Kamis, 13 Desember 2007

URGENSI MEMAHAMI SIRAH NABAWIYAH

Salah satu keharusan sebagai manusia adalah mempelajari sejarah, baik yang terkait dengan pribadi seseorang, kelompok suatu masyarakat maupun bangsa dan peradaban manusia itu sendiri. Mempelajari sejarah ini punya arti penting bagi kita, karena dengan demikian kita tidak hanya menjadi tahu tentang perjalanan hidup manusia, tapi juga dapat mengambil ibroh atau pelajaran dari orang lain atau generasi terdahulu sehingga yang baik kita tiru dan yang buruk kita jauhi. Disamping itu, orang yang memiliki kesadaran sejarah akan memperoleh pengaruh yang positif dalam menyikapi kenikmatan atau keberhasilan dan kesengsaraan atau penderitaan. Orang yang memiliki kesadaran sejarah tidak akan merasa paling baik, paling benar, apalagi sebagai satu-satunya orang yang benar, karena dia tahu bahwa dahulu juga ada orang yang lebih baik atau lebih benar dari dirinya, sedang kalau mengalami hal-hal yang merugikan atau yang tidak menyenangkan tidak akan merasa sebagai orang yang paling menderita.

Salah satu contoh orang yang memiliki kesadaran sejarah adalah Nabi Ismail AS yang tidak merasa sebagai orang yang paling sabar atau satu-satunya orang yang sabar dengan keberhasilannya melewati ujian penyembelihan yang dilakukan ayahnya Nabi Ibrahim AS, tapi yang dikatakannya adalah insya Allah dirinya termasuk kedalam kelompok orang yang sabar karena dia tahu bahwa dahulu sudah ada orang yang sabar, Allah berfirman menceritakan soal ini yang artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah, apa pendapatmu?”. Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang Allah perintah kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS 37:102).

Informasi lebih lengkap

Tidak ada komentar: