiqhul islami wa adillatuhu 1/300), sehingga tidak disyaratkan hanya bersiwak ketika mulut dalam keadaan kotor (Syarhul mumti’ 1/125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam sangat bersemangat ketika bersiwak, sehingga sampai keluar bunyi dari mulut beliau seakan-akan beliau muntah. Dari Abu Musa Al-Asy’ari berkata, yang artinya: “Aku mendatangi Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan dia sedang bersiwak dengan siwak yang basah. Dan ujung siwak pada lidahnya dan dia sambil berkata “Uh- uh”. Dan siwak berada pada mulutnya seakan-akan beliau muntah“. (HR: Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih menunjukan akan besarnya perhatian beliau dengan siwak yaitu bahwasanya diakhir hayat beliau, beliau masih menyempatkan diri untuk bersiwak sebagaimana dalam hadits ‘Aisyah, yang artinya: Dari ‘Aisyah berkata: Abdurrohman bin Abu Bakar As-Sidik y menemui Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersandar di dadaku. Abdurrohman y membawa siwak yang basah yang dia gunakan untuk bersiwak. Dan Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam memandang siwak tersebut (dengan pandangan yang lama). Maka aku pun lalu mengambil siwak itu dan menggigitnya (untuk dibersihkan-pent) lalu aku membaguskannya kemudian aku berikan siwak tersebut kepada Rosululloh, maka beliaupun bersiwak dengannya. Dan tidaklah pernah aku melihat Rosululloh bersiwak yang lebih baik dari itu. Dan setelah Rosululloh selesai dari bersiwak dia pun mengangkat tangannya atau jarinya lalu berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فِي الرَّفِيْقِ الأَعْلَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakannya tiga kali. Kemudian beliau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain ‘Aisyah berkata, yang artinya: “Aku melihat Rosululloh memandang siwak tersebut, maka akupun tahu bahwa beliau menyukainya, lalu aku berkata: ‘Aku ambilkan siwak tersebut untuk engkau?” Maka Rosululloh mengisyaratkan dengan kepalanya (mengangguk-pent) yaitu tanda setuju.“ (HR: Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu berkata sebagian ulama: “Telah sepakat para ulama bahwasanya bersiwak adalah sunnah muakkadah karena anjuran Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan kesenantiasaan beliau melakukannya dan kecintaan beliau serta ajakan beliau kepada siwak tersebut.” (fiqhul islami wa adillatuhu 1/300)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Syarhul Mumti’ ‘ala zadil mustaqni’ jilid 1, karya Syaikh Muhammad Utsaimin; Irwaul Golil jilid 1, karya Syaikh Al-Albani; Taisirul ‘Alam jilid 1, Karya Syaikh Ali Bassam; Fiqhul Islami wa adillatuhu jilid 1, karya Doktor Wahbah Az-Zuhaili)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-1953578797704693285?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/1953578797704693285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=1953578797704693285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1953578797704693285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1953578797704693285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/keutamaan-bersiwak.html' title='Keutamaan Bersiwak'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-2704253330441417702</id><published>2007-12-26T02:04:00.000-08:00</published><updated>2007-12-26T02:07:43.983-08:00</updated><title type='text'>Pemahaman Tentang Tasyabbuh</title><content type='html'>At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat (serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meniru dan mengikutinya. Tasyabbuh yang dilarang dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka (kaum kafir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam tasyabbuh yaitu meniru terhadap orang-orang yang tidak shalih, walaupun mereka itu dari kalangan kaum muslimin, seperti orang-orang fasik, orang-orang awam dan jahil, atau orang-orang Arab (badui) yang tidak sempurna diennya (keislamannya). Oleh karena itu, secara global kita katakan bahwa segala sesuatu yang tidak termasuk ciri khusus orang-orang kafir, baik aqidahnya, adat-istiadatnya, peribadatannya, dan hal itu tidak bertentangan dengan nash-nash serta prinsip-prinsip syari’at, atau tidak dikhawatirkan akan membawa kepada kerusakan, maka tidak termasuk tasyabbuh. Inilah pengertian secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama kali harus kita pahami seperti dinyatakan dalam beberapa ketentuan Islam, bahwa dien (Islam) dibangun di atas pondasi yang dinamakan at-taslim, yakni penyerahan diri secara totalitas kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan at-taslim sendiri bermakna membenarkan seluruh yang diberitahukan Alloh Subhanahu wa Ta’ala tunduk kepada perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Kemudian membenarkan apa-apa yang disampaikan Rasul-Nya, tunduk kepada perintah beliau, menjauhi larangannya dan mengikuti semua petunjuk-petunjuk beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sudah memahami kaidah-kaidah di atas, maka hendaklah seorang muslim untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaslim terhadap apa-apa yang dibawa Rasululloh Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merealisasikannya dalam setiap amal perbuatan. Dan ajaran yang beliau bawa di antaranya larangan untuk bertasyabbuh terhadap orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertaslim, merasa tenang dengannya dan percaya penuh dengan yang dikabarkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Iman dengan segala yang disyari’atkan-Nya dan mewujudkan dalam perbuatannya, maka tidak dilarang baginya untuk mencari dalam sebab dan musababnya (mempertanyakan mengapa semua itu diharuskan kepada manusia, ed). Oleh karena itu kita dapat mengatakan, bahwa faktor yang menyebabkan kita dilarang bertasyabbuh dengan orang-orang kafir banyak sekali sebagian besar dapat diterima oleh akal sehat dan fitrah yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penyebab timbulnya larangan tersebut, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perbuatan orang kafir pada dasarnya dibangun di atas pondasi kesesatan dlalalah dan kerusakan fasad. Inilah sebenarnya titik tolak semua perbuatan dan amalan orang-orang kafir, baik yang bersifat menakjubkan anda atau tidak, baik yang dzahir (nampak nyata) kerusakannya ataupun terselubung. Karena sesungguhnya yang menjadi dasar semua aktivitas orang-orang kafir adalah dlalal (sesat), inhiraf (menyeleweng dari kebenaran), dan fasad (rusak). Baik dalam aqidah, adat-istiadat, ibadah, perayaan-perayaan hari besar, ataupun dalam pola tingkah lakunya. Adapun kebaikan yang mereka perbuat hanyalah merupakan suatu pengecualian saja. Oleh karena itu jika ditemukan pada mereka perbuatan-perbuatan baik, maka di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak memberi arti apapun baginya dan tidak diberi pahala sedikitpun. Sebagaimana firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan Kami hadapi amal yang mereka kerjakan kemudian Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (QS: Al-Furqan: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bertasyabbuh terhadap orang kafir, maka seorang muslim akan menjadi pengikut mereka. Yang berarti dia telah menentang atau memusuhi Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Dan dia akan mengikuti jalur orang-orang yang tidak beriman. Padahal dalam perkara ini terdapat peringatan yang sangat keras sekali, sebagaimana Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesuadah jelas datang kepadanya petunjuk dan mengikuti jalannya orang-orang yang tidak beriman, Kami biarkan ia leluasa dengan kesesatannya (yakni menentang Rasul dan mengikuti jalan orang-orang kafir, pen.) kemudian Kami seret ke dalam Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS: An-Nisa’: 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara sang peniru dengan yang ditiru seperti yang terjadi antara sang pengikut dengan yang diikuti yakni penyerupaan bentuk yang disertai kecenderungan hati, keinginan untuk menolong serta menyetujui semua perkataan dan perbuatannya. Dan sikap itulah yang menjadi bagian dari unsur-unsur keimanan, di mana seorang muslim tidak diharapkan untuk terjerumus ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar tasyabbuh mewariskan rasa kagum dan mengokohkan orang-orang kafir. Dari sana timbullah rasa kagum pada agama, kebudayaan, pola tingkah laku, perangai, semua kebejatan dan kerusakan yang mereka miliki. Kekagumannya kepada orang kafir tersebut akan berdampak penghinaan kepada As-Sunnah, melecehkan kebenaran serta petunjuk yang dibawa Rasululloh Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan para pendahulu umat ini yang sholeh. Karena barangsiapa yang menyerupai suatu kaum pasti sepakat dengan fikrah (pemikiran) mereka dan ridla dengan semua aktivitasnya. Inilah bentuk kekaguman terhadap mereka. Sebaliknya, ia tidak akan merasa kagum terhadap semua hal yang bertentangan dengan apa yang dikagumi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyabbahah (meniru-niru) itu mewariskan mawaddah (kasih sayang), mahabbah (kecintaan), dan mawalah (loyalitas) terhadap orang-orang yang ditiru tesebut. Karena bagi seorang muslim jika meniru dan mengikuti orang-orang kafir, tidak bisa tidak, dalam hatinya ada rasa ilfah (akrab dan bersahabat) dengan mereka. Dan rasa akrab dan bersahabat ini akan tumbuh menjadi mahabbah (cinta), ridla serta bersahabat kepada orang-orang yang tidak beriman. Dan akibatnya dia akan menjauh dari orang-orang yang shalih, orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang mengamalkan As-Sunnah, dan orang-orang yang lurus dalam berislam. Hal tersebut merupakan suatu hal yang naluriah, manusiawi dan dapat diterima oleh setiap orang yang berakal sehat. Khususnya jika muqallid (si pengikut) merasa sedang terkucil atau sedang mengalami kegoncangan jiwa. Pada saat yang demikian itu apabila ia mengikuti yang lainnya, maka ia akan merasa bahwa yang diikutinya agung, akrab bersahabat, dan terasa menyatu dengannya. Kalau tidak, maka keserupaan lahiriah saja sudah cukup baginya. Keserupaan lahiriah ini direfleksikan ke dalam bentuk kebudayaan dan tingkah laku. Dan tidak bisa tidak, kelak akan berubah menjadi penyerupaan batin. Hal ini merupakan proses yang wajar dan dapat diterima oleh setiap orang yang mau mengamati permasalahan ini dalam pola tingkah laku manusia (human being).&lt;br /&gt;Kalau seseorang bepergian ke negeri lain maka ia akan menjadi orang asing di sana. Jika dia bertemu dengan seseorang yang berpakaian sama dengan pakaiannya, kemudian berbicara dengan bahasa yang sama pula pasti akan timbul mawaddah (cinta) dan ilfah (rasa akrab bersahabat) lebih banyak dibanding kalau di negeri sendiri. Jadi apabila seseorang merasa serupa dengan lainnya, maka rasa persamaan ini akan membekas di dalam hatinya. Ini dalam masalah yang biasa. Lalu bagaimana jika seorang muslim menyerupakan diri dengan orang-orang kafir karena kagum kepada mereka? Dan memang inilah yang kini banyak terjadi. Suatu hal yang tidak mungkin, seorang muslim bertaklid dan menokohkan orang kafir kalau tidak berawal dari rasa kagum, kemudian disusul dengan keinginan untuk mengikuti, mencontoh, dan akhirnya menumbuhkan rasa cinta yang mendalam yang disertai dengan sikap loyalitas yang tinggi. Hal itu bisa dilihat pada masa sekarang di mana banyak muslim yang bergaya hidup kebarat-baratan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertasyabbuh terhadap orang-orang kafir pada dasarnya akan menjerumuskan kepada kehinaan, kelemahan, kekerdilan (rendah diri), dan kekalahan. Oleh karena itu sikap bertasyabbuh dilarang keras. Demikianlah yang terjadi pada sebagian besar orang-orang yang mengikuti orang-orang kafir sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Mantasyabbaha biqoumin Fahuwa Minhum, Dr.Nashir Bin Abdul Karim Al-Aql)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-2704253330441417702?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/2704253330441417702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=2704253330441417702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2704253330441417702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2704253330441417702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/pemahaman-tentang-tasyabbuh.html' title='Pemahaman Tentang Tasyabbuh'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-3091152240562552792</id><published>2007-12-26T01:15:00.000-08:00</published><updated>2007-12-26T01:19:29.986-08:00</updated><title type='text'>Petaka dan Fitnah Ulama Su'</title><content type='html'>Namanya saja ulama su’ (buruk), tentu pekerjaan-nya merusak, mengacau, dan menyesatkan. Disebut ulama karena baju dan lisannya seperti ulama, disebut su’ karena perbuatan, ajakan, dan hatinya jahat. Karena itu, ulama su’ termasuk jenis manusia yang berbulu domba namun berhati serigala.Ulama su’ sekarang ini adalah generasi penerus dari ulama su’ zaman dahulu. Ulama su’ mengajarkan tipu daya untuk mencari celah-celah hukum Alloh Subahanahu wa Ta’ala, sehingga mereka bisa memakan harta secara batil seperti kisah penduduk yang menghalalkan mencari ikan pada hari Sabtu dengan tipu daya yang cukup terkenal itu, atau menghalalkan bangkai dengan cara mencairkannya menjadi minyak lalu dijual dan dimakan harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Alloh berfirman, “Apakah dengan-Ku (kasih dan kesempatan yang Kuberikan) kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.” (HR: Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama su’ adalah peringkat ulama yang paling rendah, paling buruk dan paling merugi. Ia adalah seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya dan tidak mengajarkannya kepada manusia. Di samping itu, ia mengajak kepada kejahatan dan kesesatan. Ia menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan. Ia menggambarkan kebatilan dengan gambar sebuah kebenaran. Ada kalanya, karena menjilat para penguasa dan orang-orang dzalim lainnya untuk mendapatkan kedudukan, pangkat, pengaruh, penghargaan atau apa saja dari perhiasan dunia yang ada di tangan mereka. Atau ada juga yang melakukan itu karena sengaja menentang Alloh Subahanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya demi menciptakan kerusakan di muka bumi ini. Mereka tidak lain adalah para khalifah syetan dan para wakil Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ulama su’ ada juga kelompok yang mengajak kepada kebaikan, namun tidak pernah memberikan keteladanan. Karena itu, Ibnul Qayyim berkata: “Ulama su’ duduk di depan pintu surga dan mengajak manusia untuk masuk ke dalamnya dengan ucapan dan seruan-seruan mereka. Dan mengajak manusia untuk masuk ke dalam neraka dengan perbuatan dan tindakannya. Ucapan mereka berkata kepada manusia: “Kemarilah! Kemarilah!” Sedang-kan perbuatan mereka berkata: “Janganlah engkau dengarkan seruan mereka. Seandainya seruan mereka itu benar, tentu mereka adalah orang yang pertama kali memenuhi seruan itu.” (Al-Fawaid, Ibnul Qayyim, hal. 61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Alloh Subahanahu wa Ta’ala memberi wahyu kepada Nabi Daud alaihis salam, yang artinya: “Wahai Daud jangan engkau jadikan antara Aku dan antara dirimu seorang alim yang sudah tergoda oleh dunia, sehingga ia bisa menghalangimu dari jalan mahabbahKu. Karena sesungguhnya mereka adalah para begal yang membegal jalannya hamba-hambaKu. Sesungguhnya hukuman terkecil yang Aku kenakan untuk mereka adalah Aku cabut kelezatan bermunajat dari hati mereka.” (Jami’ Bayanil Ilmi, Ibnu Abdil Bar, 1/193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Sya’bi berkata: “Akan ada sekelompok penduduk surga yang melongok, melihat sekelompok penduduk neraka. Lalu penduduk surga menyapa mereka dengan penuh keheranan, “Apa yang membuat kalian masuk neraka, padahal kami masuk surga karena jasa didikan dan ajaranmu ?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami memerintahkan kalian melakukan kebaikan namun kami sendiri tidak melaksanakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subahanahu wa Ta’ala telah mencela orang-orang semacam ini sejak zaman Nabi Musa alaihis salam dan mengabadikan hinaan itu di dalam kitab suci sepanjang masa, yang artinya: “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri. Padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat) ? Maka tidakkah kamu berpikir ?” (QS: Al- Baqarah: 44). (Mukhtashar Jami’ Bayanul Ilmi, Ahmad bin Umar Al-Bairuti, hal. 165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Nyata&lt;br /&gt;Contohnya banyak sekali, seperti ulama yang dalam muktamar telah memutuskan keharaman musik, lalu setelah pulang ke pesantrennya ternyata di rumahnya terang-terangan memutar kaset-kaset nyanyian atau bahkan santrinya direstui membentuk grup musik  atau qosidah. Ada lagi ulama yang dengan manisnya mengatakan bahwa tugasnya adalah berdakwah demi kesejahteraan Islam, namun di waktu lain ia malah membolehkan bahkan mengajak untuk memilih orang-orang kafir sebagai pemimpin, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga diantara mereka yang mengatakan agama jangan dijual, ironisnya mereka menulis atau menerjemahkan buku-buku yang sangat dibutuhkan oleh umat dengan memasang embel-embel kapitalis (salah satunya hak cipta, padahal sistem kapitalis ini adalah budaya rusak yang dikembangkan oleh Gereja-Gereja semenjak Romawi masih berkuasa dengann tujuan menjaga aset dan kekayaan gereja), mereka mengadakan dauroh-dauroh dengan tujuan untuk mendapatkan rekaman kajian yang bisa dijual dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi termasuk kelompok ulama su’ yaitu ulama yang mengajak kepada kebaikan, tetapi dengan cara-cara kefasikan, seperti berdakwah dengan musik dan gendingan. Mulutnya mengajak ke surga sementara tangan dan kakinya mengajak orang lain untuk bergoyang mengikuti syetan. Atau berdakwah dengan menggunakan metode lawak, sehingga ungkapan yang kotor dan contoh-contoh yang seronok menjadi bumbu wajib dalam setiap ceramahnya karena target keberhasilannya adalah puasnya hadirin, pemirsa dan pendengar, dengan gelak tawa dan senyuman lebar sebanyak mungkin. Tema dan isi dakwah pun dipilih dan dikemas sesuai dengan selera para panitia dan pengunjung. Mulutnya mengajak kepada iman, namun lawakan dan kebanyolannya melupakan akhirat. Intinya adalah ia mencari “ridha manusia”. Jenis ulama penghibur (pelawak dan pemusik) ini tidak mengikuti aturan dakwah dalam syariat Islam, tetapi mengikuti nafsu syetan demi mengejar ridha manusia. Mereka lupa akan ancaman Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam, yang artinya: “Barangsiapa yang mencari ridha Alloh dengan (resiko mendapat) murka manusia, maka Alloh Subahanahu wa Ta’ala mencukupinya dari manusia. Dan barangsiapa mencari ridha manusia dengan (menyebabkan) kemurkaan Alloh Subahanahu wa Ta’ala, maka Alloh Subahanahu wa Ta’ala menyerahkan dirinya kepada manusia.” (HR: Tirmidzi, no. 2419)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari semua itu, ulama su’ adalah perusak agama, pemadam sunnah, pelindung bid’ah, pelopor maksiat. Sesungguhnya tepat ungkapan Ibnul Mubarak: “Tidaklah merusak agama ini melainkan para raja, ulama su’ dan para rahibnya.” Hal ini karena manusia ini bergantung kepada ulama (ahli ilmu dan amal), ubbad (ahli ibadah) dan muluk (umara, aghniya’). Jika mereka baik, manusia akan baik dan jika mereka rusak, pasti dunia menjadi rusak. (Tafsir Ibnu Katsir, 2/462&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berkata kepada Ziyad bin Hudair: “Apakah kamu mengerti apa yang merusak Islam ?” Ziyad berkata: “Tidak.” Umar berkata: “Tergelincirnya seorang alim, debatnya orang munafik -dengan ayat Al-Qur’an- dan (penetapan) hukumnya para imam yang menyesatkan.” (HR: Ad-Darimi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama su’ sejatinya adalah da’i-da’i neraka. Dalam hadits Hudzaifah,  ketika dia bertanya kepada Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam, yang artinya: “Sesungguhnya kita dulu ada dalam kejahiliahan lalu Alloh menganugerahkan kepada kami kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini ada keburukan ?” Beliau menjawab dalam ucapannya yang panjang sampai berkata: “Ya, para da’i di ambang pintu Jahannam. Siapa yang mendatangi ajakannya pasti akan mereka lemparkan ke dalamnya.” (HR: Al-Bukhari: 7084, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama su’ adalah musuh Alloh Subahanahu wa Ta’ala, mereka sebegitu buruknya karena memutar balikkan urusan, maka benar-benar terbalik. Mestinya salah seorang mereka bisa menjadi pengajak dan penyeru kepada jalan Alloh Subahanahu wa Ta’ala, ternyata mereka sesat dan menyesatkan, mengajak kepada jalan syetan. (Dari ucapan Ali radhiAllohu anhu, Ad-Dakwatut Tammah, Abdullah Al-Hadrami, h. 42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama su’ adalah ulama fasik yang akan dimasukkan oleh Alloh Subahanahu wa Ta’ala ke dalam neraka sebelum para penyembah berhala, karena salahnya orang yang mengerti tidak sama dengan orang yang tidak mengerti. (Mukhtashar Jami’ Bayanil Ilmi, 164)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh Subahanahu wa Ta’ala, jadikanlah manfaat untuk kami apa yang telah engkau ajarkan kepada kami dan ajarkanlah terus kepada kami apa yang bermanfaat untuk kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Al-Fawaid, Ibnul Qayyim; Jami’ Bayanil Ilmi, Ibnu Abdil Bar; Mukhtashar Jami’ Bayanul Ilmi, Ahmad bin Umar Al-Bairutidan berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.mediamuslim.info/index.php?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-3091152240562552792?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/3091152240562552792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=3091152240562552792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/3091152240562552792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/3091152240562552792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/petaka-dan-fitnah-ulama-su.html' title='Petaka dan Fitnah Ulama Su&apos;'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-2561912636890673956</id><published>2007-12-26T00:40:00.000-08:00</published><updated>2007-12-26T00:43:04.375-08:00</updated><title type='text'>Kapan kelalaian Ini Berakhir</title><content type='html'>Saat ini kebanyakan manusia hidup dalam kelalaian yang nyata dari (mengingat) Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan kampung akhirat. Dunia dan seluruh perhiasannya telah menjebak umat manusia, angan-angan tak karuan sudah menipunya, dan mereka telah disetir oleh keinginan-keinginan jelek, setan serta hawa nafsu yang selalu menyuruh kepada perbuatan tercela, namun dengan ini semua diri masih mengira bahwa telah berbuat sebaik-baiknya perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ghaflah (lalai, terlena) adalah racun yang sangat mematikan, dan penyakit yang sangat berbahaya, yang dapat menguasai hati, merasuk mencengkram jiwa, serta menawan/melumpuhkan angota badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya: “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS: Al Anbiyaa’: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas manusia dalam keadaan lalai&lt;br /&gt;Al Imam Ibnu Al Qayyim rahimahulloh berkata: Dan barangsiapa memperhatikan keadaan manusia, maka dia pasti dapatkan mereka seluruhnya –kecuali sedikit saja- merupakan golongan orang-orang yang hatinya lalai dari mengingat Alloh Subhanahu wa Ta’ala, mereka mengikuti hawa nafsunya, sehingga urusan-urusan dan kepentingan mereka terabaikan, yaitu mereka kurang perhatian terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat dan membawa kemashlahatan baginya, sedang mereka menyibukan diri dengan hal-hal yang sama sekali tidak bermanfaat baginya, bahkan justru mendatangkan malapetaka bagi mereka, baik sekarang maupun di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman-walaupun kamu sangat menginginkannya.” (QS: Yusuf: 103) Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh” (QS: Al An’am: 116) Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS: Yunus: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah lalainya kebanyakan manusia dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan dari hari kemudian itu merupakan hujjah bagi orang-orang yang lengah dan suka main-main? Sama sekali tidak…..Itu bukan hujjah bagi mereka, bahkan menjadi hujjah atas mereka, karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus para Rasul, mereka mengajak manusia untuk beribadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala saja yang tidak ada sekutu baginya, dan meninggalkan jalan-jalan kelengahan dan kesesatan, begitu juga Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan kitab-kitab yang di dalamnya mengandung peringatan dari sikap lalai dan semua pintu-pintunya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hati-mu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS: Al ‘Araf: 205)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Imam Abu Muhammad Al Qushariy berkata: Sungguh Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah melarang manusia berbuat lalai, dan Dia telah memerintahkan agar selalu mengingat-Nya setiap saat, Dia  Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS: Al-Ahzab: 41) Dan berfirman, yang artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring” (QS: Ali Imran: 191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksa bagi orang yang lalai&lt;br /&gt;Orang-orang yang lalai mendapatkan sangsi di dunia dan sangsi di akhirat, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang ummat Nabi Musa tatkala mereka mendustakan dan menyakitinya, yang artinya: “Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggalamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.” (QS: Al-A’raf: 136)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan neraka Jahannam –yaitu tempat siksaan di akhirat– sebagai tempat kembali dan tempat tinggal bagi orang-orang yang lalai, Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manuia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Alloh) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunaknnya untuk mendengar (ayat-ayat Alloh). Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS: Al-A’raf: 179)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bahwa tempat akhir orang-orang yang lalai adalah Jahannam disebabkan mereka memiliki hati, namun hatinya sangat keras, tidak pernah tersentuh dan terenyuh, serta tidak tergerak sedikitpun dengan mau’idhah (wejangan), dia bagaikan batu, bahkan lebih keras. Mereka memiliki mata yang mampu melihat pemandangan dhahir (luar) segala sesuatu, namun tidak mampu melihat dengannya hakikat segala urusan, dan tidak mampu dengannya membedakan antara yang bermanfaat dengan yang membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka memiliki telinga yang dengannya mereka mendengarkan suara-suara kebatilan, seperti dusta, nyanyian, kata-kata kotor, ghibah, dan namimah, dan mereka tidak mengambil manfaat dengannya dalam mendengarkan hal yang benar dan jujur yang berupa kitab Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan sunnah Rasul-Nya Shallallaahu alaihi wa Sallam. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya ialah neraka disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS: Yunus: 7-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang adzab orang-orang yang lalai di Jahannam, yang artinya: “Dan telah dekat kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata), “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Alloh, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” (QS: Al Anbiya: 97-98)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh Subhanahu wa Ta’ala juga memberitahukan bahwa kelalaian itu bila telah menguasai hati menyebabkan seseorang ridla dengan kekufuran, dadanya merasa tenteram dengannya, pintu-pintu hidayah tertutup, dan terkuncilah hati itu, wal ‘iyadzu billah, sehingga taubat dan hidayah sangat sulit tercapai, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Alloh menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasannya Alloh tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran, dan penglihatan-nya telah dikunci mati oleh Alloh, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS: An Nahl: 106-108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalai sebab segala kejelekan&lt;br /&gt;Al Imam Ibnu Al Qayyim berkata: Dan lalai dari (mengingat) Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan hari kemudian bila berpasangan dengan mengikuti hawa nafsu maka terlahirlah dari keduanya segala macam keburukan, dan umumnya bergabung antara keduanya dan tidak pernah terpisahkan. Barang siapa memperhatikan kerusakan situasi alam ini, secara umum maupun khusus maka dia bakal mendapatkannya sebagai akibat dari kedua hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelalaian menjadi penghalang antara seseorang dengan kemampuan memandang kebenaran, mengetahuinya, dan memahaminya, sehingga ia termasuk dalam jajaran orang-orang yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda lalai&lt;br /&gt;Saudaraku tercinta, lalai itu memiliki banyak tanda, dikala kita melihat salah satunya ada dalam diri kita, maka ketahuilah sesungguhnya kita dalam bahaya, cepatlah koreksi diri, kejarlah ketinggalan, dan mulailah menanggulangi tanda-tanda ini dengan cara-cara yang disyari’atkan agar kita mampu melepaskan diri dari cengkaramannya sepanjang masa. Dan di antara-tanda itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyekutukan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, dan inilah fenomena kelalaian yang paling besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kufur, fasiq, dan nifaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan perbuatan-perbuatan keji, seperti zina, sodomi, minum-minuman keras, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyia-nyiakan shalat, dan menyepelekan waktu-waktunya, serta (meninggalkan)mendirikannya secara berjamaah di mesjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit mengingat Alloh Subhanahu wa Ta’ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit membaca Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan berdoa, dan berlindung kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai dunia, dan menyibukan diri untuk mengumpulkannya dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasyabbuh (menyerupai) dengan musuh-musuh Alloh Subhanahu wa Ta’ala, baik dalam hal pakaian, cara hidup, dan penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteman dengan orang-orang jahat, dan orang yang tidak mau mengingatkannya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyia-nyiakan waktu dalam hal yang bukan termasuk ketaatan kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak makan, minum, tidur, dan bergaul, karena itu semua menyebabkan rusaknya hati dan malasnya anggota badan dari melaksanakan berbagai macam ketaatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan lagu-lagu, dan menonton siaran parabola yang beracun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hati-hati dalam segala hal yang berkaitan dengan halal dan haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melanggar keharaman-keharaman yang nampak, seperti mempergunakan narkoba, merokok, laki-laki mengisbalkan pakaiannya dan mencukur jenggot, wanita ber-tabarruj dan keluar dengan bersolek serta memakai wangi-wangian, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Nasrah Darul Wathan,  “Ila mata al ghaflah”)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-2561912636890673956?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/2561912636890673956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=2561912636890673956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2561912636890673956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2561912636890673956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/kapan-kelalaian-ini-berakhir.html' title='Kapan kelalaian Ini Berakhir'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-1688290736425370596</id><published>2007-12-25T22:36:00.000-08:00</published><updated>2007-12-25T22:57:37.428-08:00</updated><title type='text'>Hukum mengolok-olok orang yang teguh dalam syariat islam</title><content type='html'>Mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya disebabkan karena mereka itu berpegang teguh (konsisten) dengan perintah itu, hukumnya haram, dan berbahaya sekali terhadap dirinya. Karena dikhawatirkan kebenciannya terhadap mereka itu disebabkan kebenciannya terhadap kondisi mereka yang berpegang teguh dengan ajaran agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala, di saat itu, pengolok-olokannya terhadap mereka menjadi pengolok-olokan terhadap jalan yang mereka tempuh (ajaran yang mereka pegang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyerupai orang yang telah dikatakan Alloh Subhanahu wa Ta’ala tentang mereka, yang artinya: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman”. (QS: At-Taubah: 65-66).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ayat ini turun kepada satu kaum dari orang-orang munafik yang mereka berkata: “Kami tidak melihat mereka ini seperti qari (pembaca-pembaca) kami -yang mereka maksudkan adalah Rasululloh shallAllohu `alaihi wa sallam dan para sahabatnya- yang lebih suka makan, yang lebih pendusta lidahnya, dan yang lebih penakut dihadapan musuh. Lalu Alloh Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat ini terhadap diri mereka. Berhati-hatilah orang yang mengolok-olok penegak kebenaran, dikarenakan mereka itu dari penegak agama. Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”. Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS: Al-Muthaffifiin : 29-36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Asilah Muhimmah, Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin)&lt;br /&gt;Media Muslim.info&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-1688290736425370596?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/1688290736425370596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=1688290736425370596' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1688290736425370596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1688290736425370596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/hukum-mengolok-olok-yang-yang-teguh.html' title='Hukum mengolok-olok orang yang teguh dalam syariat islam'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-9129849391023224926</id><published>2007-12-19T04:06:00.000-08:00</published><updated>2007-12-19T06:34:35.775-08:00</updated><title type='text'>Perjalanan Dakwah di Negara Kamboja</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2kriPNKi0I/AAAAAAAAADo/0EylyYNrfK4/s1600-h/2007-4(1)%253B063.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2kriPNKi0I/AAAAAAAAADo/0EylyYNrfK4/s320/2007-4(1)%253B063.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691916444797762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2krZvNKizI/AAAAAAAAADg/Dhk1ywWsInI/s1600-h/2007-4(1)%253B038.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2krZvNKizI/AAAAAAAAADg/Dhk1ywWsInI/s320/2007-4(1)%253B038.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691770415909682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2krQfNKiyI/AAAAAAAAADY/MsqjVosYokQ/s1600-h/2007-4(1)%253B059.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2krQfNKiyI/AAAAAAAAADY/MsqjVosYokQ/s320/2007-4(1)%253B059.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691611502119714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2krFfNKixI/AAAAAAAAADQ/pCXbJbkavts/s1600-h/2007-4(1)%253B062.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2krFfNKixI/AAAAAAAAADQ/pCXbJbkavts/s320/2007-4(1)%253B062.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691422523558674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2kq4vNKiwI/AAAAAAAAADI/a3nCtaZvUfA/s1600-h/2007-4(1)%253B084.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2kq4vNKiwI/AAAAAAAAADI/a3nCtaZvUfA/s320/2007-4(1)%253B084.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691203480226562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2kquvNKivI/AAAAAAAAADA/aWPDSweMliU/s1600-h/2007-4(1)%253B055.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2kquvNKivI/AAAAAAAAADA/aWPDSweMliU/s320/2007-4(1)%253B055.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145691031681534706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2kJz_NKiuI/AAAAAAAAAC4/QufQn69866U/s1600-h/2007-4(1)%253B039.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2kJz_NKiuI/AAAAAAAAAC4/QufQn69866U/s320/2007-4(1)%253B039.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145654837992131298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-9129849391023224926?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/9129849391023224926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=9129849391023224926' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/9129849391023224926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/9129849391023224926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/perjalanan-dakwah-di-kamboja.html' title='Perjalanan Dakwah di Negara Kamboja'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2kriPNKi0I/AAAAAAAAADo/0EylyYNrfK4/s72-c/2007-4(1)%253B063.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-6997849979362297946</id><published>2007-12-18T20:10:00.000-08:00</published><updated>2009-03-14T21:06:13.026-07:00</updated><title type='text'>Dakwah dan Tabligh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dakwah merupakan tulang punggung agama. Semua Nabi as. Di turunkan di dunia untuk berdakwah. Nabi Muhammad saw sendiri telah mencontohkan perjuangannya dalam berdakwah, begitu pula para sahabat r.a.. Perjuangan dan pengorbanan beliau telah banyak di kisahkan dalam kitab-kitab. Hampir seluruh waktu, harta, bahkan diri mereka habis di gunakan untuk memperjuangkan agama. Dengan sebab perjuangan dan pengorbanan Rasulullah saw,  yang kemudian di lanjutkan para sahabat ra, Islam telah menjadi revolusi terbesar yang pernah ada dalam peradapan manusia. Revolusi tersebut meliputi berbagai bidang, termasuk revolusi akhlak dan moral sehingga menjadikan tatanan masyarakat terbaik yang pernah ada. Islam waktu itu telah menunjukkan wibawanya sehingga menjadi kaum yang paling di segani di seluruh dunia. Al-quran dan hadist telah banyak menyebutkan tentang pentingnya dakwah dan tabligh. Tegaknya usaha dakwah sangat mempengaruhi kemajuan dan kemerosotan umat. Banyak wilayah / negara yang dulu jaya dengan ajaran Islamnya kini tinggal bekasnya saja. Hal ini terjadi karena kurangnya kepedulian umat untuk mengamalkan dan mengusahakan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Ilyas rah.a salah satu tokoh yang memahami cita-cita dan perjuangan Rasulullah saw beserta para sahabat ra merasakan kerisauan yang dalam atas ketidak pedulian umat terhadap agama. Apalagi keadaan masyarakat mewat ( India) yang beliau saksikan waktu itu yang jauh dari agama. Hal itu semakin menambah kerisauan dan rasa nyeri di hati beliau yang kemudian berusaha mencari jalan keluar untuk mengubah suasana dan keadaan masyarakat mewat atas dasar cinta beliau kepada Umat Islam. Beliau berusaha menegakkan kembali kepentingan usaha dakwah dan menanamkan kepahaman pada umat tentang pentingnya dakwah untuk di usahakan sebagaimana yang telah di tuntut oleh agama, serta agar setiap individu memiliki rasa tanggung jawab untuk memajukan agama. Akhirnya beliau mengirim rombongan dakwah dari mewat untuk di gerakkan dengan tujuan mempraktekkan kehidupan Islami dan membudayakan usaha dakwah serta usaha amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan masyarakat. Serta agar berlatih mengorbankan harta, diri dan waktu untuk agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah menjadi saksi betapa besar pengaruh gerakan dakwah yang di tegakkan kembali oleh Syaikh Muhammad Ilyas rah.a. Dan telah menjadi fakta yang tak terbantahkan andil gerakan dakwah dan tabligh serta usaha perbaikan umat tersebut dalam meninggikan kalimat imaniyah di akhir abad ke-20 ini. Sehingga menjadi tinggilah kepentingan agama di atas kepentingan lainnya dan kepentingan usaha atas agama di atas usaha lainnya. Kemudian orang-orang berbondong-bondong untuk mengutamakan amal daripada mal (harta), menghidupkan sunnah-sunnah dan adab-adab nabawiyah serta menyiapkan diri untuk menjadi pejuang-pejuang agama, dengan mengorbankan harta, diri, dan waktu mereka di jalan Allah (semata-mata mengharap keridhaa-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena taufik dan inayah dari Allah swt. sajalah, usaha dakwah dan tabligh tersebut kini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Allah-lah yang menolong usaha dakwah terswebut dan Allah kuasa untuk menghancurkanya. Pada saat ini dapat di lihat betapa banyaknya manusia yang berbondong-bondong keluar di jalan Allah ke setiap penjuru, bahkan ke setiap sudut perkampungan terpencil dengan semangat, niat, cara dan tujuan yang sama untuk menyebarkan agama, hidayah dan perdamaian. Setiap hari selalu ada jamaah atau rombongan dakwah yang terus di kirim ke berbagai wilayah. Mereka senantiasa mendakwahkan agama siang dan malam, mengingatkan umat bahwa tidak ada jalan menuju kebahagiaan kecuali mengamalkan agama. Tujuan mereka yaitu untuk memperbaiki diri serta agar agama yang telah di turunkan Allah swt dengan sempurna ini bisa wujud dalam kehidupun umat islam seluruh alam (khususnya pada diri pekerja dakwah itu sendiri). Sehingga seluruh kampung-kampung di seluruh alam bisa hidup sebagaimana Madinah Al-munawarah pada jaman Rasulullah saw. Masjid-masjid seluruh alam bisa hidup sebagaimana kehidupan masjid Nabawi pada jaman Rasulullah saw. Serta agar manusia memahami pentingnya kerja atas agama melebihi kerja atas kebendaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satupun lapisan masyarakat yang tertinggal dalam menyambut seruan untuk dakwah tersebut, dari Ulama-ulama, Hufadz Qur’an, pelajar, orang awam, orang miskin, konglomerat, intelek, pengusaha, pejabat, orang kota, orang desa, sampai bekas preman. Serta telah di amalkan umat di seluruh belahan dunia. Berkat usaha dakwah dan tabligh tersebut telah banyak orang yang hidupnya kelam mejadi terang, banyak orang kembali tobat dari kemaksiatannya. Dalam usaha ini seolah-olah perbedaan suku, bahasa, negara, status sosial menjadi kabur kemudian duduk rapat-rapat sebagai umat akhir jaman yang mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan risalah kenabian. Bersatu padu menyatukan fikir dan saling tolong-menolong dalam memperjuangkan agama yang sedang di timpa sakit yang parah ini. Ini juga bukti bahwa dakwah memang ampuh untuk memperkuat persatuan umat dan menghindari perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan dakwah ini telah bergerak dan berkembang di Afrika seperti Maroko, Al-Jazair, Tunis, dan Libya. Amalan dakwah ini juga bergerak dan berkembang di Perancis, Belgia, Belanda, Albania, Inggris dan Amerika. Juga di Timur tengah seperti Mesir, Jordania, Syiria, Libanon, Yaman dan negara-negara Arab lainnya, di samping juga di negeri tempat asal mula usaha ini berkembang, yakni India. Saat ini sekitar 240 negara telah hidup amalan dakwah ini.&lt;br /&gt;Usaha dakwah dan tabligh tersebut bisa berkembang dengan baik meskipun di negara-negara barat yang sangat minoritas Islamnya (seperti Amerika, Eropa, Australi dll). Dengan sebab usaha dakwah di sana, panji-panji Islam semakin berkibar tinggi. Di sana orang-orang semakin berani untuk menampakkan ke-Islamannya. Orang semakin bangga untuk memakai atribut-atribut sunnah seperti sorban dan ghamis. Bahkan banyak orang yang akhirnya masuk Islam asbab usaha dakwah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu usaha yang besar, berskala dunia dan berkaliber Internasional tentu mengundang reaksi yang besar pula. Berbagai sorotan dan kritikan datang dari segala arah, Ada yang mendukung, simpati, mendorong dan mencintainya. Ada juga yang membenci, dan menghalang-halangi. Hal ini wajar, hampir semua pembaharuan selalu di iringi pertentangan. Namun fakta membuktikan, siapapun yang terjun langsung dalam kerja dakwah tersebut maka akan timbul jazbah (semangat) untuk mengamalkan agama. Dan timbul semangat untuk mendakwahkan agama tersebut kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang asal nama "Jamaah Tabligh”, Pada dasarnya tidak ada penamaan resmi terhadap kerja dakwah ini, dan awal gerakan da’wah tersebut juga memang tidak ada nama khusus.  Munculnya nama "Jama’ah Tabligh" terwujud secara alami, sebagaimana jika orang menjual ikan maka orang-orang akan menyebutnya "Penjual Ikan" atau jika orang menjual buah-buahan maka orang-orang akan memanggilnya "tukang buah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kisahkan bahwa Maulana Muhammad Ilyas rah.a. ketika memulai kegiatan dakwah tabligh ini mengatakan, “aku tidak memberikan nama apa pun terhadap usaha ini. Tetapi, seandainya aku memberinya nama, tentu aku menamakannya ‘gerakan iman’”. Beliau menyadari bahwa memberikan satu nama khusus pada kegiatan ini berarti membuat pengelompokan baru pada ummat. Ada umat yang anggota dan yang bukan anggota. Sedangkan dakwah dan tabligh adalah satu amal ibadah seperti sholat, puasa, dzikir, dan sebagainya. Sebagaimana dalam ibadah-ibadah lain tidak ada pengelompokkan dan keanggotaan (misalnya kelompok ahli sholat, ahli puasa, dan lain-lain) demikian pula halnya dengan dakwah dan tabligh. Selain hal itu, dakwah adalah tanggung jawab setiap individu ummat ini yang harus mereka tunaikan tanpa kecuali. Bila di bentuk satu kelompok dakwah, tentu akan timbul kesan bahwa dakwah adalah tugas anggota kelompok dakwah saja. Dengan berbagai pertimbangan itulah Maulana Ilyas tidak memberikan nama terhadap usaha dakwah tabligh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, di berbagai wilayah Indonesia orang-orang mempunyai sebutan yang berbeda-beda. Misalnya jamaah silaturahmi, kuba, jaulah, khuruj, osamah, jama’ah tholib, bahkan ada yang menyebut jamaah kompor karena sering membawa kompor kemana-mana. Ada juga sejumlah aktivis da’wah yang kurang senang bila dirinya di sebut anggota jamaah tabligh. Dakwah dan tabligh adalah tanggung jawab seluruh umat bukan tugasnya sekelompok orang tertentu. Namun yang menjadi kesalahpahaman besar, terutama di Indonesia adalah menganggap kerja tersebut hanya milik kelompok tertentu. Padahal di harapkan semua umat ikut ambil bagian dalam kerja dakwah ini sekuat kemampuan yang bisa di berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azas (landasan) dari kerja dakwah tersebut adalah musyawarah yang berdasarkan ruang lingkupnya terbagi dalam beberapa tingkatan musyawarah. Tingkat yang paling besar adalah musyawarah dunia yang biasanya di adakan 2 tahun sekali. Musyawarah nasional biasanya di adakan 4 bulan sekali (Utk Indonesia), kemudian di bagi lagi dalam wilayah-wilayah yang lebih kecil, misalnya musyawarah jawa tengah biasanya 2 bulan sekali, di bagi lagi dalam musyawarah halaqoh (kawasan) biasanya 1 minggu sekali. Sedangkan yang terkecil adalah musyawarah harian yang biasanya di adakan setiap hari di maholla (masjid) masing-masing. Setiap pekerja dakwah juga di anjurkan bermusyawarah setiap hari dengan keluarga di rumahnya masing-masing untuk kemajuan agama (setidaknya kemajuan agama dalam keluarga), sehingga ahli keluarga ikut ambil bagian dalam usaha dakwah. Selain itu juga masih banyak musyawarah-musyawarah lain yang belum di sebutkan di atas karena setiap kerja selalu di awali dengan musyawarah. Dalam musyawarah dunia, perkembangan dakwah di evaluasi, serta di bicarakan terti-tertib yang akan di ambil dalam periode yang akan datang. Sehingga terkadang terjadi perubahan tertib setelah musyawarah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian-pembagian wilayah dalam peta dakwah tabligh tersebut tidak terpengaruh oleh batas-batas formal  yang ada dalam pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tempat berdakwah terbagi menjadi dua, yaitu intiqoli dan maqomi. Intiqoli yaitu dakwah di tempat orang lain atau kampung lain dengan berpindah atau dengan melakukan perjalanan dengan masa tertentu. Orang di sekitar tempat yang di datangi di harapkan akan memberi bantuan untuk kerja dakwah sehingga terjalin kerjasama antara pendatang dengan orang tempatan, sebagaimana kerjasama yang terjalin antara Sahabat muhajirin dan anshor di Madinah pada jaman Rasulullah saw. Sedangkan maqomi adalah dakwah di tempatnya masing-masing. Setiap pekerja di anjurkan untuk meluangkan beberapa jam setiap harinya untuk bersilaturahmi dengan orang-orang di sekitar tempatnya masing-masing untuk mendakwahkan agama. Dalam berdakwah juga di kenal istilah amalan secara infirodi dan Ijtima’i. Infirodi yaitu amalan secara individu sedangkan ijtima’i secara berkelompok(berjamaah). Begitu pula dalam berdakwah juga bisa di lakukan secara infirodi maupun ijtima’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja dakwah di anjurkan untuk mengikuti tertib-tertib dan arahan-arahan yang di sepakati guna menjalankan dakwah, misalnya ketika keluar di jalan Allah (khuruj fi sabilillah) hendaknya memperbanyak da’wah ilallah, ta’lim wa ta’lum, dzikir wal ibadah,dan khidmat. Mengurangi masa makan dan minum, tidur dan istirahat, bicara sia-sia, keluar dari lingkungan masjid. Menghadapi segala kesulitan dengan sabar. Jangan menyinggung masalah politik, khilafiyah (perbedaan pendapat di kalangan ulama), status sosial, dan derma sumbangan dalam berdakwah (ketika keluar). (Tidak boleh menyinggung masalah politik dan khilafiyah karena membicarakan hal tersebut ketika keluar di jalan Allah bisa menimbulkan perdebatan dan perpecahan di antara jamaah). Dan masih banyak arahan-arahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman Rasulullah saw, masjid Nabawi menjadi pusat kegiatan umat, dari sana di bentuk jamaah / rombongan dakwah maupun jihad. Di sana juga sebagai pusat belajar-mengajar, pusat beribadah dan pusat melayani umat, Sehingga dalam usaha dakwah dan tabligh ini juga menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan dakwah. Berangkat dari masjid dan kembali lagi ke masjid. Untuk kawasan tertentu ada masjid yang di jadikan markaz (bahasa arab untuk kata centre/pusat). Di situlah biasanya para pekerja dakwah melakukan ijtima’ (pertemuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ijtima’ tersebut juga di bentuk jama’ah-jamaah yang akan di kirim ke berbagai tempat untuk berdakwah. Pada malam ijtima’ di adakan bayan (majelis penerangan untuk menerangkan maksud serta tujuan dakwah dan tabligh). Petugas bayan (mubayin) memberikan nasihat serta dorongan kepada para jamaah agar memikul tanggung jawab agama dengan cara mengorbankan sebagian dari harta, diri dan waktu, untuk keluar di jalan Allah. Bayan di akhiri dengan tasykil yaitu tawaran serta bujukan kepada para jamaah untuk mengorbankan sebagian harta, diri dan waktu untuk keluar di jalan Allah dengan masa tertentu dalam rangka mendakwahkan agama. Kemudian orang yang berniat untuk ikut keluar (khuruj fi sabilillah) mendaftarkan diri untuk di data. Di sana juga biasanya di bacakan kitab Hayatus-Shohabah yang berisi perjuangan dan pengorbanan para sahabat untuk agama, sehingga para jamaah bisa meneladani para sahabat r.a. dalam mengamalkan dan memperjuangkan agama. Dengan begitu juga bisa dirasakan bahwa pengorbanan para jamaah belum ada apa-apanya di bandingkan pengorbanan para sahabat r.a dalam membela agama. Orang yang mendapat tugas membaca kitab Hayatus-Sohabah haruslah orang ‘Alim(berilmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan mereka dalam berdakwah adalah kerelaan mereka mengorbankan keperluannya untuk kepentingan dakwah. Mereka rela mengorbankan sebagian harta, diri dan waktu mereka untuk mendakwahkan agama  sampai melewati batas pulau dan batas negara. Dalam berdakwah mereka siap di caci dan di maki, hal itu tidak akan menghentikan mereka. Hubungan antara pekerja dakwah ini sangat erat, mereka memiliki kesatuan hati yang sangat kuat, di dalamnya ada kasih sayang, dan semangat mengutamakan orang lain (itsar). Keindahan hubungan mereka dapat di lihat dari ijtima’-ijtima’ yang di adakan. Kasih sayang ini bukan hanya untuk sesama pekerja dakwah saja. Dalam berdakwah jamaah senantiasa berusaha menjalin hubungan dengan baik kepada orang-orang yang di temui. Dalam berdakwah di anjurkan menghindari perdebatan serta berdakwah dengan penuh hikmah dan bijak. Para Da’i di anjurkan menghadirkan sifat okromul muslimin (memuliakan sesama muslim) terutama kepada Ulama yang di jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada paksaan dalam menjalankan usaha dakwah ini. Walaupun para masyaikh  dan Syuro senantiasa memberi arahan-arahan dan nasihat dalam mengamalkan dakwah, tapi dalam pelaksanaanya apakah akan di amalkan atau tidak kembali kepada setiap individu. Namun alangkah baiknya jika semua orang bisa ikut ambil bagian dalam usaha ini. Usaha dakwah tersebut sangat terbuka, semua orang bisa ikut ambil bagian dalam usaha dakwah.&lt;br /&gt;Para masyaikh(ulama) juga senantiasa mengingatkan kepada orang-orang yang bekerja di bawah usaha dakwah tersebut bahwa tujuan utama dalam mengamalkan dakwah tersebut adalah untuk memperbaiki diri (ishlah), memperbaiki orang lain bukanlah tujun utama mereka dalam berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan dakwah yang telah di konsepkan sangat bagus dan mulia, tapi yang menjalankan dan mengamalkan juga manusia biasa yang datang dari berbagai latar belakang. Tidak mungkin bisa terhindar dari kesalahan. Jika di cari-cari kekurangan mereka, tentu akan banyak di temukan, hal ini wajar. Di antara mereka sudah ada yang bertugas untuk mengarahkan dan meluruskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara realita kondisi umat saat ini pada umumnya sudah jauh dari apa yang di wasiatkan Rasulullah saw. Banyak masjid di bangun namun semakin sedikit yang memakmurkannya. Masjid sudah semakin megah namun semakin sepi dari amalan. Pemuda-pemuda kita lebih bangga menirukan gaya selebriti daripada Nabi kita. Kita sebagai Umat Islam tidak sadar telah ikut terbawa budaya yahudi dan nasrani. Kini agama, satu-satunya yang menjadi sebab kebahagiaan, kemuliaan dan kejayaan dunia akhirat di anggap sesuatu yang tidak penting sehingga di abaikan begitu saja. Dengan memberi ummat kitab tebal kemudian kita cuma berharap agar umat mengamalkanya sementara mereka belum memahami kepentingan agama merupakan perkara yang hampir mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini masyarakat terbentuk dari apa yang mereka lihat, masyarakat sudah kesulitan melihat kehidupan islam yang sesungguhnya. Cara bagaimana bermu’amalah, mu’asyaroh, berakhlak yang dulu pernah di ajarkan Rasulullah saw kini telah hilang dari umat Islam. Jika dulu ada yang bertanya bagaimana akhlak Rasulullah saw maka bisa di jawab akhlak beliau adalah Al-quran. Namun saat ini kehidupan Islami seolah-olah hanya di dalam buku-buku saja......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jaman sekarang ini, budaya materialisme sudah sangat kental dalam kehidupan masyarakat, masih adanya sekelompok orang yang mau berkorban untuk mendakwahkan agama merupakan suatu rahmat dari Allah swt yang seharusnya kita tolong dan kita syukuri.  "Thola’albadru‘ ;alaina mintsaniyatilwada’ wajaba syukru ‘alaina maada’alillahida&amp;amp;rs quo;. (Telah terbit purnama di atas kita muncul dari tsaniyatul wada’, wajib bersyukur atas kita selama masih ada Da’i yang mengajak kepada Allah)……&amp;amp;nb sp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-6997849979362297946?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/6997849979362297946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=6997849979362297946' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6997849979362297946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6997849979362297946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/dakwah-dan-tabligh.html' title='Dakwah dan Tabligh'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-6721025721850631942</id><published>2007-12-18T19:51:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T19:59:38.550-08:00</updated><title type='text'>Markas Tabligh</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2iWS_NKipI/AAAAAAAAACQ/ArdOQTLnKGc/s1600-h/peta+dunia.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2iWS_NKipI/AAAAAAAAACQ/ArdOQTLnKGc/s320/peta+dunia.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145527827219253906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Abu Dhabi&lt;br /&gt;Kaleem Razal, Al-Musaffah, Abu Dhabi. 971-2-721-..&lt;br /&gt;Afghanistan&lt;br /&gt;Haji Md Meer, Sarai Nelam Farrush, Shahbazar, Kabul. 155-23798&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Afrika Selatan&lt;br /&gt;Markaz, Bait-un-Nur, 17, 11th Avenue Mayfair, Johannesburg. 011-8392633&lt;br /&gt;Kirk St Masjid, 12 Kirk St, 2001 Johannesburg. (G. M. Padia) 27-31-923-841, faks 27-11-852-4011&lt;br /&gt;3.Albania&lt;br /&gt;Dr Abdul Latif Saleh, Tirana. +355-42-25440/25438&lt;br /&gt;Seshi Avni Rustemi, Tirana. +355-42-23038&lt;br /&gt;Dr Skender Durresi, Tirana. +355-42-32710&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Aljazair&lt;br /&gt;Masjid An-Najah, Al-Mohammedia, Algeria. (Belqasim Merad 213-2-750)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Amerika Syarikat&lt;br /&gt;Dearborn Mosque, 9945 West Vernor Highway, Dearborn, Detroit. +1-313-8429000&lt;br /&gt;Markaz New York, 425, Montauk Avenue, Apt. 1, Brooklyn, New York.&lt;br /&gt;Markaz, Masjid Falah, 42-12, National St., Corona, New York. (Loqman Abdul Aleem) +1-718-4767968&lt;br /&gt;Abdur Raqeeb, 130, 69th St., Guttenberg, NJ 07093. +1-201-86.. , +1-718-8587168 (faks - Faqir)&lt;br /&gt;Markaz, 820 Java Street, Los Angeles. (dekat Arbor Vitae St.) +1-310-4199177 (Dr Abd Rauf)&lt;br /&gt;Farouq Toorawa, Los Angeles. +1-310-6755456&lt;br /&gt;Masjid Al-Noor (Markaz), 1751 Mission Street, San Francisco. +1-415-5528831&lt;br /&gt;Vallejo Mosque, 727 Sonoma Boulevard, Vallejo, California. +1-707-6452024&lt;br /&gt;Naser Sayedi, 1777 East West Road, P.O.B. 1703, Honolulu. +1-808-735..&lt;br /&gt;L/Cpl Chaudary, Hawaii. +1-808-2575721&lt;br /&gt;Islamic Centre, 1935, North Eo Place, Manoa, Honolulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Angola&lt;br /&gt;Comunidade Islamica em Angola, Caika Posta 2630, Luano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Arab Saudi&lt;br /&gt;Abdul Ghaffar Noor Wali, Jeddah. 966-2-6371607&lt;br /&gt;Ghassan 6823041 Dr Ahmad Ali, P.O. Box 22310, Riyadh 11495. 966-1-6023679&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Argentina&lt;br /&gt;Ahmad Abboud, Centro Islamico, Av. San Juan 3049/53, Buenos Aires. 54-1-973577&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Australia&lt;br /&gt;Markaz, 90 Cramer Street, Preston 3074, Melbourne.&lt;br /&gt;Sheikh Mo’taz El-Leissy, Melbourne. 61-3-94784515&lt;br /&gt;Markaz, 765 Wangee Road, Lakemba, Sydney. 61-2-97593898&lt;br /&gt;S. Hamid Latif, Lakemba Mosque, 63/65 Wangee Road, Lakemba 2195, Sydney. 61-2-759-3899, 61-3-470-2424&lt;br /&gt;Markaz, 427 William Street, Perth.&lt;br /&gt;Abdul Wahab, Perth. 61-9-4596826&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Austria&lt;br /&gt;A. Khaleque Qureshi, Masjid Belal, Diefenbachgasse 12/12, 1150 Wien. 43-1-9387615, 43-1-7366125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Azerbaijan&lt;br /&gt;S. Uzair M. Ali, Orzhenigidzebskoy, Noboy Gumarbel M3/2F (?)&lt;br /&gt;Bahamas&lt;br /&gt;Jamaat ul Islam, P.O. Box 10711, Nassau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Bahrain&lt;br /&gt;A Aziz Baluch, P.O. Box 335, Manama. 953-256-707&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Bangladesh&lt;br /&gt;Maulana A Aziz, Kakrail Masjid, P.O. Ramna, Dhaka. 88-02-239-457&lt;br /&gt;Barbados&lt;br /&gt;Maulana Yusuf Piprawala, Kensington New Road, Bridgetown. 1-809-426-8767&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Belanda&lt;br /&gt;Moskee Arrahman (Markaz), Van Ostade str. 393-395, 1074 Amsterdam. (Tram no. 4 dari stesen keretapi) (Al-Kabiri) 31-20-764073&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Belgium&lt;br /&gt;Masjid Noor, Rue Massaux 6, Gemeente Schaarbeek, 1030 Brussels. (Mostafa Nooni) 32-2-219-7847&lt;br /&gt;Masjid Van Slambrouck, Fortuin St. 6, B8400 Oostende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.&lt;br /&gt;Md Riaz, 3132 Kraal Road, Belize City.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.Bermuda&lt;br /&gt;Md Mosque, Basset Bldg Court, St. Ram, Hamilton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.Biera&lt;br /&gt;Omar Osman, P.O. Box 382 (?), Biera. 23260&lt;br /&gt;Bolivia&lt;br /&gt;Biab Khalil, P.O. Box 216, La Paz. BX 5418 (teleks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.Brazil&lt;br /&gt;A Aziz Alinani, Imam, Centro Islamica, Ax W-5 Norte, Brazil. 55-11-278-6789&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.Britain&lt;br /&gt;Markazi Mosque, South Street, Saville Town, Dewsbury. (Hafez M Patel) 44-924-460760, 44-924-46685? (faks)&lt;br /&gt;East London Markazi Masjid, 9-11 Christian St, Off Commercial Road, London E1. (Zulfiqar) 44-71-4811294&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.Brunei&lt;br /&gt;Hj Jamili Hj Abbas, 647 Kg Lumapas. 673-8-810480, 673-2-337488. jamil@brunet.bn&lt;br /&gt;Hj Mahadi, Bandar Sri Begawan. 332148&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.Bulgaria&lt;br /&gt;Mufti Basri Osman, Plovdiv. 359-2-233-109&lt;br /&gt;Cad&lt;br /&gt;Masjid-e-Noor, Share Namer, N O’Jamina. (Adam Yusuf Amin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.Cecen&lt;br /&gt;Dudaeb Shakmarze, Ul. Khakalskaya 90/2/42, Grozni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.Cile&lt;br /&gt;Taufiq Rumie, Edwardo Castillo Valesco 1160, Nunoa, Santiago. 56-2-496-081, 56-2-294-182&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.Cina&lt;br /&gt;Hilal D. C. Guangyun, V. C., Stand Comm, East Dist. Peoples Congress, ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.Dagastan&lt;br /&gt;Habibullah, Sk Mohuddin, village Gubdan, Lewanshowski.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.Denmark&lt;br /&gt;Shehzad Ahmad, Makki Masjid, Brikegade 4 KLD, N Kobenhavn (Copenhagen). 45-43-(35)-361-513&lt;br /&gt;Centre Mosque, Morbaerhaven Block 18 c/4, 2060 Albertslund. 02-454368&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28.Dubai&lt;br /&gt;Shaikh Hamdan, Masjid al Kasis, Al Kasis No. 3, dekat Umm Kulsum Che..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.Eire&lt;br /&gt;Masjid, 7 Harringto Street, Dublin.&lt;br /&gt;Dublin Islamic Centre, 163, South Circular Road, Dublin 8.&lt;br /&gt;Md Shigara, 21, Wolseley Street, Dublin 3. 353-1-540-027&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30.Ethiopia&lt;br /&gt;M. M. Kechia, Abu Bakr Masjid, Kwas Maida, Addis Ababa. 251-1-130-208, 135-823 (Ibrahim Sufra)&lt;br /&gt;Feringgi&lt;br /&gt;Abu Bakar Sulil, Masjid Odiveas, Rua Thomas de Anunciacao 30 R/C Esq, Odiveas 2675, Lisboa.&lt;br /&gt;Fiji&lt;br /&gt;Noor Ali, Raki Raki Jama Masjid, P.O Box 15, Raki Raki, Fiji. 679-24440, 679-94002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31.Filipina&lt;br /&gt;Masjid Abu Bakar, Marawi City, Lanao del Sur, Mindanao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32.Finland&lt;br /&gt;Omar Nizamuddin, Puutarhankatu 18A, Helsinki. 358-21-513-572&lt;br /&gt;Masjid, Fredrinkatu 33B, 00120 Helsinki 12. 358-0-643-579, 358-0-149-6395&lt;br /&gt;Masjid, Abrahaminkatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33.Gambia&lt;br /&gt;Abdul Wadood, Arabic Madrassa, Serekunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34.Ghana&lt;br /&gt;T. Osang, P.O. Box 170A, Rock of Islam Mosque, Labadi, Accra. 233-21-663-443, 665-06&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35.Guinea&lt;br /&gt;Md Boye, P.O. Box 12294, Barry, Conakary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36.Guinea Bissau&lt;br /&gt;Abayu Bayo, Jamia Kabir, Bissau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37.Guyana&lt;br /&gt;Azim Khan, 35, Kraig Village, East Bank, Demerara. 592-(02)-62269 (Georgetown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38.Hong Kong&lt;br /&gt;Masjid Ammar, 40-01 Kwon Road, Wanch.. 5-892-0720 (Md Qadeem, Zafar 852-3-5-239-975)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39.Hungari&lt;br /&gt;A. Hafez, Flat 9, 84 Linen Kurt, Budapest. 36-1-833-905, 36-1-276-0482 (Babikir)&lt;br /&gt;Dr Izzedin, Estergomiut 56/VII/26, 1138 Budapest.&lt;br /&gt;Ibrahim, Fortuna (hotel murah), Szolgaltaro GMk, 1073 BP, Akacf..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40.India&lt;br /&gt;Banglawali Masjid, 168 W. Nizamuddin, Basti Nizamuddin, New Delhi. 91-11-494-7137 (faks: Farooq),&lt;br /&gt;617-142 (..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41.Indonesia&lt;br /&gt;Masjid Jamek, 83 Jalan Hayam Waruk, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. (Ahmad Zulfikar) 62-21-821-236, 639-5585, 682-378&lt;br /&gt;Masjid Istiqlal, Jalan Yos Sudarso, Dumai, RIAU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42.Iran&lt;br /&gt;Al Amir A Roaf, Masjid e Tauhidi, Zahedan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43.Iraq&lt;br /&gt;Sk Kazim, Montaga Buhimania Al Karich, Share Mar’uf, Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44.Itali&lt;br /&gt;El Amrani, 3231 Via Vanzetti No. 3, Cita di Sudi (Cascino Rosa), Milano. 39-10-952-20?, 39-6-802-258&lt;br /&gt;Masjid, Via Bertoloni 22/24, Roma&lt;br /&gt;Masjid,Via Berthollet 24, Torino&lt;br /&gt;Masjid, Via de Groce 3 (Tingkat 4), Trieste&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45.Jabaltariq&lt;br /&gt;Masjid Cesemate Sq., Main Street, Gibraltar. 350-73058&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46.Jamaika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naeem A. Muta’ali, Muslim Community, 54 Wildman Street, Kingston. 1-809-9283516 (Akbar), 9286789 (Naeem)&lt;br /&gt;Islamic Center of Jamaica, 134 1/2 King Street, Kingston.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47.Jepun&lt;br /&gt;Markaz Islaho Tarbiyat (Ichnowari), 1-1-6 Bingonishi, Kasukabe-Shi, Saitama-Ken, Tokyo 334.&lt;br /&gt;Ibrahim Ken Okubo, Room 105, Bingo Higashi 1-22-20, Kasukabe Shi, Saitama Ken, Tokyo 344. 0487-36-2767 (tel) 04-8738-0699 (faks)&lt;br /&gt;Syed Sohel 04-8736-2767&lt;br /&gt;Masjid Darus Salam, 772, Oaza Sakai, Sakai Machi, Sawa-gun, Gunma Ken.&lt;br /&gt;Hafiz Afzal 030-146-1419&lt;br /&gt;Masjid Shin Anjo (Nagoya), Bangunan Kamimoto, Tingkat Satu, 1-11-15, Imaike-cho, Anji-Shi, Aichi Ken.&lt;br /&gt;Najimuddin 030-56-32101&lt;br /&gt;Nufail 030-56-50432, 056-698-9408&lt;br /&gt;Masjid Takwa (Chiba), Sanbu-Machi, Sanbu-Gun, Ametsubo 65-12, Chiba Ken (dekat stesen JR Hyuga).&lt;br /&gt;Lokman 043-444-5464, 030-067-9223&lt;br /&gt;Shamin 010-404-4748&lt;br /&gt;Makki Mosque (Narimasu, Tokyo), stesen Narimasu (Tobu line).&lt;br /&gt;Asraf 010-609-2479&lt;br /&gt;Markaz Hon-Atsugi (Kanagawa). 0462-27-5936&lt;br /&gt;Islamic Center, 1-16-11 Ohara Setagayu ku, Tokyo 156. 03-7870916, 4606169&lt;br /&gt;Islamic Center, C Hoko Mansion 4-33-10 Kitazawa, Setagaya ku, Tokyo 156.&lt;br /&gt;Nerima K. K. Mati, 1-30-17 Kopsaki 205, Tokyo. 81-3-450-6820, 81-3-553-7665 (Ismail), faks 81-3-458-3967&lt;br /&gt;A. Aziz Mecavale, 175 Kumitashi Cho, Tokyo. (d/a Akarim Seth)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48.Jerman&lt;br /&gt;Md. Nawaz, Masjid, Muenchener str. 21, Frankfurt. (06175)1673, (0221)550..&lt;br /&gt;Md. Nawaz, Berliner str. 31, 6374 Steinbach. (06171) 75360&lt;br /&gt;Barbaros Gamii (masjid), Kyffhavser str. 26 (dekat Barbarossa Platz), 5 Koeln 1 (Cologne). (Husseinbeg&lt;br /&gt;Firat 467477, Zia) 0211-213870&lt;br /&gt;Masjid, Lindower str. 18-19, 1000 Berlin 65. (030) 4617026&lt;br /&gt;Masjid, Landwehr str. 25, Muenchen (Munich). (dekat stesen keretapi)&lt;br /&gt;Masjid, Steindamm, Hamburg. (dekat stesen keretapi)&lt;br /&gt;Masjid, Haupsletter str. 715, Stuttgart. 0711-6406775&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49.Jibouti&lt;br /&gt;Salem Ahmad, Deeday Masjid, P.O. Box 730, Djibouti. 253-762-189, 5818 FIANEA (teleks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50.Jordan&lt;br /&gt;Md Mustafa Al Wafai, Masjid Madeenat al Hujjaj, Mukhayam Het.. 962-6-774-257&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51.Kamerun&lt;br /&gt;Osmany c/o Alhaj Md, P.O. Box 19, Marwah.237-291-5..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52.Kanada&lt;br /&gt;Medina Masjid, 1015 Danforth Ave., Toronto. (Ismail Patel / Anjum Mohammad)1-416-465-7833.&lt;br /&gt;53.Kazakhstan&lt;br /&gt;Baba Khanov, Muslim Religious Board of Central Asia, Alma Ata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54.Kenya&lt;br /&gt;A. Shakoor, Londi Mosque, sebelah balai polis Kamakunsi, Nairobi. 254-2-764-224, 254-2-340-965&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55.Kibris&lt;br /&gt;Ahmet Cetkin, Harika Camii, Palamud Sok No. 11, Asa Marao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56.Korea Selatan&lt;br /&gt;Imam Qamaruddin, Masjid Annur, GPO Box 10896, Seoul. 82-2-556-…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57.Kosta Rika&lt;br /&gt;Mostafa Md Imam, Centro Islamico, Dasamprados Casa 7-16, San Jose. 506-272-878&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58.Kuwait&lt;br /&gt;A Rashid Haroon, Subhan Markaz, Al Mantiga Sinaere, Kuwait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59.Laos&lt;br /&gt;Maulana Qamaruddin Noori, Masjid India, P.O Box 617, Vientianne. 3776&lt;br /&gt;60.Liberia&lt;br /&gt;S M Azmat Subzwari, Randall Street Mosque, Monrovia. 231-225-0..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61.Libya&lt;br /&gt;Mustafa Kuraitty, Jame al Badri, Bab bib Ghasher, Tripoli. 218-61-72138..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62.Lubnan&lt;br /&gt;A Hasib Sar Hal, Imam Ali ut Tariq Jadidah, dekat Madrasah Farooq, Beirut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63.Luksembourg&lt;br /&gt;Islamic Centre, Route Darlon 2, Mamar. (S. B. Khan Afridi) 352-311-695.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64.Madagaskar&lt;br /&gt;Yakub Patel, P.O.Box 101, Tamatave. 261-5-33202&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65.Maghribi&lt;br /&gt;Alhaj Ali, Masjid en Noor, Hayya Araha 61, Darul Baida, Casablanca. 212-366-483..&lt;br /&gt;Malawi&lt;br /&gt;Ebrahim Makda, Juma Masjid, Kamuza Proc. Road, Lilongwe. 265-720216&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66.Malaysia&lt;br /&gt;Masjid Jamek Sri Petaling, Bandar Baru Sri Petaling, Kuala Lumpur. 60-3-9580515. 60-3-7595063 (Madrasah Miftahul Ulum). 60-3-7586134 (faks: Hj Khalid)&lt;br /&gt;Abdul Wahid, Kota Kinabalu. 088-232994 (r), 088-225081 (o).&lt;br /&gt;Maldiv&lt;br /&gt;Ibrahim Hassan, G. Aabin, Male Island.&lt;br /&gt;Mali&lt;br /&gt;Ismail, Markaz Haidara, P.O. Box 1551, Bamako. 223-22-22..&lt;br /&gt;Malta&lt;br /&gt;Md El Sadi, Islamic Centre, Corradino Road, P.O. Box 11, Paola, Malta. 356-772-163..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67.Mauritania&lt;br /&gt;Daud Ahmad, Masjid Shurfa, P.O. Box 14, Nouakchott.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68.Mauritius&lt;br /&gt;Masjid Nur, Gora Issac St., Port Louis. 230-2424904&lt;br /&gt;Mir AM Soorma, Shaukat Islam Mosque, P.O.Box 328, Port Louis. 230-26..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69.Meksiko&lt;br /&gt;Mir Y Ali, Norte 40A, No. 3612A, Col 7 de Noviembre, Mexico DF.. 537-1138&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70.Mesir&lt;br /&gt;Masjid Anas bin Malik, Madinatul Muhaddithin, Share Iraqu Giza, Cairo. 20-2-702-804, 20-2-348-6185&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71.Mozambik&lt;br /&gt;Md Rafiq Ahmad, Av Dazambia 305, I C Flat 4, Maputo. 258-2378..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72.Myanmar&lt;br /&gt;B. A. Ground Mosque, dekat stesen keretapi Rangoon. 95-1-74436, 3100 (Bhay)&lt;br /&gt;New Zealand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Samad Bhikoo, Auckland Mosque, 17 Vermont Street, Ponsonby, Auckland. 64-9-3764437&lt;br /&gt;Masjid AnNur, Christchurch. 64-3-3483930&lt;br /&gt;Ishan Othman, Dunedin. 64-3-4767121&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73.Niger&lt;br /&gt;Yahya Sa’ati, Sooq al Kabir, dekat Mohatta Sayarat, Niamey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74.Nigeria&lt;br /&gt;Hamza Oshodi, Central Mosque, 37 Church Road, Saban Gari, Kano. 47-2-9883..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75.Norway&lt;br /&gt;K. M. Riaz, Bilal Masjid, Tordenskjolds Gt. 86, 3044 Drammen. 47-2-9883-..&lt;br /&gt;Islamic Centre, Nosdahlbruns Gt. 22, Oslo 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76.Oman&lt;br /&gt;Masud Harthi, Jame Khalid ibni Walid, Assib, Muscat. 92-21-415..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77.Pakistan&lt;br /&gt;AlHaj A. Wahab, Madrassa Arabia, Raiwind, Lahore. 92-21-415.., 92-21-216..(faks)&lt;br /&gt;Makki Masjid, Garden Road, Karachi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78.Panama&lt;br /&gt;A F Bhikoo, Jama Masjid, 3rd Street &amp; Mexico Avenue, Panama City. 517-256-44..&lt;br /&gt;Pantai Gading&lt;br /&gt;Md Amin (Jallo), Masjid Ahlesunnah, P.O. Box 110, Danane. -(225)-635-320 (Boike town)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79.Perancis&lt;br /&gt;Sh. Yunus Tlili, Masjid Rahman, Ave. Paul Vaillent Couturier 52, 93200 St Denis. 33-1-48.23.78.89, 48.26.78.78&lt;br /&gt;Markaz Marseille, Rue Malaval 24, 13002 Marseille. 91908047&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80.Peru&lt;br /&gt;Naguib Atala, Casilla 3134, Lima. 51-14-294-620&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81.Poland&lt;br /&gt;Yakub, ul. Piastowska 77, Bialistok. Masjid, ul. Abrama 17A, Gdansk.&lt;br /&gt;Boguslaw Zagorski, ul. Rozlogi 6 Apt. 51, Warszawa (Warsaw).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82.Puerto Riko&lt;br /&gt;Arab Cultural Club, Km 5, KMO 65th Inf Ave, Rio Piepras, PR0092.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;83.Qatar&lt;br /&gt;Abdullah Ahmad, Masjid Mantaya Sanaiya, P.O.Box 40621, Doha.&lt;br /&gt;Reunion&lt;br /&gt;Yusuf Lockati, Masjid Nurul Islam, 97400 St Denis. 262-200..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;84.Romania&lt;br /&gt;Masjid, Ovidiu Square, Constanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85.Russia&lt;br /&gt;Masjid, Prospect Mira (dekat Olympic Station), Moscow. 281-4904&lt;br /&gt;Sayyid Akhtar, Moscow. sar_bob@hotmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;86.Rwanda&lt;br /&gt;A Majid Suleman, Medina Masjid, Kegali. 250-7536&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;87.Senegal&lt;br /&gt;Sk Ahmad, Masjid Al Noor, P.O. Box 1955, Colobane, Dakar. 221-223-262&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;88.Siera Leon&lt;br /&gt;Hassan Taravaly, 4 Rush Street, Circular Road, Freetown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89.Singapura&lt;br /&gt;Masjid Angulia, Serangoon Road. 02-2971624&lt;br /&gt;Hj Jufri, Block 210 #07-91, Tapines Street 23. 02-7832358&lt;br /&gt;Hj Hassan 02-4442312&lt;br /&gt;Najmuddin 02-2914742&lt;br /&gt;Abdul Karim 02-4439294&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;90.Somalia&lt;br /&gt;S Sheraff, Masjid e Dawat, Magaiscia. 252-1-81963&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;91.Spanyol&lt;br /&gt;Musa Taha, Mezquita Ataqua, Calle Correo Viejo - 4, Albaicine, Granada. 34-58-255-611&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92.Sri Lanka&lt;br /&gt;Tablighi Markaz, 150 Lukmanjee Sq, Grandpass Rd, Colombo. (Md Lebbe Master) 94-1-25910&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;93.Sudan&lt;br /&gt;Dr D H Khalili, Masjid Hamddab, Ash Shaharah, Khartoum. 249-11-222428&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;94.Surinam&lt;br /&gt;Mufti B Piprawala, Masjid Taedul Islam, Mutton Shop 10B, Paramaribo. 597-81394&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95.Swaziland&lt;br /&gt;Md Hassan, P.O. Box 201, Maikerns. 83327&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;96.Sweden&lt;br /&gt;Markaz, Tarsgatan 91, Stockholm. 46-8-334-490 (A Raof), 46-8-750-8511 (S Zaidi)&lt;br /&gt;Dr M Piar Ali, Tarsgatan 45B, Stockholm&lt;br /&gt;Tonsbergsgatan 4, 3TR, 16434 Kista. 46-8-719-3215 (P Ali) Masjid, Gamlagatan, Uppsala. 46-18-21998281&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;97.Switzerland&lt;br /&gt;Hussain Osmani, Muslim Association, 2-A Linderain str Post F 1650, 30012 Berne. 41-31-228-396, 556-321&lt;br /&gt;Masjid, Chemin Colladon 34, Petit Saconnex, Geneva. (Tram no. 12) 7987311&lt;br /&gt;Islamic Center, Narstr. 19, Zurich.&lt;br /&gt;Masjid, Tingkat 3, Ausstellungstr. 21, Zurich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98.Syams&lt;br /&gt;A M M Hosni, Razaqul-Jin-Sary, Zaid b Sabit, Merchant Modaiya, Damascus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99.Syarjah&lt;br /&gt;Ali Bhai Patel, Al Futiaim Motors, P.O. Box 5819. 971-6-548-629&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100.Tadjikistan&lt;br /&gt;A Rahim Mostafa, Masjid Shah Mansoor, ul. Wasfe, Dushanbe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;101Taiwan&lt;br /&gt;Chinese Muslim Association, 62 H’sin Shen South Rd, Sec 2, Taipeh. 886-2-522-4473&lt;br /&gt;Nurrdin Hsueh Wen Ching, P.O. Box 1430, Kaohsiung. 886-7-7498749, 886-7-5215771&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;102.Tanzania&lt;br /&gt;Sayed Mohsin, Medina Masjid, P.O. Box 5050, Dar es Salam. 255-61-26455&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;103Thailand&lt;br /&gt;Hanif A. Shakur, Masjid Aslam, Bangkaoli, Bangkok. 662-235-3956..&lt;br /&gt;Markaz, Minburi. (30 km dari pusat Bangkok)&lt;br /&gt;Markaz, Yala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;104.Togo&lt;br /&gt;Imam Ratib, Sk Al Hassan, Grand Mosque, Zongo, Lome.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;105.Trinidad&lt;br /&gt;Raziff Ghany, Monroe Road Masjid, Monroe Road, Cunupia. 809-650-1985&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;106.Tunisia&lt;br /&gt;Mestaoui Habib, 28 Rue Ibn Khaldoun, Ben Arous, Tunis. 216-1-380-843&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;107.Turki&lt;br /&gt;Umar Vanlioglu, Mescidi Salam, Sultan Ciftligi, Habibler Koyu, Istanbul. 90-1-3854053, 90-1-5951773, 90-1-5054619 (faks: C. Korkut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;108.Turkmenistan&lt;br /&gt;Uraz Murod, Uraz Md, Haji Noor, Masjid, Ashkabad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;109.Uganda&lt;br /&gt;Omar Mazinga, Masjid Nur, William St., P.O. Box 2046, Kampala. 256-41-246-63..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;110.Uzbekistan&lt;br /&gt;Murad, Madrassa Mir e Arab, Bukhara. 42170&lt;br /&gt;Imam Mustafa Khul, Samarkand, 353268&lt;br /&gt;Ziauddin, Idara Diniyat, Tashkent. 351307&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;111.Venezuela&lt;br /&gt;Farooq A Rahman, Islamic Center, Calle-9, Urb La Paz, El Paraiso, Caracaz. 58-2-498322&lt;br /&gt;112.Vietnam&lt;br /&gt;M. Zakaria, Mutawalli Mosque, 66 Tnilap Thanh, Saigon.&lt;br /&gt;Masjid Annur, 12 Hang Luoc street, Hang Ma ward, Hoan Kian precinct, Hanoi.&lt;br /&gt;Ustaz Muhsin, Madrasah Arabiah, 25A Lang Ha street, Hanoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;113.Yemen&lt;br /&gt;Hamood Faki, Masjid As-Sawad, Al Habbah Annagal St, Al Harabi, Sana’a. 967-2-227-246&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;114.Yugoslavia&lt;br /&gt;Jusufspabic Md., Jevremova 11, 11000 Belgrade. 38-11-642-043, 622-654&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;115.Yunani&lt;br /&gt;Greece Markazi Masjid Rassos, 9 Galaxia Strape (dekat Kosmos), 117/45 Athens.&lt;br /&gt;Munir Mahmud, G. Papandreau 87, Goudi, Athens. 30-1-775-8155, 30-531-24863 (Hussein Mostafa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;116.Zaire&lt;br /&gt;A. M. Patel, 39 Mama Yemo, P.O. Box 155, Likasi. 243-12-28272&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;117.Zambia&lt;br /&gt;Ahmad Nomani, P.O. Box 510191, Chipata. 260-62-21161&lt;br /&gt;Ahmad Karodia, Md Ravat, P.O. Box 30324, Lusaka. 260-1-212-023&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;118.Zimbabwe&lt;br /&gt;Y. Hussain, Ridgeview Masjid, Boeing Road, Ridgeview. 263-4-292..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-6721025721850631942?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/6721025721850631942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=6721025721850631942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6721025721850631942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6721025721850631942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/1.html' title='Markas Tabligh'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2iWS_NKipI/AAAAAAAAACQ/ArdOQTLnKGc/s72-c/peta+dunia.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-3596667284053925206</id><published>2007-12-16T15:33:00.000-08:00</published><updated>2007-12-16T15:38:39.978-08:00</updated><title type='text'>Bayan Masturat</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2W2avNKioI/AAAAAAAAACI/qY1flmn8Sgc/s1600-h/australia-political-map.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2W2avNKioI/AAAAAAAAACI/qY1flmn8Sgc/s320/australia-political-map.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144718719805196930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembayan : Jemaah 2 bulan masturat yang hendak ke&lt;br /&gt;New Caledonia &amp; New Zealand pada 2 Disember 2007.&lt;br /&gt;Tempat : Taman Ehsan, Kepong, Kuala Lumpur.&lt;br /&gt;Tarikh : 29 November 2007 @ 5.30pm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha dakwah seperti air hujan. Jika hujan di tempat yang kontang seperti padang pasir pun maka tempat itu akan subur menjadi wadi. Tetapi jika hujan tidak turun walaupun di tempat yang subur dan hijau, maka lambat laun tempat itu akan menjadi kontang dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jemaah dari Pakistan telah dihantar ke Rusia dan telah bertemu dengan seorang ulama. Ulama itu menceritakan bahawa pada satu masa dulu semasa kominis, 60 ulama di tempatnya telah dibunuh dengan memasukkan mereka ke dalam mesin pemecah batu di lombong batu. Dia telah terselamat kerana sentiasa membawa botol arak sebagai helah. Selepas itu ulama tersebut telah menangis dan menangis dan berkata bahawa ulama2 tersebut telah dibunuh kerana tidak buat kerja seperti yang kamu buat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah turunkan azab di tempat2 orang Islam untuk rotan umat ini kerana berlaku zalim. Zalim kerana tinggalkan perintah Allah yang utama untuk umat ini iaitu usaha dakwah. Kita kata Amerika &amp; the gang zalim tetapi kitalah yang sebenarnya zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhirat nanti sebahagian dari umat ini akan dihalau sebanyak 3 kali dari telaga Kauthar oleh Nabi sendiri kerana ketika di dunia tidak pernah mengerutkan dahi apabila melihat kerosakan pada agama. Sekali halau mereka akan jauh dari Nabi sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah beri diri dan harta kepada kita supaya dapat digunakan untuk membina dan memajukan agama. Tetapi bila diri dan harta disalah guna maka akan jadi penyakit dan masalah. Sama seperti penggunaan dadah pada asalnya adalah sebagai ubat tetapi bila disalah guna akan jadi sebab kerosakan. Bila umat ini guna diri dan harta untuk agama maka agama akan maju tetapi bila guna untuk dunia maka dunia akan maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemaah pertama yang dihantar ke Perancis adalah jemaah dari Bangladesh pada tahun 1993. Pada masa itu tiada satu masjid pun di sana walaupun ada 4 juta orang Arab. Jemaah telah menyewa sebuah bilik dan memulakan usaha di sana. Sekarang telah ada 2000 buah masjid. Markas di St Denim setinggi 3 tingkat akan penuh setiap kali azan dilaungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elders kata bila usaha Nabi dibuat maka kota London &amp; Paris akan bertukar seperti kota Mekah &amp; Madinah iaitu hidupnya amalan agama. Tetapi bila usaha tak dibuat maka kota Mekah &amp; Madinah akan menjdi seperti kota London &amp; Paris iaitu tempat bershopping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di markas London telah boleh azan menggunakan loudspeaker. Gereja2 banyak ditukar kepada masjid. Gereja dibeli dengan harga murah kerana tiada sambutan orang ramai walaupun loceng dibunyikan setiap hari. Bukan puluhan tapi ratusan gereja ditukar sehingga perlimen Britain mengharamkan penjualan gereja kepada mana2 badan. Kiblat gereja adalah ke masjidil Aqsa, jadi bila ditukar kepada masjid maka kedudukan kiblat diubah beberapa darjah sahaja ke kanan iaitu ke arah kaabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanyol dulunya adalah negara Islam tetapi bila usaha Nabi ditinggalkan maka masjid2 telah menjadi muzium, gudang, kilang dan sebagainya. Berkat dari usaha jemaah2 yang bergerak maka sekarang masjid Cardoba di Sepanyol yang sekarang telah menjadi muzium dan bar telah dibuka sedikit ruang untuk kegunaan orang Islam menunaikan solat. Kalau dulu jemaah2 dihantar untuk desak kerajaan Sepanyol ubah masjid Cordoba dari muzium dan bar kepada masjid sebenar maka ini tak akan berjaya. Tetapi dengan usaha Nabi, sedikit demi sedikit Allah buat perubahan. (lihat Masjid Cordoba klik sini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tempat2 lain yang tiada masjid, bila jemaah dihantar ke sana maka orang Islam di sana mula bartaubat dan bersolat serta mengamalkan agama. Mereka bersolat di jalan2, di taman2 dan di mana sahaja sehingga kerajaan tempatan di situ terpaksa buat masjid untuk orang Islam beribadat. Kalau dulu jemaah2 dihantar untuk desak kerajaan tu buat masjid maka tak akan berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kaum wanita ada fikir agama maka mereka akan didik anak2 cara hidup agama. Halakah ta'lim dan muzakarah sifat sahabat perlu dibuat di rumah setiap hari selama satu jam supaya dapat tanam jiwa agama kepada anak2. Jika tidak anak2 akan terpengaruh dengan kartun, robot, hantu dan lain-lain. Wanita juga akan jadi penggalak suami dan anak2 untuk beri pengorbanan untuk agama dan keluar di jalan Allah. Seperti isteri2 Nabi dan sahabat yang galakkan suami dan anak2 mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah bahawa setiap susah payah kita untuk agama akan pasti diganjari oleh Allah di akhirat dengan ganjaran yang besar. Setiap amal yang dibuat ketika keluar di jalan Allah akan digandakan sekurang2nya 700,000 kali ganda malah lebih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk belajar usaha ini maka kita kita diminta keluar jemaah masturat 3 hari, 10 atau 15 hari dan 40 hari IPB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-3596667284053925206?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/3596667284053925206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=3596667284053925206' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/3596667284053925206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/3596667284053925206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/bayan-masturat.html' title='Bayan Masturat'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2W2avNKioI/AAAAAAAAACI/qY1flmn8Sgc/s72-c/australia-political-map.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-2081152998066218920</id><published>2007-12-15T19:42:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T20:11:16.567-08:00</updated><title type='text'>Niat Ikhlas</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2SlWfNKinI/AAAAAAAAACA/S0ZeJqAX5Oc/s1600-h/300px-Awan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2SlWfNKinI/AAAAAAAAACA/S0ZeJqAX5Oc/s320/300px-Awan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144418480116370034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya niat itu adalah puncak segala amalan solehan. Bila seseorang itu berniat untuk melakukan sesuatu kebaikan, walaupun dia belum melakukannya, dia telah mendapat pahala, sedangkan bila seseorang insan itu melakukan bertimbun amalan solehan, namun tanpa keikhlasan, maka segala amalan solehannya tertolak.&lt;br /&gt;Dalam pada itu, Imam Ghazali rah.a pernah berkata, untuk menghalang seseorang insan itu dari melakukan sesuatu amalan solehan, dari mulanya, syaitan cuba sedaya menghasut dan membuat khayalan dalam fikiran insan tersebut agar perbuatan amalan solehan itu tidak dilakukannya. Namun, bila insan tersebut tetap melakukannya dan tidak menghiraukan hasutan syaitan, maka syaitan akan membisikkan dihati insan tersebut bahawa amalan yang dilakukannya adalah tiada keikhlasan dan tanpa keikhlasan, segala amalan solehannya tidak bernilai dan apa yang dilakukan adalah sia-sia. Sehingga timbul perasaan was-was didalam diri insan tersebut untuk terus melakukan amalan solehannya dan bilamana insan tersebut meninggalkan segala amalan solehannya, maka berjayalah sisyaitan.&lt;br /&gt;Justeru itu, tidak patutlah bagi kita untuk meninggalkan amalan solehan kita kerana berfikir, apa yang kita lakukan adalah tiada keikhlasan. Bahkan, kita sewajarnya sedaya upaya menghadirkan keikhlasan dalam amalan solehan kita dimana sentiasa cuba memperbaharui niat kita, Tashahid niat, iaitu memperbaharui niat harus dilakukan diawal perbuatan, dipertengahan perbuatan dan diakhir perbuatan.&lt;br /&gt;Keikhlasan itu sendiri adalah milik Allah dan Allah mampu menitipkan dihati sesiapa sahaja yang dikehendakiNya, kerana itu juga, pentingnya kita sentiasa berdoa kepada Allah Taala untuk membantu kita membawa keikhlasan didalam setiap amalan kita.&lt;br /&gt;Segala amalan solehan, mempunyai kekuatannya tersendiri. Kerana itu, banyaknya ayat-ayat Al Quran dan juga hadis menyebut tentang kepentingan beramal soleh.&lt;br /&gt;Setiap dari kita tahu akan riwayat bagaimana Nabi Adam a.s dijadikan dari tanah dan pada mulanya tiada ruh, dan Sang Iblis yang memasuki jasad tersebut dan mendapati, tiada apa-apa kelebihan pada jasad tersebut, tetapi bila ditiupkan ruh kedalam jasad Nabi Adam a.s, maka jadilah beliau mahluk yang mulia yang mana segala para malaikat termasuk Sang Iblis, diperintahkan sujud hormat padanya. Sebegitulah insan ini, mungkin pada mulanya, dia belum mencapai tahap yang mana dia akan dimuliakan oleh para Malaikat dan juga mahluk yang lain, dan amalannya belum tidak diterima oleh Allah Taala kerana tiada keikhlasan, tetapi, bila dia berterusan beristiqamah dalam amalan solehannya, maka sampai kesatu peringkat, jadilah dia insan solehan dengan penuh sifat-sifat keikhlasannya dan sifat-sifat murni yang lain, yang mana meletakkannya kesuatu tahap sebagai insan mulia dan dihormati oleh setiap mahluk, mahupun diredhai oleh Allah Taala dan seterusnya, amalannya diterima oleh Allah Taala. (Yakin pada Allah Taala dan yakin pada segala perintah Allah Taala)&lt;br /&gt;Memang pasti, tiada siapa pun dapat memasuki syurga biarpun bertimbun amalan solehannya tanpa mendapat kerahmatan dari Allah Taala, namun yang pasti, dengan segala amalan solehan yang dikehendaki oleh Allah Taala untuk setiap insan supaya berusaha melakukannya, mengikut cara yang ditunjukkan oleh Rasulullah s.a.w, insan itu sendiri "menarik" rahmat Allah agar dicucurkan kepadanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-2081152998066218920?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/2081152998066218920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=2081152998066218920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2081152998066218920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2081152998066218920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/tashahid-niat.html' title='Niat Ikhlas'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2SlWfNKinI/AAAAAAAAACA/S0ZeJqAX5Oc/s72-c/300px-Awan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-2979053215019618388</id><published>2007-12-15T19:36:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T19:39:36.773-08:00</updated><title type='text'>Yang bernilai disisi Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2Sd7_NKikI/AAAAAAAAABo/wqRJ6uTnccU/s1600-h/foto+qur%27an.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2Sd7_NKikI/AAAAAAAAABo/wqRJ6uTnccU/s320/foto+qur%27an.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144410328268442178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Segala yang ada, baik dialam zahir atau batin, atau yang dapat dijangkau oleh mata-kasar, maupun tidak, semuanya adalah ciptaan Allah semata-mata. Dan semua yang ada didunia ini, tiadalah bernilai disisi Allah SWT,  hatta jika diibaratkan dengan sekecil-kecil nilai seperti nilai sayap nyamuk. Segala benda yang keluar dari ciptaan Allah tidak bernilai disisi Allah, tetapi segala amalan yang keluar dari jasad nabi, amat bernilai disisi Allah. Kejayaan manusia didunia dan akhirat tidak dapat dihasilkan melalui ciptaan zahir, tetapi dapat dihasilkan melalui amalan murni Nabi s.a.w. Syaidina Ali memberitahu, siapa yang bergantung pada benda, dia akan menemui kegagalan, manakala sesiapa yang bergantung pada Allah, pasti dia akan menemui kejayaan. Sesiapa yang yakin pada ilmu, akan disesatkan, sesiapa yang yakin pada harta, hartanya akan dikurangkan dan sesiapa yang yakin pada akal, akan menjadi gila, sebaliknya, sesiapa yang yakin pada Allah, tidak akan disesatkan, hartanya tidak akan dikurangkan dan akalnya terpelihara.&lt;br /&gt;Asas kejayaan dan kegagalan manusia telah ditetapkan oleh Allah bergantung pada iman dan amal. Ubai bin Khalap, Hamman, Qarun dan Firaun mempunyai asbab yang banyak tetapi Allah memberi kegagalan pada mereka kerana iman dan amal yang salah. Sebaliknya Osman bin Affan, Abdul Rahman bin Auf mempunyai asbab yang banyak, Allah mengurniakan kejayaan buat mereka kerana iman dan amal yang betul. Kerana itu, usaha yang utama adalah mengembalikan keyakinan semata-mata pada Allah, dan amalan yang diterima oleh Allah dalam mana amalan yang paling utama untuk dititik-beratkan adalah solat yang difardukan oleh Allah Taala. Dihari pengadilan nanti, amalan yang pertama-tamanya dikira adalah solat seseorang, bila-mana solatnya baik, maka baiklah amalan seterusnya. Hari ini, kita mengejar-gejar sesuatu yang kita anggap begitu bernilai dalam kehidupan kita, sedangkan, solat,yang mana nilainya menjanjikan kejayaan didunia dan akhirat, kita abaikan. Diberitakan, bila-mana seseorang bersolat dengan khuysuk didalam solatnya, maka Allah akan memudahkan rezeki hariannya. Solat juga adalah nilainya seperti kunci untuk membuka pintu syurga dan juga kunci untuk khazanah Allah, disamping itu, solat adalah juga suatu pemberian Allah yang begitu bernilai untuk umat Nabi Muhamad s.a.w, kerana dengan bersolat, umat ini dapat terus-menerus berhubung dengan Tuhannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-2979053215019618388?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/2979053215019618388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=2979053215019618388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2979053215019618388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/2979053215019618388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/yang-bernilai-disisi-allah.html' title='Yang bernilai disisi Allah'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2Sd7_NKikI/AAAAAAAAABo/wqRJ6uTnccU/s72-c/foto+qur%27an.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-7331903370726206218</id><published>2007-12-15T19:16:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T19:32:09.857-08:00</updated><title type='text'>Maut adalah benar, hidup adalah tipu-daya.</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2ScIfNKijI/AAAAAAAAABg/Ns2Fy2ijP_Q/s1600-h/Bild007.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2ScIfNKijI/AAAAAAAAABg/Ns2Fy2ijP_Q/s320/Bild007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144408343993551410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua yang bertentangan dengan hakikat adalah tipu muslihat. Semua yang berlawanan dengan benar adalah tidak benar. Kebenaran yang pertama, bahawa maut pasti akan datang dalam dunia yang penuh dengan tipu daya. Maut pasti akan mengundang kita, sedangkan kita tidak tahu bila kedatangannya. Semua dari kita tahu tarikh hari-jadi kita, manakala tarikh mati adalah diluar pengetahuan kita. Kini, kita hanya begitu sibuk dengan kehidupan duniawi dan mengabaikan kehidupan akhirat, sibuk dengan perkara-perkara kecil, tetapi perkara besar iaitu maut, tidak diperdulikan. Sibuk dengan melengkapkan apa sahaja hajat untuk duniawi, yang mana akan kita tinggalkan samaada dengan rela atau tidak, sebaliknya, kehidupan akhirat yang mana harus kita dudukinya buat selama-lamanya, samaada dengan rela atau tidak, tidak kita mahu melengkapkannya dengan keimanan dan amalan solehan didunia ini. Kehidupan didunia ini bagaikan hanya satu kerlipan mata jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Bila kita pejamkan mata untuk tidur dimalam hari, segala tingkah dan usaha yang kita lakukan dihari sebelumnya, mahupun tahun-tahun sebelumnya, hanya tinggal kenangan, dan malah akan dipersoalkan dihari pengadilan, sedangkan hari esok atau hari muka akan berterusan, hatta kita berdepan dengan maut. Dan selepas itu, akan bermulalah hari yang menentukan kebahagian atau kesengsaraan buat hari-hari seterusnya yang harinya tiada penghujung. Apabila sesuatu hal berhubung dengan kebendaan, maka manusia akan memikirkannya siang dan malam, sedangkan amalan tidak langsung dihiraukan, sedangkan segala benda yang kita fikir dan usahakan, pada suatu saat akan kita tinggalkan, manakala amalan agama, walau sekecil mana pun, pasti akan kita bawa keakhirat nanti. Segala yang keluar dari tanah tidak akan kekal abadi, sedangkan amalan yang dilakukan oleh tubuh-badan kita akan kekal selama-lamanya, samaada amalan baik atau buruk.&lt;br /&gt;Semua benda yang kita usahakan didunia ini tidak akan dibawa mati, kerana diPadang Mahsyar nanti, semua manusia akan dibangkitkan didalam keadaan tanpa apa-apa pun, hatta seurat benang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-7331903370726206218?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/7331903370726206218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=7331903370726206218' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7331903370726206218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7331903370726206218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/maut-adalah-benar-hidup-adalah-tipu.html' title='Maut adalah benar, hidup adalah tipu-daya.'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2ScIfNKijI/AAAAAAAAABg/Ns2Fy2ijP_Q/s72-c/Bild007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-7795504591033503684</id><published>2007-12-15T18:47:00.000-08:00</published><updated>2007-12-16T14:03:18.006-08:00</updated><title type='text'>Kelebihan Wanita Sholehah</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2SV1vNKiiI/AAAAAAAAABY/0LwMcVbhUIk/s1600-h/bunga+mawar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2SV1vNKiiI/AAAAAAAAABY/0LwMcVbhUIk/s320/bunga+mawar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144401424801237538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman akhir saat ini, Jumlah wanita lebih banyak daripada pria, sehingga sudah menjadi kewajiban kita untuk membimbing dan menjaga istri, anak, dan keluarga kita dari fitnah dunia, fitnah dajjal,dan fitnah harta , oleh karena itu agar wanita - wanita dikeluarga kita semangat dalam beramal maka kita sebagai laki-laki wajib membimbing mereka, karena ustadz dalam rumah kita adalah diri kita .&lt;br /&gt;Adapun fadhilah wanita sholehah antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Doa wanita lebih maqbul dari lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : "Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang lelaki yang tidak soleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 orang wali. &lt;br /&gt;4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 lelaki soleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah SWT dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan dari anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca "Alhamdulillahi'alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah". Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa."; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa'ala mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW.) di dalam syurga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dari 'Aisyah r.ha. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka merekaakan menjadi penghalang baginya dari api neraka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Apabila memanggil akan engkau kedua ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. (serta menjaga sembahyang dan puasanya) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. 'Aisyah r.ha. berkata "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?" Jawab baginda, "Suaminya". "Siapa pula berhak terhadap lelaki ?" Jawab Rasulullah SAW. "Ibunya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya (10,000 tahun). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yangdiberikannya. 27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), makamalaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajibbaginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila diahiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat untuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginyalapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Dari Hadrat Muaz ra.: Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanyayang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, "Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?" Jawab mereka,"Tidak". Sabda Baginda "Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Wanita yang memerah susu binatang dengan "Bismillah" akan didoakanoleh binatang itu dengan doa keberkatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Wanita yang menguli tepung gandum dengan "Bismillah" , Allah akan berkahkan rezekinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di hari akhirat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya,menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Sabda Nabi SAW: "Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong kumis (misai) dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya,cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kahwin). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menggirangkan engkau, jika engkau memerintah ditaatinya perintah engkau (taat) dan jika engkau berpergian dijaga harta engkau dan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. Dunia yang paling aku sukai ialah wanita solehah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. Rasulullah SAW bersabda bahwa, "Allah telah memberikan sifat iri (pencemburu) untuk wanita dan jihad untuk lelaki. Jika seorang wanita melatih kesabarannya dengan iman dengan mengharapkan pahala dari sesuatu perkara yang menyebabkannya menjadi cemburu (iri hati), seperti misalnya suaminya menikahi istri kedua, maka ia akan menerima ganjaran seorang syahid".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point-point dari halaman ini terdapat di dalam kitab Kanzul 'Ummal, Misykah, Riadlush Shalihin, Uqudilijjain, Bhahishti Zewar, Al-Hijab, dan lain-lain, checking satu persatu belum dibuat. Mudah-mudahan dapat diambil ibrah darinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-7795504591033503684?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/7795504591033503684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=7795504591033503684' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7795504591033503684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7795504591033503684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/kelebihan-wanita-sholehah.html' title='Kelebihan Wanita Sholehah'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2SV1vNKiiI/AAAAAAAAABY/0LwMcVbhUIk/s72-c/bunga+mawar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-7723558171716967262</id><published>2007-12-14T18:10:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T18:16:11.132-08:00</updated><title type='text'>Renungan Sesaat</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2M4Z_NKihI/AAAAAAAAABQ/rgPQMT2wYm0/s1600-h/laut.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2M4Z_NKihI/AAAAAAAAABQ/rgPQMT2wYm0/s320/laut.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144017218501773842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Andaikata Rasulullah Menjadi Tamu Kita     &lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;  &lt;br /&gt;Bayangkan apabila Rasulullah dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;a href="http://www.dudung.net/index.php?naon=depan&amp;action=detail&amp;id=852&amp;cat=2"&gt;Informasi lebih lengkap&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-7723558171716967262?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/7723558171716967262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=7723558171716967262' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7723558171716967262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7723558171716967262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/renungan-sesaat.html' title='Renungan Sesaat'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2M4Z_NKihI/AAAAAAAAABQ/rgPQMT2wYm0/s72-c/laut.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-7686950896920905734</id><published>2007-12-14T17:23:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T17:28:22.888-08:00</updated><title type='text'>Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2MtrPNKigI/AAAAAAAAABI/F_EkaEf2ReA/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2MtrPNKigI/AAAAAAAAABI/F_EkaEf2ReA/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144005420226611714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dudung.net/index.php?naon=depan&amp;action=detail&amp;id=967&amp;cat=2"&gt;Informasi lebih lengkap&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-7686950896920905734?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/7686950896920905734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=7686950896920905734' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7686950896920905734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/7686950896920905734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia.html' title='Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2MtrPNKigI/AAAAAAAAABI/F_EkaEf2ReA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-1381983878284248100</id><published>2007-12-14T17:02:00.000-08:00</published><updated>2007-12-14T17:07:26.155-08:00</updated><title type='text'>Jamaah Tabligh Bersilaturahmi Dengan Walikota Bogor</title><content type='html'>Jamaah Tabligh dari beberapa Negara Islam dan  Provinsi di wilayah Indonesia melakukan kunjungan ke Kota Bogor. Kedatangan jamaah yang berjumlah 8 orang tersebut diantar Komisi Hubungan Luar Negeri Majlis Ulama Indonesia (MUI) KH. Muchyidin Djunaedi yang diterima langsung Walikota Bogor H Diani Budiarto. di Gedung Balaikota Bogor Senin (6/8) malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kotabogor.go.id/index.php?Itemid=101&amp;id=3592&amp;option=com_content&amp;task=view"&gt;Informasi lebih lengkap&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-1381983878284248100?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/1381983878284248100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=1381983878284248100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1381983878284248100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1381983878284248100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/jamaah-tabligh-bersilaturahmi-dengan.html' title='Jamaah Tabligh Bersilaturahmi Dengan Walikota Bogor'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-676239386391969730</id><published>2007-12-13T18:13:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T18:29:14.088-08:00</updated><title type='text'>Warga Muslim Inggris Dukung Pembangunan Masjid</title><content type='html'>Pemuka agama Islam di Inggris menyatakan mendukung penuh rencana Jamaah-Tabligh mendirikan sebuah masjid agung di samping Olympic Park, London Timur. Sementara sejumlah warga Muslim menolak rencana itu dengan alasan kelompok Jamaah Tabligh menyebarkan ajaran kekerasan dan ekstrimisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/int/456bbddc.htm"&gt;Informasi Lebih Lengkap&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-676239386391969730?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/676239386391969730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=676239386391969730' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/676239386391969730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/676239386391969730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/warga-muslim-inggris-dukung-pembangunan.html' title='Warga Muslim Inggris Dukung Pembangunan Masjid'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-1971288077098437330</id><published>2007-12-13T02:25:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T02:27:47.047-08:00</updated><title type='text'>URGENSI MEMAHAMI SIRAH NABAWIYAH</title><content type='html'>Salah satu keharusan sebagai manusia adalah mempelajari sejarah, baik yang terkait dengan pribadi seseorang, kelompok suatu masyarakat maupun bangsa dan peradaban manusia itu sendiri. Mempelajari sejarah ini punya arti penting bagi kita, karena dengan demikian kita tidak hanya menjadi tahu tentang perjalanan hidup manusia, tapi juga dapat mengambil ibroh atau pelajaran dari orang lain atau generasi terdahulu sehingga yang baik kita tiru dan yang buruk kita jauhi. Disamping itu, orang yang memiliki kesadaran sejarah akan memperoleh pengaruh yang positif dalam menyikapi kenikmatan atau keberhasilan dan kesengsaraan atau penderitaan. Orang yang memiliki kesadaran sejarah tidak akan merasa paling baik, paling benar, apalagi sebagai satu-satunya orang yang benar, karena dia tahu bahwa dahulu juga ada orang yang lebih baik atau lebih benar dari dirinya, sedang kalau mengalami hal-hal yang merugikan atau yang tidak menyenangkan tidak akan merasa sebagai orang yang paling menderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh orang yang memiliki kesadaran sejarah adalah Nabi Ismail AS yang tidak merasa sebagai orang yang paling sabar atau satu-satunya orang yang sabar dengan keberhasilannya melewati ujian penyembelihan yang dilakukan ayahnya Nabi Ibrahim AS, tapi yang dikatakannya adalah insya Allah dirinya termasuk kedalam kelompok orang yang sabar karena dia tahu bahwa dahulu sudah ada orang yang sabar, Allah berfirman menceritakan soal ini yang artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah, apa pendapatmu?”. Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang Allah perintah kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS 37:102). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.freehomepages.com/tabligh/sirah.html"&gt;&lt;strong&gt;Informasi lebih lengkap&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-1971288077098437330?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/1971288077098437330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=1971288077098437330' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1971288077098437330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/1971288077098437330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/urgensi-memahami-sirah-nabawiyah.html' title='URGENSI MEMAHAMI SIRAH NABAWIYAH'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-6908257146985860616</id><published>2007-12-13T02:11:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T02:16:19.833-08:00</updated><title type='text'>UKHUWAH ISLAMIYAH</title><content type='html'>Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling memutuskan hubungan dan janganlah sebagian kamu menyerobot transaksi sebagian yang lain, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, membiarkannya (tidak memberikan pertolongan kepadanya), mendustainya dan tidak boleh menghinakannya. Taqwa itu berada di sini, beliau menunjuk dadanya tiga kali. Cukuplah seorang (muslim) dianggap (melakukan) kejahatan karena melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas muslim lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya". (HR. Muslim dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas mengajarkan kepada kita sebagian syarat-syarat ukhuwah Islamiyah yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, di antaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.freehomepages.com/tabligh/ukhuwah.html"&gt;Informasi lebih lengkap&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-6908257146985860616?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/6908257146985860616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=6908257146985860616' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6908257146985860616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6908257146985860616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/ukhuwah-islamiyah.html' title='UKHUWAH ISLAMIYAH'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-6418446600266438725</id><published>2007-12-13T01:36:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T02:14:40.126-08:00</updated><title type='text'>Melbourne semarak dengan Tabligh</title><content type='html'>Desember ini (1999 red), Melbourne akan menjadi tuan rumah ijtima' (pertemuan) jamaah tabligh dari seluruh benua Australia, termasuk negara-negara kepulauan Pasifik Selatan. Berikut catatan Sahid setelah mengikuti kegiatan mereka, Oktober lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam bukanlah gejala baru di Australia. Masuknya Islam ke benua Aborigin ini hanya berselang satu abad setelah datangnya orang-orang Inggris pertama di abad ke-18. Jumlah ummat Islam di Australia diperkirakan sekarang mencapai angka 300 ribuan. Dengan sejarah yang panjang dan jumlah yang tidak lagi sedikit, wajarlah bila tingkat keragamannya pun tinggi. Dari lapisan muslim yang masih taat dan aktif berdakwah, sampai yang tinggal Islam KTP-nya saja ada.Bahkan, ada yang menjawab salam pun sudah tak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARNA BARU. Di tengah situasi itu, sejak awal tahun 1970-an, gerakan jamaah tabligh menggoreskan warna baru dalam perkembangan peta ummat Islam di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.isnet.org/islam/Etc/Tabligh2.html"&gt;informasi lebih lengkap&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-6418446600266438725?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/6418446600266438725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=6418446600266438725' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6418446600266438725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/6418446600266438725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/melbourne-semarak-dengan-tabligh.html' title='Melbourne semarak dengan Tabligh'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-577222975411060367</id><published>2007-12-13T00:39:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T01:48:05.947-08:00</updated><title type='text'>Jamaah berkunjung ke pak Yusuf Kalla</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2D_vvd1d_I/AAAAAAAAAAM/GDGHIjEs0zo/s1600-h/pak+yusuf+kalla.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2D_vvd1d_I/AAAAAAAAAAM/GDGHIjEs0zo/s320/pak+yusuf+kalla.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143391970117646322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-577222975411060367?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/577222975411060367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=577222975411060367' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/577222975411060367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/577222975411060367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/riwayat-maulana-ilyas.html' title='Jamaah berkunjung ke pak Yusuf Kalla'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_QCOYOFzORuA/R2D_vvd1d_I/AAAAAAAAAAM/GDGHIjEs0zo/s72-c/pak+yusuf+kalla.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-3817871256889671631</id><published>2007-12-13T00:32:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T02:17:46.718-08:00</updated><title type='text'>Bersahabat dengan shalihin</title><content type='html'>oleh Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandhalawi * &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada setiap Muslimin yang aktif dalam kegiatan da'wah, saya memohon satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Hendaknya Anda sekalian selalu mengadakan hubungan dengan mereka yang senantiasa dekat dengan Allah swt (Waliyullah) dan banyaknya berkhidmat kepada mereka. Karena ini dapat menjadi penyebab kuatnya iman kita serta mendatangkan kebaikan dan keberkatan dalam hidup kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maukah saya tunjukkan kepadamu suatu perkara yang dengannya kamu akan memperoleh kebaikan di dunia dan akherat? Hendaklah engkau menyertai mereka yang selalu mengingati dan membesarkan Allah Swt." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.freehomepages.com/tabligh/shalihin.html"&gt;Informasi lebih lengkap&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-3817871256889671631?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/3817871256889671631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=3817871256889671631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/3817871256889671631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/3817871256889671631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/markas-dakwah-di-seluruh-dunia.html' title='Bersahabat dengan shalihin'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-3363664201376647408</id><published>2007-12-13T00:26:00.000-08:00</published><updated>2007-12-19T06:39:56.736-08:00</updated><title type='text'>Riwayat Maulana Muhammad Ilyas Rah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dakwah merupakan tulang punggung agama. Semua Nabi as. Di turunkan di dunia untuk berdakwah. Nabi Muhammad saw sendiri telah mencontohkan perjuangannya dalam berdakwah, begitu pula para sahabat r.a.. Perjuangan dan pengorbanan beliau telah banyak di kisahkan dalam kitab-kitab. Hampir seluruh waktu, harta, bahkan diri mereka habis di gunakan untuk memperjuangkan agama. Dengan sebab perjuangan dan pengorbanan Rasulullah saw,  yang kemudian di lanjutkan para sahabat ra, Islam telah menjadi revolusi terbesar yang pernah ada dalam peradapan manusia. Revolusi tersebut meliputi berbagai bidang, termasuk revolusi akhlak dan moral sehingga menjadikan tatanan masyarakat terbaik yang pernah ada. Islam waktu itu telah menunjukkan wibawanya sehingga menjadi kaum yang paling di segani di seluruh dunia. Al-quran dan hadist telah banyak menyebutkan tentang pentingnya dakwah dan tabligh. Tegaknya usaha dakwah sangat mempengaruhi kemajuan dan kemerosotan umat. Banyak wilayah / negara yang dulu jaya dengan ajaran Islamnya kini tinggal bekasnya saja. Hal ini terjadi karena kurangnya kepedulian umat untuk mengamalkan dan mengusahakan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Ilyas rah.a salah satu tokoh yang memahami cita-cita dan perjuangan Rasulullah saw beserta para sahabat ra merasakan kerisauan yang dalam atas ketidak pedulian umat terhadap agama. Apalagi keadaan masyarakat mewat ( India) yang beliau saksikan waktu itu yang jauh dari agama. Hal itu semakin menambah kerisauan dan rasa nyeri di hati beliau yang kemudian berusaha mencari jalan keluar untuk mengubah suasana dan keadaan masyarakat mewat atas dasar cinta beliau kepada Umat Islam. Beliau berusaha menegakkan kembali kepentingan usaha dakwah dan menanamkan kepahaman pada umat tentang pentingnya dakwah untuk di usahakan sebagaimana yang telah di tuntut oleh agama, serta agar setiap individu memiliki rasa tanggung jawab untuk memajukan agama. Akhirnya beliau mengirim rombongan dakwah dari mewat untuk di gerakkan dengan tujuan mempraktekkan kehidupan Islami dan membudayakan usaha dakwah serta usaha amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan masyarakat. Serta agar berlatih mengorbankan harta, diri dan waktu untuk agama.&lt;br /&gt;Wssalammu’alaikum wr wb &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.umatrasul.blogspot.com/"&gt;Informasi Lebih Lengkap&lt;/a&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-3363664201376647408?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/3363664201376647408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=3363664201376647408' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/3363664201376647408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/3363664201376647408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/sekilas-tentang-usaha-dakwah.html' title='Riwayat Maulana Muhammad Ilyas Rah'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-8202754225697956018</id><published>2007-12-11T16:56:00.000-08:00</published><updated>2007-12-11T17:11:22.838-08:00</updated><title type='text'>Ushul-Ushul Dakwah</title><content type='html'>Ushul dakwah adalah tertib yang dipakai jamaah sewaktu keluar fisabilillah maupun amal maqomi&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang diperbanyak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Dakwah illallah&lt;br /&gt;b.Ta'lim wa'talum&lt;br /&gt;c. Dzikir Ibadah&lt;br /&gt;d. Khidmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang dikurangi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Kurangi makan dan minum&lt;br /&gt;b. Kurangi tidur dan istrirahat&lt;br /&gt;c. Kurangi keluar dari linkungan masjid&lt;br /&gt;d. Kurangi bicara yang sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang ditinggalkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Berharap kepada makhluk&lt;br /&gt;b. Meminta kepada makhluk&lt;br /&gt;c. Ghoshop&lt;br /&gt;d. Boros dan mubazir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang tidak disentuh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Masalah Politik praktis baik dalam maupun luar negeri&lt;br /&gt;b. Khilafiyah&lt;br /&gt;c. Status&lt;br /&gt;d. Sumbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang didekati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Ulama Pondok Pesantren&lt;br /&gt;b. Da'i&lt;br /&gt;c. Ahli Dzikir&lt;br /&gt;d. Musonif (pengarang Kitab)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-8202754225697956018?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/8202754225697956018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=8202754225697956018' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/8202754225697956018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/8202754225697956018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/ushul-ushul-dakwah.html' title='Ushul-Ushul Dakwah'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8509666015937189355.post-541099061110828569</id><published>2007-12-11T14:06:00.000-08:00</published><updated>2009-03-14T21:08:33.826-07:00</updated><title type='text'>Sifat para Sahabat</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="entry"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;div class="entry-content"&gt; &lt;div class="entry-body"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Mudzakarah 6 Sifat Shahabat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat hanyalah pada agama Islam yang sempurna. Agama Islam yang sempurna adalah agama yang dibawa oleh Rasululloh SAW. Meliputi Iman, Ibadah, Muamalah, Muasyarat dan Ahlaq. Pada saat ini umat islam tidak ada kekuatan dan kemampuan untuk mengamalkan agama secara sempurna. Para sahabat RA telah sukses dan jaya dalam mengamalkan agama secara sempurna karena mereka memiliki sifat-sifat dasar yang terkandung dalam enam sifat sahabat yang meliputi, 1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah” 2. Sholat khusyu’ dan khudlu’ 3. Ilmu ma’adzikir 4. Ikromul Muslimin 5. Tashihun niat 6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah. Enam sifat sahabat RA tersebut bukan merupakan wujud agama yang sempurna, karena agama yang sempurna terkandung dalam al qur’an dan al hadits, tetapi apabila enam sifat para sahabat tersebut ada dalam diri kita maka Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkan agama secara sempurna.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah&lt;/strong&gt;“.&lt;br /&gt;Arti : Tidak ada yang berhak disembah selain Allah Swt. Dan Baginda Muhammad Saw. Adalah utusan Allah.&lt;br /&gt;Maksud Laa ilaha illallah&lt;br /&gt;Mengeluarkan keyakinan pada mahluk dari dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah Swt. Di dalam hati.&lt;br /&gt;Fadhilah :&lt;br /&gt;1. Barang siapa yang mati sedangkan dia yakin tidak ada yang berhak disembah selain Allah Swt., maka dijamin masuk surga.&lt;br /&gt;2. Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan hatinya membenarkan lisannya, maka dipersilahkan masuk surga dari pintu mana yang dia suka.&lt;br /&gt;3. Sekecil-kecil iman dalam hati maka akan Allah berikan surga yang luasnya 10 kali dunia.&lt;br /&gt;Cara mendapatkan :&lt;br /&gt;1. Dakwahkan pentingnya iman yakin.&lt;br /&gt;2. Latihan dengan cara memperbanyak halaqoh-halaqoh / majlis iman yakin (bicara atau dengar).&lt;br /&gt;3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat iman dan yakin.&lt;br /&gt;Maksud Muhammadarrasulullah&lt;br /&gt;Meyakini hanya satu-satunya jalan untuk mencapai kejayaan dunia dan akherat hanya dengan cara ikut sunnah Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Fadhilah :&lt;br /&gt;1. Rasulullah Saw. bersabda, Tidak akan masuk neraka seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Aku (Muhammad) sebagai utusan Allah.&lt;br /&gt;2. Rasulullah Saw. bersabda barang siapa yang berpegang teguh dengan sunnahku dikala rusaknya ummatku maka baginya pahala 100 orang mati syahid.&lt;br /&gt;3. Rasulullah Saw. Bersabda barang siapa menghidupkan sunnahku sungguh dia cinta padaku, dan barangsiapa yang cinta padaku maka akan bersamaku didalam surga.&lt;br /&gt;Cara mendapatkan :&lt;br /&gt;1. Dakwahkan pentingnya menghidupkan sunnah Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;2. Latihan , yaitu dengan cara menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. Dalam kehidupan kita selama 24 jam.&lt;br /&gt;3. Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menghidupkan sunnah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Sholat khusyu’ dan khudlu’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Arti : Shalat dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri dengan mengikut cara yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Maksud  Shalat Khusu dan Khudu&lt;br /&gt;Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah Swt didalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Fadhilah :&lt;br /&gt;1. Allah berfirman : Sesungguhnya shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.&lt;br /&gt;2. Allah berfirman : Carilah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat.&lt;br /&gt;3. Rasulullah Saw. Bersabda : shalat adalah milahnya orang beriman.&lt;br /&gt;Cara mendapatkan :&lt;br /&gt;1. Dakwahkan pentingnya shalat&lt;br /&gt;2. Latihan dengan cara :&lt;br /&gt;a. Memperbaiki dhahirnya shalat.&lt;br /&gt;b. Menghadirkan keagungan Allah&lt;br /&gt;c. Belajar menyelesaikan masalah dengan shalat&lt;br /&gt;3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat shalat khusyu dan khudu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Ilmu ma’adzikir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Arti Ilmu : Semua petunjuk yang dating dari Allah Swt melalui Baginda Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Arti Dzikir: Mengingat Allah sebagaimana agungnya Allah.&lt;br /&gt;Maksud  Ilmu ma’adzikir&lt;br /&gt;Mengamalkan perintah Allah Swt. Pada setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah didalam hati dan ikut cara Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Fadhilah Ilmu:&lt;br /&gt;1. Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka akan Allah fahamkan dirinya pada masalah agama.&lt;br /&gt;2. Barangsiapa berjalan mencari ilmu maka akan Allah mudahkan untuknya jalan menuju surga.&lt;br /&gt;3. Barangsiapa mempelajari satu ayat Al Quran maka nilainya adalah lebih baik daripada shalat sunnah 100 rakaat. Barangsiapa mempelajari satu bab dari ilmu maka lebih baik nilainya daripada shalat sunnah 1000 rakaat.&lt;br /&gt;Fadhilah Dzikir:&lt;br /&gt;1. Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dibandingkan dengan orang yang mati.&lt;br /&gt;2. Allah berfirman : Dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang.&lt;br /&gt;3. Allah berfirman : Ingatlah pada Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu.&lt;br /&gt;Cara mendapatkan ilmu fadhail :&lt;br /&gt;1. Dakwahkan pentingnya ilmu fadhail&lt;br /&gt;2. Latihan dengan cara :&lt;br /&gt;a. Duduk dalam halaqoh fadhail di masjid dan di rumah.&lt;br /&gt;b. Ajak manusia untuk duduk dalam halaqoh fadhail&lt;br /&gt;c. Hadirkan fadhail dalam setiap amalan .&lt;br /&gt;3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu fadhail.&lt;br /&gt;Cara mendapatkan ilmu masail :&lt;br /&gt;1. Dakwahkan pentingnya ilmu masail&lt;br /&gt;2. Latihan dengan cara :&lt;br /&gt;a. Duduk dalam halaqoh masail dengan para alim ulama.&lt;br /&gt;b. Bertanya kepada ulama baik untuk masalah agama maupun dunia.&lt;br /&gt;c. Sering berziarah kepada para alim ulama .&lt;br /&gt;3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu masail.&lt;br /&gt;Cara mendapatkan dzikir :&lt;br /&gt;1. Dakwahkan pentingnya dzikir kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;2. Latihan dengan cara :&lt;br /&gt;a. Setiap hari membaca  Al Quran (usahakan 1 juz).&lt;br /&gt;b. Membaca tasbihat, shalawat dan istigfar masing-masing 100 X.&lt;br /&gt;Ketika membaca tasbihat maka hadirkan kemahasucian Allah&lt;br /&gt;Ketika membaca shalawat maka ingat jasa-jasa Rasulullah kepada kita.&lt;br /&gt;Ketika membaca istigfar maka hadirkan sifat Maha Pengampunnya Allah.&lt;br /&gt;c. Amalkan doa-doa masnunah (harian) .&lt;br /&gt;3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dzikir.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;4. Ikromul Muslimin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Arti : Memuliakan sesame orang islam / muslim.&lt;br /&gt;Maksud  ikramul muslimin&lt;br /&gt;Menunaikan hak-hak semua orang islam tanpa meminta hak daripadanya.&lt;br /&gt;Fadhilah :&lt;br /&gt;1. Allah akan menolong seorang hamba selagi dia menolong saudaranya.&lt;br /&gt;2. Barang siapa menutup aib saudaranya yang muslim maka Allah akan menutup aibnya dan barang siapa membuka aib saudaranya yang muslim maka Allah akan membuka aibnya sampai dia akan dipermalukan di rumahnya sendiri.&lt;br /&gt;3. Senyummu didepan saudaramu adalah sedekah.&lt;br /&gt;Cara mendapatkan :&lt;br /&gt;1. Dakwahkan pentingnya ikram&lt;br /&gt;2. Latihan dengan cara :&lt;br /&gt;a. Memberi salam kepada orang yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal.&lt;br /&gt;b. Menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memuliakan uloama dan menghormati sesama.&lt;br /&gt;c. Berbaur dengan semua orang yang berbeda-beda wataknya.&lt;br /&gt;3. Berdoa kepada Allah agar diberikan ahlaq sebagaimana ahlaq Baginda Rasulullah Saw.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;5. Tashihun niat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Arti : Membetulkan / meluruskan niat&lt;br /&gt;Maksud  tashihun niat&lt;br /&gt;Membersihkan niat pada setiap amalan semata-mata karena Allah Swt.&lt;br /&gt;Fadhilah :&lt;br /&gt;1. Sesungguhnya Allahtidak akan menerima amalan seseorang kecuali dengan ikhlas.&lt;br /&gt;2. Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupamu dan hartamu tetapi Dia akan memandang pada hatimu dan amalanmu.&lt;br /&gt;3. Baginda Rasulullah Saw. Bersabda : Wahai Muadz jagalah keihklasan karena amal yang ikhlas walau sedikit akan mencukupi.&lt;br /&gt;Cara mendapatkan :&lt;br /&gt;1. Dakwahkan pentingnya ikhlas.&lt;br /&gt;2. Latihan dengan cara : setiap beramal periksa niat kita, sebelum beramal, ketika beramal dan setelah beramal, bersihkan niat agar semata-mata hanya karena Allah.&lt;br /&gt;3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ikhlas dalam beramal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Arti : Dakwah mengajak, Tabligh menyampaikan dan khuruj fisabilillah adalah keluar di jalan Allah.&lt;br /&gt;Maksud&lt;br /&gt;1. Memperbaiki diri, yaitu bagaimana agar dapat menggunakan harta diri dan waktu sebagaimana yang diperintahkan Allah.&lt;br /&gt;2. Menghidupkan agama secara sempurna pada diri sendiri dan semua manusia diseluruh alam dengan menggunakan harta dan diri sendiri.&lt;br /&gt;Fadhilah :&lt;br /&gt;1. Allah berfirman : dan adakah yang perkataannya lebih baik daripada seseorang yang mengajak manusia kepada Allah.&lt;br /&gt;2. Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk kebaikan dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan.&lt;br /&gt;3. Sepagi sepetang dijalan Allah lebih baik daripada mendapatkan dunia dan seisinya.&lt;br /&gt;Cara mendapatkan :&lt;br /&gt;1. Dakwahkan pentingnya dakwah dan tabligh.&lt;br /&gt;2. Latihan dengan cara : keluar dijalan Allah minimal 4 bulan seumur hidup, 40 h setiap tahun, 3h setiap bulan dan 2,5 jam setiap hari. Tingkatkan dengan cara bertahap-tahap menjadi 4 bl tiap tahun, 10h tiap bulan dan 8 jam setiap hari.&lt;br /&gt;3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dakwah dan tabligh yaitu dapat menggunakan harta, diri dan waktu untuk kepentingan agama.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8509666015937189355-541099061110828569?l=karqun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://karqun.blogspot.com/feeds/541099061110828569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8509666015937189355&amp;postID=541099061110828569' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/541099061110828569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8509666015937189355/posts/default/541099061110828569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://karqun.blogspot.com/2007/12/sifat-para-sahabat.html' title='Sifat para Sahabat'/><author><name>abdullah indra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14295029349719637985</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
